Berita Peristiwa

Hujan Deras Lumpuhkan Cimahi: Motor Terjebak Arus, Dua Mobil Terendam di Tengah Malam

652
×

Hujan Deras Lumpuhkan Cimahi: Motor Terjebak Arus, Dua Mobil Terendam di Tengah Malam

Sebarkan artikel ini

Cimahi, SniperNew.id - Hujan deras yang meng­guyur kawasan Cimahi pada Jumat malam, 17 Okto­ber 2025, menye­babkan ban­jir di sejum­lah titik dan melumpuhkan aktiv­i­tas war­ga. Dalam ung­ga­han akun media sosial @infojawabarat, ter­li­hat situ­asi mencekam keti­ka arus air begi­tu deras hing­ga mem­bu­at sejum­lah pen­gen­dara motor kesuli­tan melin­tasi jalan yang ter­ge­nang. Beber­a­pa war­ga bahkan harus turun dari kendaraan mere­ka untuk men­dorong motor yang mogok di ten­gah arus ban­jir.

Ung­ga­han terse­but mem­per­li­hatkan suasana malam yang kacau. Dari video amatir yang direkam war­ga, air tam­pak men­galir deras di sep­a­n­jang jalan. Puluhan motor berusa­ha men­er­o­bos ban­jir, semen­tara seba­gian pen­gen­dara memil­ih menepi untuk menye­la­matkan diri. Di antara riuh suara mesin dan hujan, ter­den­gar teri­akan war­ga yang mem­peringatkan pen­gen­dara lain agar berhati-hati ter­hadap arus yang semakin kuat.

Menu­rut lapo­ran info­jawabarat, ban­jir terse­but ter­ja­di di sejum­lah titik di kawasan Sangkuri­ang hing­ga Cipager­an, dua wilayah yang memang dike­nal rawan genan­gan saat hujan den­gan inten­si­tas ting­gi melan­da. Selain motor yang kesuli­tan men­em­bus deras­nya air, dua unit mobil dila­porkan teren­dam di salah satu ruas jalan yang ter­ge­nang cukup dalam.

Berdasarkan keteran­gan semen­tara, hujan mulai turun sek­i­tar pukul 19.00 WIB den­gan inten­si­tas sedang, namun kemu­di­an meningkat men­ja­di san­gat lebat sek­i­tar pukul 20.00 WIB. Dalam wak­tu kurang dari satu jam, air mulai mengge­nang di beber­a­pa ruas jalan uta­ma. Arus deras air yang men­galir dari kawasan per­buk­i­tan di utara Cimahi mem­per­parah kon­disi di titik-titik rawan, ter­ma­suk Jalan Sangkuri­ang dan Jalan Cipager­an.

  Kesalahpahaman Evakuasi Banjir Picu Keributan Soal ‘Angka

Beber­a­pa war­ga yang bera­da di lokasi menye­butkan bah­wa genan­gan air meningkat cepat hanya dalam wak­tu sek­i­tar 15 menit. Mere­ka yang masih bera­da di jalan harus berjibaku melawan deras­nya arus sam­bil beru­paya menye­la­matkan kendaraan mas­ing-mas­ing.

“Saya baru kelu­ar dari rumah mau ke min­i­mar­ket, tiba-tiba air sudah set­ing­gi lutut. Motor saya mogok, jadi saya dorong pelan-pelan,” ujar seo­rang war­ga yang terekam dalam video terse­but.

Dalam video berdurasi sek­i­tar satu menit itu, ter­li­hat jelas suasana jalanan yang berubah men­ja­di seper­ti sun­gai kecil. Air berwar­na coke­lat pekat men­galir deras dari arah utara. Sejum­lah pen­gen­dara motor ter­li­hat nekat melin­tas, semen­tara yang lain men­co­ba memu­tar arah. Beber­a­pa pen­gen­dara bahkan ter­pak­sa turun dan menun­tun kendaraan mere­ka yang mati mesin aki­bat air yang ter­lalu ting­gi.

Situ­asi semakin sulit kare­na min­im pen­eran­gan di beber­a­pa titik, mem­bu­at pen­gen­dara sulit mem­perki­rakan kedala­man air. Beber­a­pa war­ga yang menumpang di warung dan per­tokoan tam­pak mem­ban­tu den­gan sen­ter atau lam­pu pon­sel untuk mem­berikan pen­eran­gan seadanya.

Selain menye­babkan kemac­etan parah di beber­a­pa ruas jalan uta­ma, ban­jir juga dila­porkan meren­dam dua unit mobil prib­a­di. Ked­ua mobil itu sem­pat tidak bisa dievakuasi hing­ga air surut men­je­lang ten­gah malam. War­ga sek­i­tar berin­isi­atif menut­up salu­ran air yang melu­ap dan men­gal­ihkan arus den­gan alat seadanya agar ban­jir tidak semakin melu­as ke pemuki­man.

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, belum ada lapo­ran res­mi men­ge­nai adanya kor­ban jiwa. Namun beber­a­pa war­ga dila­porkan men­gala­mi luka ringan kare­na ter­pe­le­set atau terseret arus kecil saat men­co­ba menye­la­matkan kendaraan mere­ka.

Dari infor­masi yang dihim­pun, ban­jir pal­ing parah ter­ja­di di Jalan Sangkuri­ang, Jalan Cipager­an, dan seba­gian kawasan Cimahi Utara. Di beber­a­pa titik, ket­ing­gian air men­ca­pai 30 hing­ga 50 sen­time­ter, cukup untuk mem­bu­at kendaraan roda dua tidak bisa melin­tas.

  Pedagang Batagor Bukittinggi Hentikan Dagang, Gas Diamankan Satpol PP

War­ga sek­i­tar menye­butkan bah­wa ban­jir di kawasan ini bukan kali per­ta­ma ter­ja­di. Seti­ap kali hujan den­gan inten­si­tas ting­gi melan­da, daer­ah sek­i­tar Sangkuri­ang dan Cipager­an ker­ap men­ja­di lang­ganan genan­gan aki­bat buruknya sis­tem drainase. Banyak salu­ran air yang ter­sum­bat sam­pah ser­ta tumpukan mate­r­i­al tanah dari proyek di sek­i­tar kawasan terse­but.

Sejum­lah war­ga berharap agar Pemer­in­tah Kota Cimahi segera turun tan­gan mem­per­bai­ki sis­tem drainase dan mem­per­banyak salu­ran pem­buan­gan air.

“Kami sudah ser­ing lapor kalau salu­ran di sini mam­pet. Kalau hujan sedik­it saja sudah mulai mengge­nang, apala­gi kalau hujan lebat seper­ti malam ini,” ujar salah satu war­ga di kawasan Cipager­an.

Semen­tara itu, pihak BPBD Kota Cimahi saat dikon­fir­masi menye­but bah­wa tim­nya telah diter­junkan untuk melakukan peman­tauan di beber­a­pa lokasi. Mere­ka juga mengin­gatkan war­ga untuk tetap was­pa­da mengin­gat curah hujan di wilayah Ban­dung Raya masih berpoten­si ting­gi hing­ga beber­a­pa hari ke depan.

“Kami masih melakukan pen­dataan di lapan­gan. Untuk semen­tara belum ada lapo­ran kor­ban jiwa. Namun kami imbau masyarakat agar tidak memak­sakan diri melin­tas di jalan yang ter­ge­nang air,” ujar salah satu petu­gas BPBD melalui sam­bun­gan tele­pon.

Ung­ga­han @infojawabarat di plat­form Threads yang menayangkan video terse­but men­da­p­at per­ha­t­ian besar dari war­ganet. Hing­ga pagi ini, ung­ga­han itu telah diton­ton lebih dari 28 ribu kali dan diban­jiri ratu­san komen­tar.

Banyak war­ganet yang menyam­paikan kepri­hati­nan atas kon­disi ban­jir yang kem­bali melan­da Cimahi. Seba­gian lain­nya meny­oroti buruknya sis­tem drainase kota ser­ta pem­ban­gu­nan yang tidak mem­per­hatikan tata ali­ran air.

  Tangis Seorang Ibu di Lokasi Longsor Sibolga Jadi Sorotan Warga

“Cimahi sudah ser­ing ban­jir di titik yang sama. Seper­tinya butuh per­ha­t­ian serius dari pemer­in­tah,” tulis salah satu peng­gu­na.

Dari pan­tauan war­ga, sete­lah hujan mere­da sek­i­tar pukul 23.00 WIB, seba­gian air mulai surut. War­ga bersama pen­gen­dara yang ter­je­bak berusa­ha mem­ber­sihkan sam­pah yang menu­tupi salu­ran air di ping­gir jalan. Mere­ka juga mem­ban­tu mengevakuasi kendaraan yang teren­dam.

Aksi gotong roy­ong spon­tan itu men­ja­di peman­dan­gan yang cukup meng­harukan di ten­gah malam. Beber­a­pa penge­mu­di ojek dar­ing, peda­gang kaki lima, dan pemi­lik warung bek­er­ja sama men­gangkat motor yang terseret arus ke tem­pat aman.

Menu­rut penga­mat lingkun­gan lokal, ban­jir di kawasan Cimahi ter­ja­di aki­bat kom­bi­nasi antara curah hujan ting­gi dan lemah­nya pen­gelo­laan drainase kota. Banyak wilayah Cimahi yang men­gala­mi peruba­han fungsi lahan, dari daer­ah resapan air men­ja­di kawasan per­muki­man padat dan komer­sial. Kon­disi terse­but mem­per­parah daya tam­pung tanah ter­hadap air hujan.

Selain itu, min­im­nya kesadaran masyarakat dalam men­ja­ga keber­si­han lingkun­gan juga men­ja­di fak­tor penyum­bang uta­ma. Sam­pah plas­tik yang menumpuk di selokan menye­babkan ali­ran air ter­sum­bat dan akhirnya melu­ap ke jalan.

Peri­s­ti­wa ban­jir di Cimahi pada Jumat malam (17/10) men­ja­di peringatan bagi war­ga dan pemer­in­tah daer­ah agar lebih serius dalam menan­gani per­soalan drainase dan tata ruang kota. Mes­ki belum ada lapo­ran kor­ban jiwa, dampak yang ditim­bulkan cukup besar ter­hadap aktiv­i­tas war­ga dan lalu lin­tas.

War­ga diim­bau untuk tetap was­pa­da ter­hadap poten­si hujan lebat dalam beber­a­pa hari men­datang ser­ta menghin­dari berk­endara di jalur rawan genan­gan air, teruta­ma di kawasan Sangkuri­ang hing­ga Cipager­an.

Sum­ber: Ung­ga­han akun media sosial Threads @infojawabarat, diku­tip dan dis­usun ulang sesuai kaidah jur­nal­is­tik tan­pa men­gubah sub­stan­si infor­masi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *