Berita Peristiwa

Truk Udang Vaname Terguling di Pusuk, Warga ramai-ramai Kumpulkan Udang Berserakan

777
×

Truk Udang Vaname Terguling di Pusuk, Warga ramai-ramai Kumpulkan Udang Berserakan

Sebarkan artikel ini

Lom­bok Barat | SniperNew.id — Sebuah truk pen­gangkut udang jenis vaname men­gala­mi kece­lakaan lalu lin­tas di Jalan Raya Desa Pusuk Lestari, Keca­matan Gunungsari, Kabu­pat­en Lom­bok Barat, Nusa Teng­gara Barat, pada Kamis (16/10/2025). Peri­s­ti­wa ini men­ja­di per­ha­t­ian war­ga sek­i­tar kare­na selain menye­babkan lalu lin­tas sem­pat tersendat, muatan udang yang berser­akan di jalan mem­bu­at banyak war­ga berbon­dong-bon­dong mengumpulkan­nya, Sab­tu (18/10).

Keja­di­an terse­but per­ta­ma kali diung­gah oleh akun media sosial @info.cigadung di plat­form Threads sek­i­tar satu jam sete­lah peri­s­ti­wa ter­ja­di. Dalam ung­ga­han­nya, akun terse­but menuliskan,

“Ter­ja­di Lakalan­tas Sebuah Truk Bawa Udang Vaname, Para War­ga Kumpulkan Udang yang Berser­akan. Sebuah truk pen­gangkut udang vaname men­gala­mi kece­lakaan dan ter­ba­lik di jalan raya Desa Pusuk Lestari, Keca­matan Gunungsari, Lom­bok Barat, Kamis 16 Okto­ber 2025. Belum dike­tahui penye­bab pasti insi­d­en terse­but, namun kon­disi jalan yang menan­jak dan licin diduga men­ja­di fak­tor uta­ma. Petu­gas dan war­ga sek­i­tar mem­ban­tu pros­es evakuasi kendaraan dan muatan yang berser­akan di lokasi.”

Dalam video berdurasi sek­i­tar 30 detik yang meny­er­tai ung­ga­han terse­but, ter­li­hat sejum­lah war­ga men­ge­nakan jas hujan war­na-warni sedang berjongkok di tepi jalan, tam­pak sibuk mengumpulkan udang yang berser­akan di aspal. Beber­a­pa war­ga ter­li­hat mem­bawa ember dan karung, semen­tara seba­gian lain mem­ban­tu petu­gas meny­ingkirkan puing dan mem­per­lan­car arus lalu lin­tas yang sem­pat ter­hen­ti.

Berdasarkan keteran­gan war­ga sek­i­tar yang sem­pat diwawan­car­ai, truk pen­gangkut udang terse­but mela­ju dari arah Pelabuhan Lem­bar menu­ju kawasan Sen­g­gi­gi. Keti­ka melin­tasi tan­jakan tajam di sek­i­tar Desa Pusuk Lestari, truk diduga kehi­lan­gan kendali aki­bat jalan licin usai diguyur hujan deras sejak pagi. Sopir beru­paya men­gen­da­likan kendaraan, namun truk akhirnya tergelin­cir dan ter­gul­ing ke sisi jalan.

  Didorong ke Sekolah, Pelajar Bolos Dibina Satpol PP dan Babinsa

Tidak ada kor­ban jiwa dalam keja­di­an terse­but, namun sopir men­gala­mi luka ringan di bagian tan­gan dan segera men­da­p­at per­to­lon­gan war­ga sebelum dievakuasi ke puskesmas ter­dekat. Muatan udang yang sebelum­nya ter­sim­pan di bak pendin­gin truk tumpah ke jalan, mem­bu­at aro­ma amis menye­bar di sek­i­tar lokasi.

Keja­di­an ini son­tak menarik per­ha­t­ian peng­gu­na jalan lain dan war­ga sek­i­tar yang datang untuk mem­ban­tu. Selain mengevakuasi sopir dan kendaraan, war­ga juga ter­li­hat mem­ban­tu mengumpulkan udang yang berser­akan agar tidak menim­bulkan bahaya bagi kendaraan lain yang melin­tas.

Petu­gas kepolisian dari Polsek Gunungsari bersama aparat desa setem­pat tiba di lokasi tidak lama sete­lah mener­i­ma lapo­ran. Mere­ka lang­sung men­gatur arus lalu lin­tas dan memas­tikan pros­es evakuasi ber­jalan lan­car.

Pihak terkait daer­ah Gunungsari, melalui keteran­gan singkat kepa­da media, menye­but bah­wa fak­tor cua­ca dan kon­disi jalan men­ja­di penye­bab uta­ma kece­lakaan terse­but.

“Kon­disi jalan di kawasan Pusuk memang dike­nal menan­jak dan licin saat hujan. Sopir kemu­ngk­i­nan tidak men­gan­tisi­pasi turunan curam sete­lah tan­jakan, sehing­ga kendaraan kehi­lan­gan kendali,” ujarnya.

Pan­tauan war­ga menun­jukkan bah­wa pros­es evakuasi berlang­sung sek­i­tar dua jam. Petu­gas meng­gu­nakan kendaraan derek untuk mene­gakkan kem­bali truk yang ter­gul­ing. Semen­tara itu, war­ga tetap bera­da di sek­i­tar lokasi hing­ga malam hari mem­ban­tu mem­ber­sihkan jalan dari sisa muatan udang yang berham­bu­ran.

Video yang beredar di media sosial mem­per­li­hatkan suasana yang cukup ramai namun tert­ib. War­ga ter­li­hat men­ge­nakan jas hujan war­na mer­ah, kun­ing, dan hijau, menun­jukkan kon­disi hujan yang masih turun deras saat pros­es evakuasi berlang­sung.

  Empat Hari Menembus Bencana Demi Bertemu Keluarga

Beber­a­pa war­ga juga tam­pak mem­bawa ember kecil untuk menam­pung udang yang masih segar. Meskipun tin­dakan terse­but sem­pat men­ja­di perbin­can­gan di dunia maya, pihak kepolisian mengim­bau agar war­ga tidak mengam­bil barang dari lokasi kece­lakaan kare­na ter­ma­suk dalam kat­e­gori barang milik pihak lain. Namun, war­ga berdal­ih mere­ka mem­ban­tu mengumpulkan agar udang tidak mence­mari lingkun­gan dan mem­per­sulit pem­ber­si­han jalan.

Berdasarkan hasil pemerik­saan awal, polisi men­duga rem truk tidak berfungsi opti­mal saat menu­runi jalan licin. Selain itu, muatan udang yang cukup berat juga mem­per­bu­ruk kese­im­ban­gan kendaraan. Jalan di kawasan Pusuk memang ker­ap men­ja­di lokasi rawan kece­lakaan, teruta­ma pada musim hujan kare­na tikun­gan tajam dan min­im pen­eran­gan jalan.

Beber­a­pa sak­si mata menye­butkan, truk sem­pat mela­ju den­gan kecepatan sedang sebelum akhirnya tergelin­cir ke sisi kiri jalan.

“Tadi truknya keli­hatan oleng wak­tu mau naik, lalu pas turunan malah ter­gul­ing. Untung sopirnya cepat kelu­ar,” kata salah satu war­ga setem­pat.

Jalan Raya Pusuk Lestari meru­pakan jalur penghubung uta­ma antara wilayah pesisir barat Lom­bok den­gan daer­ah perko­taan di Mataram. Jalur ini ker­ap dilalui kendaraan besar pen­gangkut hasil laut dan per­tan­ian. Kon­disi jalan yang menan­jak dan berliku di ten­gah kawasan hutan mem­bu­at penge­mu­di per­lu ekstra was­pa­da, teruta­ma saat hujan.

Pemer­in­tah Kabu­pat­en Lom­bok Barat sebelum­nya telah mengim­bau para sopir truk agar memas­tikan kon­disi kendaraan pri­ma sebelum melin­tas di jalur terse­but. Sosial­isasi ten­tang kese­la­matan berk­endara di jalan menan­jak juga rutin dilakukan, namun insi­d­en seper­ti ini masih ker­ap ter­ja­di.

Petu­gas Dishub dan Sat­lantas beren­cana memasang ram­bu tam­ba­han ser­ta mem­per­bai­ki drainase di beber­a­pa titik rawan agar air hujan tidak mengge­nan­gi per­mukaan jalan.

  Kebakaran Berulang Paesan Kedungwuni, Warga Masih Waspada

Ung­ga­han video dan foto keja­di­an dari akun @info.cigadung lang­sung men­da­p­at berba­gai reak­si di media sosial. Banyak peng­gu­na memu­ji sol­i­dar­i­tas war­ga yang turun mem­ban­tu, semen­tara seba­gian lain meny­oroti kebi­asaan masyarakat yang cen­derung mengeru­mu­ni lokasi kece­lakaan tan­pa men­ja­ga jarak aman.

Komen­tar neti­zen beragam, mulai dari rasa pri­hatin ter­hadap sopir hing­ga can­daan men­ge­nai “panen udang dadakan” di ten­gah hujan deras. Namun may­ori­tas war­ganet mengin­gatkan pent­ingnya empati dan tidak mengam­bil keun­tun­gan dari musi­bah.

“Ban­tu boleh, tapi jan­gan sam­pai ambil barang orang lain. Semoga sopirnya cepat pulih,” tulis salah satu peng­gu­na.

Sete­lah pros­es evakuasi sele­sai, petu­gas mengevakuasi truk ke pos ter­dekat untuk diperik­sa. Udang yang masih layak kon­sum­si dia­mankan oleh perusa­haan pen­gangkut, sedan­gkan yang rusak dibuang untuk mence­gah pence­maran.

Kapolsek Gunungsari meny­atakan bah­wa pihaknya akan memerik­sa sopir dan pemi­lik truk untuk memas­tikan aspek kese­la­matan dan izin pen­gangku­tan sesuai keten­tu­an. “Kami imbau semua penge­mu­di angku­tan berat agar lebih berhati-hati teruta­ma saat cua­ca ekstrem. Kon­disi licin bisa fatal jika tidak diantisi­pasi,” tam­bah­nya.

Insi­d­en ter­gul­ingnya truk pen­gangkut udang vaname di Pusuk Lestari men­ja­di pela­jaran pent­ing bagi selu­ruh peng­gu­na jalan agar selalu was­pa­da, teruta­ma di kawasan rawan kece­lakaan. War­ga dan aparat yang sigap turun tan­gan menun­jukkan nilai gotong roy­ong yang masih hidup di ten­gah masyarakat, meskipun diwar­nai perde­batan men­ge­nai tin­dakan mengumpulkan muatan yang tumpah.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, arus lalu lin­tas di kawasan Pusuk sudah kem­bali nor­mal, semen­tara pihak kepolisian terus melakukan penye­lidikan men­dalam terkait penye­bab pasti kece­lakaan terse­but. (Ahm/abd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *