Berita Peristiwa

Tangisan Buruh Bumi Sarimas: Wakil Gubernur dan Wamenaker RI Turun Tangan

995
×

Tangisan Buruh Bumi Sarimas: Wakil Gubernur dan Wamenaker RI Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Padang Pariaman, SniperNew.id – Suasana haru menyelimuti aksi buruh PT Bumi Sarimas di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Aksi yang berlangsung penuh semangat dan emosi itu mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat dan daerah. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, turun langsung ke lokasi untuk merespons jeritan hati para buruh yang sudah lama menunggu kejelasan hak-haknya, Jumat (08/08/2025).

Dalam kunjungan tersebut, kedua pejabat tinggi itu disambut dengan antusias oleh masyarakat dan para buruh, yang sebagian besar didominasi oleh kaum ibu. Mereka berdiri rapat, menyuarakan aspirasi dengan wajah penuh harap dan air mata, memegang ponsel untuk mengabadikan momen yang begitu penting bagi kehidupan mereka.

Dalam unggahan akun media sosial @padangfeed, disampaikan pernyataan menyentuh dari Wakil Gubernur Vasco Ruseimy. ““Adayang ditinggal istri. Ada yang tak bisa makan. Ada yang kehilangan rumah. Tapi yang paling menyedihkan, ada yang kehilangan kehidupan.”

  Kebakaran Hebat Demak Hari Ini, Gas Melon Meledak

Pernyataan tersebut diucapkan langsung oleh Wakil Gubernur saat berbicara di hadapan masyarakat dan para buruh di lokasi. Kalimat tersebut menggambarkan betapa parahnya dampak dari keterlambatan pembayaran hak-hak buruh PT Bumi Sarimas, yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan.

Kehadiran Wakil Gubernur dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI bukanlah sekadar simbolik. Mereka secara nyata meninjau lokasi pabrik pasca aksi buruh dan mendengar langsung keluhan masyarakat serta perwakilan pekerja.

“Tujuannya satu: memastikan hak-hak pekerja PT Bumi SARIMAS di Padang Pariaman yang tertunda selama berbulan-bulan segera dibayarkan.” – demikian tulis akun resmi @padangfeed dalam unggahannya.

Dalam suasana yang sarat tekanan emosional, para pejabat mendengarkan satu per satu pengaduan warga dan buruh, termasuk dari seorang laki-laki yang tampil ke depan membawa mikrofon dan mewakili suara rakyat. Ia menyampaikan dengan suara lantang namun tetap tertahan oleh rasa haru dan beban moral yang berat atas nasib rekan-rekannya yang telah lama menderita.

Dalam dokumentasi yang tersebar di media sosial, tampak sebuah video mencerminkan betapa seriusnya Peristiwa aksi ini:

Pertama Potret memperlihatkan Menteri dan Wakil Gubernur berjalan gagah mendatangi lokasi, mengenakan pakaian putih khas pejabat negara, menunjukkan ketegasan dan keseriusan dalam menangani isu ketenagakerjaan yang mencuat ini. Selanjutnya menampilkan barisan emak-emak yang turut serta dalam aksi orasi. Wajah-wajah mereka terlihat penuh kelelahan dan kesedihan, namun tetap menyalakan harapan. Beberapa di antaranya tampak menangis, memegang ponsel, mengabadikan momen yang bagi mereka adalah perjuangan hidup dan mati.

  Tanah Bergerak Padasari: 2.460 Warga Mengungsi, 464 Rumah Rusak


Masih dalam tayangan satu video yang diunggah terlihat seorang laki-laki dengan seragam putih dan mikrofon di tangan berbicara di hadapan publik. Ia tampak serius menyampaikan aspirasi dan penderitaan warga. Di belakangnya, terlihat barisan polisi dan masyarakat umum menyimak dengan serius.

Dan seterusnya dikutip akun @padangfeed yang memuat narasi kuat dan penuh empati tentang penderitaan para buruh. Unggahan tersebut telah tayang lebih dari 2.200 kali dalam waktu kurang dari 24 jam, menandakan tingginya perhatian publik terhadap isu ini.

Isu ini menjadi viral karena menyentuh aspek kemanusiaan paling dasar: hak untuk hidup layak. Tidak menerima gaji selama berbulan-bulan bukan hanya menyulitkan secara ekonomi, tapi juga menggerus harga diri dan kebahagiaan keluarga para buruh. Banyak yang mengaku harus menjual barang-barang berharga, menunggak pembayaran kebutuhan sehari-hari, bahkan ada yang ditinggal pasangan karena tekanan hidup yang terlalu berat.

“Ada yang kehilangan rumah, istri, hingga nyawa,” ulang salah satu warga dengan suara lirih kepada media.

  Hujan Deras Bikin Sukabumi Hampir Tenggelam

Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, menyatakan akan membawa persoalan ini ke tingkat pusat dan mendesak perusahaan untuk segera menyelesaikan hak-hak karyawan.

“Kami tidak akan biarkan para pekerja dibiarkan menderita terus. Negara hadir, dan kami akan pastikan keadilan ditegakkan,” tegasnya.

Tak hanya pekerja dan warga Padang Pariaman yang merespons situasi ini. Warganet di berbagai media sosial turut bersuara. Banyak yang mengunggah ulang postingan dari akun @padangfeed dan memberikan dukungan moral kepada para buruh. Kata-kata seperti “#BuruhBukanBudak” dan “#BayarHakKami” mulai berseliweran di linimasa, menandakan bahwa ini bukan sekadar isu lokal, tapi persoalan nasional.

Kejadian di PT Bumi Sarimas ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak, baik pemerintah, pengusaha, maupun masyarakat luas, bahwa kesejahteraan buruh bukan sekadar angka dalam laporan keuangan. Itu adalah hidup, harapan, dan masa depan keluarga-keluarga yang menggantungkan segalanya pada keadilan sistem ketenagakerjaan.

Langkah cepat Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI patut diapresiasi. Namun perjuangan belum selesai. Publik kini menunggu bukti nyata: pembayaran hak-hak buruh, penegakan hukum bagi pihak yang lalai, dan sistem yang menjamin kejadian serupa tak terulang kembali.

Editor: (Ahmad/tim Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *