Kesehatan

Tips Agar Kepala Bayi Tidak Peyang, Edukasi dr. Indra Tarigan Jadi Perhatian Warganet

632
×

Tips Agar Kepala Bayi Tidak Peyang, Edukasi dr. Indra Tarigan Jadi Perhatian Warganet

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id - Kese­hatan anak, khusus­nya bayi, selalu men­ja­di per­ha­t­ian uta­ma bagi para orang tua. Salah satu masalah yang ser­ing muncul pada bayi baru lahir adalah ben­tuk kepala yang tidak simetris atau biasa dise­but peyang. Kon­disi ini memang cukup umum ter­ja­di, kare­na pada masa awal kehidu­pan, tulang kepala bayi masih lunak sehing­ga mudah berubah ben­tuk aki­bat posisi tidur maupun kebi­asaan per­awatan, Ming­gu (31/08/2025).

Baru-baru ini, seo­rang tena­ga kese­hatan, dr. Indra Tari­g­an, mem­bagikan edukasi menarik terkait cara mence­gah dan men­gatasi kepala bayi peyang melalui ung­ga­han­nya di media sosial Threads. Kon­ten edukasi terse­but men­ja­di sorotan kare­na dis­am­paikan den­gan bahasa seder­hana, prak­tis, dan bisa lang­sung dit­er­ap­kan oleh para orang tua.

Dalam ung­ga­han­nya, dr. Indra menekankan bah­wa kepala bayi yang masih lunak memang berpoten­si berubah ben­tuk. Namun, kon­disi ini bukan­lah sesu­atu yang per­ma­nen. Den­gan per­awatan yang tepat dan dilakukan secara rutin, kepala bayi bisa kem­bali bulat dan simetris.

Berikut poin-poin pent­ing yang dis­am­paikan dr. Indra Tari­g­an dalam ung­ga­han edukasi kese­hatan­nya:

1. Rutin ubah posisi tidur bayi
Bayi sebaiknya tidak selalu tidur pada satu sisi saja. Orang tua dian­jurkan untuk sesekali men­gubah posisi tidur bayi agar tekanan pada kepala tidak hanya bertumpu di satu titik.

  Jaga Tubuh Tetap Fit! Inilah 7 Uraian Kesehatan Badan yang Wajib Diketahui

2. Lebih ser­ing menengku­rap­kan bayi (tum­my time)
Aktiv­i­tas tum­my time bukan hanya berman­faat untuk mence­gah peyang, tetapi juga melatih keku­atan otot leher, bahu, dan motorik bayi.

3. Gen­dong bayi bergant­ian sisi kiri–kanan. Mem­bi­asakan menggen­dong bayi dari sisi yang berbe­da akan men­gu­ran­gi tekanan pada bagian kepala ter­ten­tu, sehing­ga ben­tuk kepala bayi lebih pro­por­sion­al.

Menu­rut dr. Indra, langkah seder­hana ini san­gat efek­tif apa­bi­la dilakukan secara kon­sis­ten. Ia menekankan bah­wa per­awatan bayi tidak selalu harus mahal atau rumit, cukup den­gan per­ha­t­ian ekstra dari orang tua dalam aktiv­i­tas sehari-hari. “Den­gan per­awatan seder­hana dan rutin, kepala bayi bisa kem­bali bulat,” tulis dr. Indra dalam ung­ga­han­nya.

Dalam ung­ga­han­nya, dr. Indra Tari­g­an juga mene­gaskan bah­wa seti­ap kon­ten video atau foto yang dibagikan untuk tujuan edukasi telah melalui per­se­tu­juan pasien dan kelu­ar­ganya. Hal ini menun­jukkan pro­fe­sion­al­isme sekali­gus kepatuhan ter­hadap eti­ka medis dan pri­vasi pasien.

“ Video dibu­at dan diung­gah den­gan per­se­tu­juan pasien & kelu­ar­ga untuk edukasi. Pengikut ban­tu share ya 👏,” tulis­nya.

Sikap terse­but ten­tu patut diapre­si­asi, kare­na tidak semua tena­ga kese­hatan mau meny­isihkan wak­tu untuk mem­berikan edukasi pub­lik secara gratis di media sosial, apala­gi den­gan tetap men­ja­ga eti­ka pro­fe­si.

dr. Indra Tari­g­an dike­nal seba­gai dok­ter yang aktif berba­gi infor­masi kese­hatan, khusus­nya men­ge­nai anak dan kelu­ar­ga. Gaya komu­nikasinya seder­hana, ramah, dan mudah dipa­ha­mi oleh masyarakat awam.

Hal ini pent­ing kare­na banyak orang tua, teruta­ma yang baru memi­li­ki anak per­ta­ma, ser­ing kali kebin­gun­gan meng­hadapi kon­disi ter­ten­tu. Infor­masi di inter­net pun tidak selalu dap­at diper­caya. Kehadi­ran tena­ga kese­hatan yang mau hadir lang­sung di ruang dig­i­tal untuk mem­berikan edukasi ter­per­caya men­ja­di sesu­atu yang san­gat berhar­ga.

  Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Sabar AS dan Sukardi Spd. M.M., Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan

Kon­ten edukasi dr. Indra juga dilengkapi den­gan tagar yang rel­e­van, seper­ti:

#Kepal­aBayi

#Edukasi­Ibu

#Kese­hatanAnak

Peng­gu­naan tagar ini bukan sekadar for­mal­i­tas, melainkan memu­dahkan para orang tua lain men­e­mukan infor­masi kese­hatan seru­pa.

Masalah kepala bayi peyang ser­ing kali mem­bu­at orang tua cemas. Pada­hal, menu­rut para ahli kese­hatan anak, kon­disi ini biasanya tidak berba­haya dan dap­at diper­bai­ki den­gan langkah seder­hana.

Kepala peyang umum­nya ter­ja­di kare­na bayi ser­ing tidur dalam posisi telen­tang den­gan arah kepala yang sama. Hal ini mem­bu­at salah satu sisi kepala lebih ser­ing men­da­p­at tekanan.

Den­gan edukasi yang jelas dan prak­tis, orang tua bisa menge­tahui bah­wa:

Kepala peyang bukan cacat per­ma­nen.

Penan­ganan dini bisa mem­bu­at ben­tuk kepala bayi kem­bali nor­mal.

Tidak per­lu lang­sung panik atau ter­bu­ru-buru mem­be­li alat mahal, cukup melakukan per­awatan seder­hana di rumah.

Edukasi seper­ti ini juga mem­ban­tu mence­gah prak­tik salah kaprah di masyarakat, mis­al­nya peng­gu­naan ban­tal khusus yang belum ten­tu aman untuk bayi.

Ung­ga­han dr. Indra Tari­g­an men­da­p­at respons posi­tif dari para orang tua yang merasa ter­ban­tu den­gan tips seder­hana terse­but. Banyak war­ganet yang men­gaku baru menge­tahui pent­ingnya men­gubah posisi tidur bayi dan mem­berikan wak­tu tengku­rap sejak dini.

“Ter­i­ma kasih dok, infor­masi ini san­gat mem­ban­tu sekali,” tulis salah satu komen­tar war­ganet.

Ada pula yang mem­bagikan pen­gala­man prib­a­di, bah­wa sete­lah rutin melakukan tum­my time, ben­tuk kepala anak mere­ka men­ja­di lebih bulat.

  Rapot Digital Kesehatan Anak Hadir Perdana di Indonesia, Dimulai dari Serdang Bedagai

Hal ini menun­jukkan bah­wa edukasi kese­hatan seder­hana, jika dike­mas den­gan baik dan dis­am­paikan lewat plat­form dig­i­tal yang tepat, dap­at mem­berikan dampak posi­tif bagi banyak orang.

Selain mem­beri edukasi, dr. Indra juga menun­jukkan kete­ladanan dalam pelayanan kese­hatan. Ia tidak hanya fokus pada tin­dakan medis di ruang prak­tik, tetapi juga peduli menye­barkan infor­masi yang berman­faat untuk pence­ga­han.

Sikap ini sejalan den­gan seman­gat pelayanan kese­hatan pro­mo­tif dan pre­ven­tif yang kini terus digen­car­kan oleh pemer­in­tah. Artinya, tena­ga kese­hatan tidak hanya berper­an saat pasien sak­it, tetapi juga aktif mence­gah masyarakat jatuh sak­it.

Upaya edukasi pub­lik yang dilakukan dr. Indra bisa men­ja­di inspi­rasi bagi tena­ga medis lain­nya. Den­gan perkem­ban­gan teknolo­gi dan media sosial, dok­ter kini memi­li­ki ruang lebih luas untuk men­jangkau masyarakat dan menyam­paikan pesan kese­hatan.

Masalah kepala bayi peyang ser­ing kali men­ja­di kekhawati­ran orang tua, namun den­gan langkah seder­hana seper­ti rutin men­gubah posisi tidur, mem­berikan wak­tu tengku­rap, dan menggen­dong bergant­ian sisi, kon­disi ini bisa dice­gah maupun diper­bai­ki.

Edukasi dari dr. Indra Tari­g­an bukan hanya mem­berikan penge­tahuan baru, tetapi juga mene­gaskan pent­ingnya pelayanan kese­hatan yang huma­n­is, etis, dan dekat den­gan masyarakat.

Sosok dok­ter yang mau melu­angkan wak­tu untuk berba­gi ilmu di media sosial patut dite­ladani. Den­gan demikian, semakin banyak orang tua yang ter­ban­tu dalam mer­awat buah hatinya den­gan cara yang benar, aman, dan sesuai ilmu medis. (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *