Berita Peristiwa

Massa GABDEM Geruduk Gedung KPK, Desak Usut Dugaan Korupsi Rp12 Miliar di Proyek Bawaslu

897
×

Massa GABDEM Geruduk Gedung KPK, Desak Usut Dugaan Korupsi Rp12 Miliar di Proyek Bawaslu

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id - Suasana di depan Gedung Komisi Pem­ber­an­tasan Korup­si (KPK) pada Senin siang men­dadak tegang. Sekelom­pok mas­sa yang men­gatas­na­makan diri Ger­akan Arus Bawah Demokrasi (GABDEM) melakukan aksi unjuk rasa menun­tut pene­gakan hukum terkait dugaan korup­si proyek Com­mand Cen­ter dan ren­o­vasi gedung Badan Pen­gawas Pemilu (Bawaslu) yang dise­but-sebut merugikan negara hing­ga Rp12 mil­iar.

Aksi terse­but men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah video dan ung­ga­han dari akun media sosial @suaraakarrumputt viral di berba­gai plat­form. Dalam ung­ga­han itu, ter­li­hat sejum­lah demon­stran berusa­ha masuk ke area Gedung KPK den­gan mem­bawa span­duk dan poster bertuliskan desakan agar lem­ba­ga anti­ra­suah ser­ta Kejak­saan Agung segera turun tan­gan.

Dalam ung­ga­han yang diung­gah dua menit sebelum viral, akun terse­but menulis. “Mas­sa dari Ger­akan Arus Bawah Demokrasi (GABDEM) memak­sa masuk ke Gedung KPK usai aksi mere­ka tak digubris. Mere­ka menun­tut KPK dan Keja­gung memerik­sa dugaan korup­si proyek Com­mand Cen­ter dan ren­o­vasi gedung Bawaslu yang diduga merugikan negara hing­ga Rp12 mil­iar. GABDEM mende­sak agar peja­bat Bawaslu seper­ti Rah­mat Bag­ja dan jajaran terkait segera diperik­sa dan dipros­es hukum secara transparan.”

Video berdurasi singkat dalam ung­ga­han itu mem­per­li­hatkan situ­asi di depan Gedung KPK. Beber­a­pa orang tam­pak berlari sam­bil berusa­ha mem­bu­ka pagar masuk. Petu­gas kea­manan ter­li­hat beru­paya meng­ha­lau mas­sa agar tidak memak­sa masuk. Semen­tara di belakang, ter­den­gar suara orasi yang menun­tut pene­gakan hukum secara adil dan transparan.

  Mega Gelombang Terjang Mercusuar Terkenal, Wisatawan Panik

Pihak yang melakukan aksi adalah Ger­akan Arus Bawah Demokrasi (GABDEM), sebuah kelom­pok masyarakat sip­il yang dike­nal aktif dalam isu antiko­rup­si dan pen­gawasan pemer­in­ta­han. Dalam perny­ataan­nya, GABDEM mene­gaskan bah­wa aksi terse­but meru­pakan ben­tuk keke­ce­waan ter­hadap lam­ban­nya respon lem­ba­ga pene­gak hukum dalam menin­dak­lan­ju­ti lapo­ran dugaan korup­si proyek besar di lingkun­gan Bawaslu.

Menu­rut perny­ataan yang diku­tip dari orasi di lokasi, mas­sa men­duga adanya peny­im­pan­gan dalam proyek pem­ban­gu­nan Com­mand Cen­ter dan ren­o­vasi kan­tor Bawaslu yang menelan anggaran hing­ga mil­iaran rupi­ah. Mere­ka meni­lai proyek terse­but sarat kejang­galan mulai dari pros­es ten­der hing­ga pelak­sanaan.

GABDEM juga menyerukan agar Ket­ua Bawaslu Rah­mat Bag­ja dan jajaran­nya segera diperik­sa oleh KPK maupun Keja­gung, kare­na diang­gap bertang­gung jawab atas kebi­jakan dan pelak­sanaan proyek terse­but.

Aksi ini ter­ja­di pada Senin siang di depan Gedung KPK, Jakar­ta Sela­tan. Berdasarkan pan­tauan dari video yang diung­gah, situ­asi di lokasi berlang­sung cukup panas sela­ma beber­a­pa menit. Mas­sa sem­pat memak­sa mem­bu­ka pagar besi gedung, namun akhirnya berhasil dite­nangkan oleh aparat kea­manan.

Peri­s­ti­wa ini juga men­ja­di per­ha­t­ian war­ga sek­i­tar dan peng­gu­na jalan yang sem­pat ter­gang­gu oleh aksi terse­but. Beber­a­pa sak­si mata men­gungkap­kan bah­wa aksi berlang­sung damai pada awal­nya, namun mem­anas keti­ka pihak KPK tidak segera mere­spons aspi­rasi mas­sa.

Akar dari aksi ini beraw­al dari keti­dakpuasan pub­lik ter­hadap transparan­si pen­gelo­laan anggaran di Bawaslu, khusus­nya dalam proyek yang dise­but-sebut memi­li­ki nilai fan­tastis hing­ga Rp12 mil­iar.

Menu­rut GABDEM, dugaan korup­si itu men­cakup pen­gadaan perangkat teknolo­gi dan pem­ban­gu­nan sis­tem Com­mand Cen­ter Bawaslu yang diduga tidak sesuai spe­si­fikasi dan berpoten­si merugikan keuan­gan negara.

Mere­ka juga menud­ing bah­wa lapo­ran masyarakat men­ge­nai dugaan peny­im­pan­gan terse­but belum ditin­dak­lan­ju­ti secara serius oleh KPK maupun Keja­gung. Oleh kare­na itu, mas­sa merasa per­lu datang lang­sung ke gedung anti­ra­suah untuk mende­sak agar kasus itu segera diperik­sa.

  Kecelakaan Mobil di Flyover Slipi Sebabkan Kemacetan Panjang

“Kalau lem­ba­ga seper­ti KPK diam saja ter­hadap lapo­ran raky­at, maka sia­pa lagi yang bisa dihara­p­kan untuk mene­gakkan hukum secara jujur dan adil,” teri­ak salah satu ora­tor GABDEM dalam reka­man video yang diung­gah akun terse­but.

Dalam video berdurasi sek­i­tar 30 detik itu, ter­li­hat mas­sa sem­pat menarik tali dan men­dorong bagian pagar masuk ke kom­pleks Gedung KPK. Petu­gas kea­manan inter­nal bersama beber­a­pa anggota kepolisian kemu­di­an sigap mence­gah mas­sa agar tidak masuk ke area gedung.

Meskipun situ­asi sem­pat mem­anas, aksi terse­but tidak menim­bulkan ben­trok fisik yang berar­ti. Sete­lah beber­a­pa per­wak­i­lan GABDEM diter­i­ma untuk berdia­log, mas­sa per­la­han mem­bubarkan diri den­gan tert­ib.

Beber­a­pa ora­tor juga sem­pat mem­bagikan sele­baran berisi tun­tu­tan mere­ka kepa­da media yang meliput di lokasi. Dalam sele­baran itu, GABDEM menuliskan empat poin tun­tu­tan uta­ma:

1. Mende­sak KPK dan Keja­gung segera memerik­sa dugaan korup­si proyek Com­mand Cen­ter dan ren­o­vasi Gedung Bawaslu seni­lai Rp12 mil­iar.

2. Menun­tut transparan­si dalam selu­ruh pros­es pen­gadaan dan pem­ban­gu­nan fasil­i­tas Bawaslu.

3. Mem­inta Ket­ua Bawaslu Rah­mat Bag­ja dan jajaran terkait diperik­sa secara hukum.

4. Meno­lak segala ben­tuk inter­ven­si poli­tik yang dap­at melemahkan pros­es penye­lidikan kasus ini.

Hing­ga beri­ta ini diter­bitkan, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak Bawaslu men­ge­nai aksi terse­but. Namun beber­a­pa sum­ber di inter­nal lem­ba­ga itu menye­butkan bah­wa proyek Com­mand Cen­ter meru­pakan bagian dari pro­gram dig­i­tal­isasi pen­gawasan pemilu, yang telah melalui pros­es pen­gang­garan dan audit berlapis.

Semen­tara itu, pihak KPK belum mem­berikan kon­fir­masi res­mi terkait lapo­ran GABDEM. Salah satu peja­bat humas KPK yang dihubun­gi awak media menye­but bah­wa semua lapo­ran masyarakat akan dipros­es sesuai mekanisme hukum yang berlaku, ter­ma­suk tahap ver­i­fikasi awal sebelum naik ke penye­lidikan.

  Ratusan Warga dan Pelajar di Lembang Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

“Semua lapo­ran kami tin­dak­lan­ju­ti berdasarkan data dan buk­ti awal yang ada. Kami tidak bisa menin­dak hanya berdasarkan tekanan pub­lik,” ujar sum­ber terse­but den­gan tegas.

Ung­ga­han dari akun @suaraakarrumputt den­gan tagar #KPK #bawaslu #keja­gung #korup­si #fyp den­gan cepat men­da­p­at ribuan tayan­gan dan ratu­san komen­tar. May­ori­tas war­ganet meny­oroti keberan­ian mas­sa GABDEM dalam mende­sak lem­ba­ga hukum untuk lebih ter­bu­ka.

Seba­gian komen­tar juga mem­per­tanyakan men­ga­pa proyek seni­lai mil­iaran rupi­ah terse­but jarang men­da­p­at sorotan pub­lik sebelum­nya. Tak sedik­it pula yang men­dukung langkah GABDEM seba­gai ben­tuk pen­gawasan raky­at ter­hadap lem­ba­ga penye­leng­gara pemilu.

Namun, ada pula peng­gu­na yang mengin­gatkan agar aksi mas­sa tetap mengede­pankan eti­ka hukum dan tidak men­garah pada tin­dakan anark­istis.

Sete­lah aksi terse­but, GABDEM beren­cana melayangkan lapo­ran res­mi ke KPK dan Keja­gung dis­er­tai buk­ti-buk­ti dugaan peny­im­pan­gan proyek. Mere­ka juga meny­atakan akan terus men­gaw­al pros­es hukum hing­ga tun­tas dan memas­tikan pub­lik men­da­p­at infor­masi transparan terkait peng­gu­naan anggaran di Bawaslu.

“Kami tidak akan berhen­ti sam­pai ada keje­lasan hukum. Ini bukan ten­tang poli­tik, tapi ten­tang tang­gung jawab pub­lik ter­hadap uang negara,” kata salah satu koor­di­na­tor aksi dalam perny­ataan ter­tulis yang dibagikan usai demon­strasi.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di sinyal kuat bah­wa isu transparan­si dan integri­tas lem­ba­ga penye­leng­gara pemilu masih men­ja­di per­ha­t­ian uta­ma masyarakat. Desakan GABDEM di Gedung KPK hari ini menun­jukkan bah­wa pub­lik menun­tut keje­lasan dan kead­i­lan tan­pa pan­dang bulu.

Mes­ki situ­asi di lapan­gan telah kon­dusif, gema tun­tu­tan “usut tun­tas korup­si proyek Bawaslu” masih mengge­ma di jagat maya. Kini, bola bera­da di tan­gan lem­ba­ga hukum untuk men­jawab kere­sa­han pub­lik den­gan langkah nya­ta dan transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *