Berita Daerah

Macet Parah di TB Simatupang, Netizen Sebut Jakarta Jalur Tengkorak

717
×

Macet Parah di TB Simatupang, Netizen Sebut Jakarta Jalur Tengkorak

Sebarkan artikel ini

Jakarta, SniperNew.id – Lalu lintas di Ibu Kota kembali menjadi sorotan. Kali ini, kemacetan parah terjadi di Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, pada Selasa malam (5/8/2025). Dalam unggahan yang viral di media sosial Threads, akun @jakarta.terkini membagikan video situasi lalu lintas yang nyaris tak bergerak, memperlihatkan ratusan kendaraan memadati ruas jalan di malam hari.

“Yuk absen rombongan orang sabar 😎,” tulis akun resmi @jakarta.terkini yang sudah terverifikasi dengan centang biru, dalam unggahan 29 menit yang lalu. Dalam keterangannya, mereka menyebut bahwa pantauan tersebut diambil dari Jalan T.B. Simatupang, Jakarta, pada Selasa malam. Postingan ini pun disertai tagar #JakartaTerkini dan menyebut akun pengguna lain bernama @bagindaa__

Dalam cuplikan video yang dibagikan, terlihat suasana jalan yang padat merayap dengan suara klakson dan lampu kendaraan yang tak kunjung bergerak maju. Tulisan pada video berbunyi. “Jakarta Terkini – Tiap hari begini 🕊️”
menggambarkan situasi yang seolah menjadi rutinitas harian bagi warga Ibu Kota.

Postingan ini langsung mendapat berbagai reaksi dari warganet yang mayoritas mengeluhkan situasi lalu lintas Jakarta yang semakin tak terkendali. Beberapa komentar dari netizen yang paling menonjol antara lain:

@gupokgpk. “Ada apa sih buruk banget JKT 😥😢😢”
Mengungkapkan kekesalannya terhadap kondisi Jakarta yang menurutnya makin memburuk, khususnya dalam hal kemacetan.

Komentar lainnya dari akun yang sama:
“Gila😢 kebayang apra pejuang rupiah 😢😢 salam sabar salam sehat 🙏🙏🙏”
Menunjukkan simpati terhadap para pekerja yang harus melalui kemacetan ini setiap hari demi mencari nafkah.

Tak kalah pedas, masih dari akun @gupokgpk:
“Maudzubillah, loe aja deh gw enggak 😢🙏”
Menandakan keengganan pribadi untuk mengalami situasi yang sama.

@d_hadi_saja:
“Jangan lupa selalu bawa baju ganti, Semoga tetep sehat sehat semua.”
Komentar yang menyiratkan bahwa kemacetan bisa memakan waktu sangat lama bahkan hingga membuat pengendara harus siap secara fisik dan logistik.

@muhuila_habib:
“Jalur tengkorak”
Ucapan singkat namun penuh makna, menunjukkan bahwa jalur tersebut sudah dianggap sebagai “jalur maut” karena risiko, stres, dan tekanan yang menyertainya setiap hari.

Kemacetan di Jalan T.B. Simatupang bukanlah kejadian pertama. Wilayah ini memang dikenal sebagai salah satu titik rawan macet, terutama di jam-jam sibuk. Berdekatan dengan akses tol dan kawasan bisnis, arus kendaraan di jalur ini selalu padat dan kerap kali tak bergerak selama berjam-jam. Kondisi seperti ini menambah beban psikologis dan fisik bagi pengendara, terutama mereka yang bekerja harian dan menggantungkan hidupnya dari mobilitas cepat di kota besar.

Unggahan dari @jakarta.terkini dan reaksi dari warganet menjadi potret nyata bagaimana warga Jakarta sudah berada di titik jenuh terhadap permasalahan kemacetan yang tak kunjung teratasi. Komentar “tiap hari begini” menjadi bukti bahwa masyarakat telah kehilangan harapan akan adanya perubahan signifikan dalam sistem lalu lintas.

Komentar yang menyebut para “pejuang rupiah” menyiratkan empati mendalam terhadap para pekerja keras yang setiap hari harus melalui medan yang berat, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental. Mereka adalah pengemudi ojek online, kurir, pedagang keliling, dan karyawan kantor yang bergantung pada ketepatan waktu, namun harus berhadapan dengan kemacetan sebagai musuh utama.

Salah satu pengguna, @d_hadi_saja, bahkan menyarankan untuk selalu membawa baju ganti, yang memperlihatkan betapa ekstrimnya perjalanan yang harus mereka tempuh setiap harinya. Komentar tersebut juga mengandung doa agar semua tetap sehat sebuah pengingat bahwa kemacetan bukan hanya isu infrastruktur, tapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Fenomena ini kembali menegaskan urgensi bagi pemerintah DKI Jakarta dan pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang terhadap kemacetan. Mulai dari penataan ulang jalur, perluasan transportasi umum yang efisien, hingga pengendalian jumlah kendaraan pribadi di jalanan. Tanpa adanya terobosan signifikan, warga Jakarta akan terus menjadi “rombongan orang sabar” seperti yang disebutkan dalam unggahan viral tersebut.

Unggahan dari akun @jakarta.terkini bukan sekadar dokumentasi lalu lintas biasa, melainkan sebuah bentuk kritik sosial yang menggugah. Di balik candaan “tiap hari begini”, ada jeritan diam warga yang terjebak dalam kemacetan yang tampaknya menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup di Jakarta. Respons warganet yang penuh empati, kelelahan, bahkan kemarahan, menunjukkan betapa seriusnya masalah ini dan perlunya langkah nyata agar Jakarta tidak terus-menerus menjadi “jalur tengkorak” bagi para pejuang kehidupan.

(Snipernew | Jakarta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *