Bandung, SniperNew.id — Aksi protes yang dilakukan warga Bandung kembali menarik perhatian publik. Gabungan Rakyat Anti Penggusuran turun ke jalan pada Kamis siang, 4 September 2025, dengan cara tak biasa: massa melemparkan sampah ke gerbang Gedung DPRD Jawa Barat. Aksi ini disebut sebagai simbol kekecewaan terhadap wakil rakyat yang dinilai abai pada penderitaan warga.
Insiden tersebut diunggah oleh akun media sosial info.cigadung melalui platform Threads, yang memicu reaksi luas dari netizen. Unggahan ini menampilkan cuplikan suasana aksi dengan keterangan.
“Aksi Warga Bandung! Gabungan Rakyat Anti Penggusuran kembali turun ke jalan. Kali ini mereka membuang sampah di gerbang DPRD Jabar sebagai simbol kekecewaan terhadap wakil rakyat yang dianggap abai pada penderitaan warga, Kamis 4 September 2025 siang hari ini.”
Selain itu, unggahan tersebut dilengkapi teks tebal dalam video. “Kembali demo, massa aksi lempar sampah ke Gedung DPRD, baru juga kemarin di…”
Aksi ini langsung menuai kritik dari warganet yang menganggap cara penyampaian aspirasi tersebut merugikan banyak pihak, terutama petugas kebersihan dan masyarakat umum.
Kolom komentar unggahan itu ramai dengan berbagai pendapat. Sejumlah akun mengungkapkan kekecewaan terhadap aksi demonstrasi dengan melempar sampah. Berikut rangkuman komentar netizen berdasarkan pantauan:
badut_katakata berkomentar. “Emang ada yang bayar. Sudah jelas kemarin KDM menjembatani diskusi dan penyampaian tuntutan mahasiswa disampaikan langsung ke DPRD Jabar. Dan akan diteruskan ke pusat. Trus apa yang kalian tuntut. Coba salah satu suruh orasi. Glagepan.”
atty_nabil menyoroti provokasi dalam aksi ini. “Astagfirullah hal aziiimm, gak ada lelahnya ‘mereka’ memprovokasi rakyat yaa supaya rusuh terusss.”
design_by_nadya menulis. “Iah yang kasihan nanti petugas kebersihannya, rakyat bawah juga, miris.”
hendrii_aldo menyindir dengan nada sarkastis. “Yang demo sedang menyalurkan hobinya.”
Komentar pedas datang dari akun adhya.larasati yang mengaku menyaksikan langsung kondisi Gedung DPRD Jabar. Ia menuturkan adanya spanduk dari komunitas ojek online (ojol) yang meminta agar gedung tidak dikotori kembali setelah dibersihkan. “Aku tadi siang lewat sini dan lihat sendiri Gedung DPRD udah ada spanduk kurang lebih tulisannya:
‘Gedung DPRD sudah kami bersihkan, tolong jangan kotori atau dirusak lagi. Tertanda Persatuan Ojol.’
Kalau aku jadi ojol yang ikut bersihkan kemarin, aku marah sih. Udah damai kok disulut lagi. Aspirasi mahasiswa juga sudah didengar DPRD di Gedung Sate kemarin.”
Komentar ini menggarisbawahi ketidakpuasan masyarakat atas aksi lanjutan meski sudah ada pertemuan sebelumnya antara mahasiswa dan DPRD.
Akun timotiusyagami dan beberapa lainnya mempertanyakan motif di balik aksi tersebut:
timotiusyagami. “Perasaan kemaren dah dialog terbuka, dah didengar juga, ini pendemo bayaran darimana lagi? Mentang-mentang demo-nya siang biar gak dikira provokator gitu? Kurasa netizen tak sebodo itu.”
wangweywey menimpali dengan nada kesal. “Baru kemarin dibersihkan, ojol pun ikut bersih-bersih, berpikir waras, anda itu dari belakang ditikam dan ditungganggi.”
maiamaikece205 juga menilai aksi tersebut sudah tidak wajar. “Ini si sudah tidak benar, kecuali tidak direspons sama KDM, wah kaca.”
Banyak netizen mengeluhkan dampak aksi demonstrasi ini, terutama karena mengotori fasilitas umum. Akun santi_meila menulis panjang lebar soal empati. “Ya Allah, Ibu-ibu bapak-bapak… itu yang bersihin nanti saudara-saudara kita juga yang menyapu jalanan. Gak kasian sama yang kerjanya beberesih? Gak punya empati… malah ketawa-ketawa meni bahagia gitu… sadar gak itu teh?”
Komentar serupa datang dari akun jrobin_jr. “Provokasiterus bayarin terus mau-maunya aja tuh masyarakat yang demo gituan tak beradab. Mungkin gak lihat medsos keterangan Pak Gub dan aparat pemerintah Jabar. Ini mah sengaja buang sampah, sungguh aneh demo kayak gini.”
Akun layla231m juga menambahkan. “Membuat kotor, menyusahkan orang lain untuk membersihkannya.”
Sementara itu, dadan_brother mengusulkan hukuman sosial bagi mereka yang membuang sampah sembarangan saat aksi. “Nahon maksudnya ini lain ngotoran kota atuh pan judulnya… malah miceun sampah. Hukum eta jelema nu miceun sampah jadi petugas kebersihan saminggu/sabulan, meh ngarasa.”
Aksi demonstrasi Gabungan Rakyat Anti Penggusuran dilakukan dengan melemparkan sampah ke gerbang Gedung DPRD Jawa Barat sebagai bentuk protes dan simbol kekecewaan terhadap anggota dewan. Aksi ini viral setelah diunggah akun info.cigadung di media sosial.
Aksi ini dilakukan oleh Gabungan Rakyat Anti Penggusuran. Target kritik mereka adalah anggota DPRD Jawa Barat yang dinilai tidak memperhatikan penderitaan warga. Selain itu, komunitas ojol yang sebelumnya membersihkan area DPRD juga tersorot dalam diskusi publik.
Aksi berlangsung pada Kamis, 4 September 2025, siang hari. Video dan foto aksi mulai tersebar beberapa jam setelah kejadian.
Lokasi aksi berada di gerbang Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat.
Motif aksi adalah untuk menunjukkan kekecewaan terhadap DPRD Jabar, khususnya terkait isu penggusuran. Namun, banyak pihak menilai aksi ini kontraproduktif karena merusak fasilitas umum dan mengganggu ketertiban.
Massa datang ke lokasi dan melakukan aksi dengan cara membuang atau melemparkan sampah ke gerbang Gedung DPRD Jabar. Aksi ini direkam dan disebarkan di media sosial, memicu perdebatan di kolom komentar, dengan banyak netizen menilai aksi ini provokatif.
Banyak komentar yang mempertanyakan efektivitas aksi ini, terlebih setelah adanya pernyataan bahwa aspirasi mahasiswa sebelumnya sudah diterima DPRD. Kritikan netizen menilai aksi membuang sampah hanya menambah pekerjaan bagi petugas kebersihan dan merusak citra perjuangan rakyat.
Sebagian warganet bahkan mencurigai adanya provokasi atau kepentingan pihak tertentu di balik aksi ini. Beberapa komentar bernada sindiran menilai aksi seperti ini tidak mencerminkan cara penyampaian aspirasi yang santun dan solutif.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana aksi protes yang dilakukan dengan cara kontroversial dapat memicu reaksi keras dari masyarakat. Alih-alih mendapat simpati, aksi melempar sampah ke Gedung DPRD Jabar menuai kritik pedas, terutama karena dinilai merugikan banyak pihak, mulai dari petugas kebersihan hingga warga Bandung secara umum.
Meski aspirasi warga terkait isu penggusuran patut mendapat perhatian serius, cara penyampaiannya kini diperdebatkan. Publik berharap ada dialog terbuka yang konstruktif antara warga dan pemerintah tanpa harus mengorbankan kebersihan dan ketertiban kota. (Ahmad)













