Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Viral

Misteri Gangguan Makhluk Halus di Bangunan Kerajaan Putrajaya

624
×

Misteri Gangguan Makhluk Halus di Bangunan Kerajaan Putrajaya

Sebarkan artikel ini

Putra­jaya, SniperNew.id – Media sosial kem­bali dihe­bohkan den­gan beredarnya sebuah video yang mem­per­li­hatkan suasana mencekam di salah satu ban­gu­nan ker­a­jaan di Putra­jaya. Video terse­but menampilkan seo­rang pria berser­agam putih yang tam­pak sedang melakukan ger­akan ter­ten­tu di lorong gedung, dis­usul den­gan keteran­gan bah­wa peri­s­ti­wa itu terkait den­gan gang­guan makhluk halus, Rabu (20/08/2025)

Dalam video yang diung­gah akun Mela­ka Dai­ly, ter­tulis keteran­gan: “Salah satu ban­gu­nan ker­a­jaan di Putra­jaya digang­gu Makhluk Halus sehing­gakan upacara Rukyah diadakan sesi pem­ber­si­han dan pagar oleh seo­rang ustaz dari Darussy­i­fa’. Wal­lahualam.”

Keteran­gan singkat itu lang­sung menarik per­ha­t­ian pub­lik. Pasal­nya, isu gang­guan makhluk halus di gedung pemer­in­ta­han jarang sekali muncul ke per­mukaan. Banyak war­ganet yang penasaran, bahkan mem­berikan beragam komen­tar ada yang serius, ada pula yang menyelip­kan can­daan khas dunia maya.

Komen­tar War­ganet: Antara Serius dan Sindi­ran

Video yang telah diton­ton lebih dari 19 ribu kali ini men­u­ai banyak tang­ga­pan. Sejum­lah peng­gu­na media sosial men­gaitkan gang­guan terse­but den­gan hal mist­is, semen­tara seba­gian lain menyindir fenom­e­na itu den­gan nuansa poli­tik. Berikut beber­a­pa komen­tar war­ganet yang berhasil dihim­pun:

  Dimusuhi Pejabat, Dicintai Rakyat: Sosok yang Tuai Dukungan Luas di Media Sosial

Abdul­rah­man­bin­uteh menulis: “Yang bek­er­ja dalam ban­gu­nan tu pun semuanya belum ten­tu manu­sia…”

Fend­dyz menam­bahkan: “Han­tu pun tak senang den­gan PH ke apa.”

Sha­hah­mad­nor menyam­paikan kri­tik: “Yang sebar-sebar ni ker­ja sana pun tak, sam­pai masuk ban­gu­nan pun tak.”

Naielle_dnaielle berko­men­tar: “Main kasar antu ni ye.”

Nor­l­izah­sahid menuliskan singkat: “ALLAHU AKBAR!”

M_faiqsaid menuliskan: “Puak han­tu pun tak senang duduk den­gan PH ni.”

Nurm­cin­tosh menam­bahkan: “Sudah jadi sarang jin-jin Ifrit, nam­pak ganas, baca ayat khul­geni ter­bir­it-bir­it ter­bakar hangus.”

Komen­tar-komen­tar ini mem­per­li­hatkan bagaimana masyarakat menang­gapi isu mist­is den­gan per­spek­tif berbe­da. Ada yang meli­hat­nya dari sisi spir­i­tu­al, ada pula yang men­gaitkan den­gan kon­disi sosial poli­tik, bahkan ada yang menang­gapinya sekadar hibu­ran.

Latar Belakang: Rukyah dan Tra­disi Pem­ber­si­han Ban­gu­nan. Dalam tra­disi Islam, rukyah dike­nal seba­gai metode penyem­buhan spir­i­tu­al den­gan mem­ba­ca doa-doa ter­ten­tu, teruta­ma ayat-ayat Al-Qur’an, untuk men­gusir gang­guan makhluk halus atau ener­gi negatif. Rukyah biasanya dilakukan keti­ka muncul indikasi adanya gang­guan jin, sihir, ataupun rasa tidak nya­man yang diyaki­ni berasal dari dunia gaib.

Dalam kasus di Putra­jaya ini, pihak penye­leng­gara meng­hadirkan seo­rang ustaz dari Darussy­i­fa’, lem­ba­ga pen­go­b­atan Islam yang cukup dike­nal di Malaysia. Ustaz terse­but memimpin sesi pem­ber­si­han ruan­gan ser­ta mema­gari ban­gu­nan den­gan doa, agar tidak lagi digang­gu oleh makhluk halus.

Fenom­e­na seper­ti ini bukan hal baru di Malaysia. Beber­a­pa kali, pub­lik menden­gar ceri­ta ten­tang gedung perkan­toran, seko­lah, atau rumah sak­it yang diyaki­ni men­gala­mi gang­guan makhluk halus. Biasanya, isu semacam ini cepat men­ja­di viral di media sosial kare­na memadukan dua hal yang sen­si­tif: dunia gaib dan fasil­i­tas umum.

  Hujan Deras Rendam Lantai Dua Pasar Bitingan Kudus

Dalam poton­gan video yang terse­bar, tam­pak seo­rang pria men­ge­nakan paka­ian putih sedang ber­jalan di lorong ban­gu­nan. Di ujung lorong ter­li­hat sesosok lain yang kemu­di­an memu­nculkan tan­da tanya bagi banyak penon­ton: apakah itu manu­sia atau makhluk halus?

Video terse­but diirin­gi den­gan teri­akan tak­bir dari beber­a­pa orang, menan­dakan suasana mencekam keti­ka sesi rukyah berlang­sung. Banyak yang men­duga bah­wa saat itu ustaz sedang melakukan doa pem­ber­si­han, semen­tara seba­gian peser­ta lain­nya merekam suasana terse­but.

Mes­ki begi­tu, belum ada perny­ataan res­mi dari pihak berwe­nang men­ge­nai keja­di­an ini. Iden­ti­tas ban­gu­nan yang dise­but-sebut bera­da di kawasan Putra­jaya pun tidak dije­laskan lebih rin­ci dalam ung­ga­han.

Pan­dan­gan Ahli: Antara Mist­is dan Psikol­o­gis: Fenom­e­na viral ini menim­bulkan dua sudut pan­dang yang berbe­da. Dari sisi keaga­maan, ustaz atau prak­tisi rukyah meli­hat keja­di­an ini seba­gai ben­tuk nya­ta adanya gang­guan makhluk halus yang memang bisa ter­ja­di di mana saja, ter­ma­suk di gedung pemer­in­ta­han.

Namun, dari sisi psikol­o­gis, pakar ser­ing menekankan bah­wa suasana tegang, ceri­ta beran­tai, ser­ta sug­esti sosial dap­at mem­bu­at orang lebih mudah mem­per­cayai keber­adaan makhluk gaib di suatu tem­pat. Apala­gi bila dita­m­bah den­gan visu­al video yang samar dan narasi yang diban­gun di media sosial.

  Truk vs Hajatan: Kursi Terbang, Netizen Menggila!

Perde­batan antara logi­ka dan keyak­i­nan ini jus­tru mem­bu­at isu semacam ini cepat menye­bar. Tidak sedik­it war­ganet yang men­gang­gap­nya seba­gai buk­ti nya­ta, semen­tara lain­nya men­gang­gap­nya hanya rekayasa atau salah tafsir.

Isu gang­guan makhluk halus di Putra­jaya ini kem­bali menun­jukkan beta­pa kuat­nya pen­garuh media sosial dalam mem­ben­tuk opi­ni pub­lik. Video singkat, dita­m­bah narasi yang emo­sion­al, dap­at mem­bu­at ribuan orang ikut ter­li­bat dalam per­caka­pan dar­ing hanya dalam hitun­gan jam.

Komen­tar-komen­tar yang muncul tidak hanya mencer­minkan keper­cayaan ter­hadap dunia gaib, tetapi juga menggam­barkan kon­disi sosial poli­tik masyarakat. Beber­a­pa komen­tar jus­tru men­gaitkan fenom­e­na mist­is ini den­gan isu poli­tik, menan­dakan bah­wa masyarakat mudah menghubungkan berba­gai hal den­gan situ­asi yang sedang berlang­sung.

Mes­ki seba­gian men­gang­gap­nya hibu­ran atau bum­bu dunia maya, bagi masyarakat yang per­caya pada dimen­si spir­i­tu­al, keja­di­an ini bisa men­ja­di pengin­gat pent­ingnya men­ja­ga kese­im­ban­gan antara dunia nya­ta dan gaib.

Kasus viral di Putra­jaya ini masih meny­isakan tan­da tanya besar. Apakah benar gang­guan makhluk halus ter­ja­di di salah satu ban­gu­nan ker­a­jaan? Ataukah ini sekadar kesalah­pa­haman yang dibesar-besarkan oleh media sosial?

Yang jelas, fenom­e­na ini berhasil menyi­ta per­ha­t­ian pub­lik dan mem­bu­ka ruang diskusi ten­tang keper­cayaan, tra­disi rukyah, hing­ga dinami­ka sosial di dunia maya.

Seper­ti keteran­gan ung­ga­han Mela­ka Dai­ly: “Wallahualam.”-pada akhirnya, hanya Tuhan yang menge­tahui kebe­naran sesung­guh­nya di balik peri­s­ti­wa ini.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *