Berita Ekonomi

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Medan Curhat: UMKM Kian Terjepit

851
×

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Medan Curhat: UMKM Kian Terjepit

Sebarkan artikel ini

Medan, SniperNew.id - Kon­disi ekono­mi yang belum sta­bil tam­paknya semakin dirasakan oleh pelaku Usa­ha Mikro, Kecil, dan Menen­gah (UMKM), khusus­nya para peda­gang pasar tra­di­sion­al. Sebuah video yang diung­gah oleh akun nazwashop dan diliput oleh media axialnews.id men­ja­di viral sete­lah menampilkan cura­han hati para peda­gang paka­ian dan fash­ion di salah satu pasar di Kota Medan, Senin (04/08).

Dalam ung­ga­han di plat­form Threads, yang sudah dil­i­hat sebanyak 528 kali, axialnews.id menuliskan, “Video viral diung­gah akun ‘nazwashop’ menampilkan cura­han hati para peda­gang #paka­ian & #fash­ion di salah satu pasar di Kota Medan yang men­geluhkan kon­disi sepi pem­be­li.”

  TV 24 Inci Bisa Kredit Tanpa DP? Netizen Auto Serbu Penawaran UMKM Ini!

Lebih lan­jut, para peda­gang yang diwawan­car­ai men­gungkap­kan kekhawati­ran mere­ka ter­hadap menu­run­nya minat masyarakat untuk berbe­lan­ja lang­sung di pasar. “Para #peda­gang men­gungkap­kan kekhawati­ran mere­ka ter­hadap menu­run­nya minat masyarakat #berbe­lan­ja lang­sung di #pasar,” tulis axialnews.id.

Dua tangka­pan layar dari video terse­but mem­per­li­hatkan suasana pasar yang lengang. Dalam gam­bar per­ta­ma, ter­li­hat beber­a­pa lapak paka­ian yang dipenuhi gan­tun­gan baju, namun tan­pa kera­ma­ian pem­be­li. Nama toko “NAZWA” ter­li­hat jelas di latar belakang. Di bagian bawah gam­bar terse­but ter­tulis “Viral Peda­gang Pasar” den­gan war­na oranye men­colok.

Gam­bar ked­ua menampilkan lorong pasar yang dipenuhi den­gan pajan­gan busana mus­lim seper­ti gamis dan kerudung. Beber­a­pa peda­gang tam­pak duduk sam­bil menung­gu calon pem­be­li yang tak kun­jung datang. Seo­rang wani­ta berhi­jab mer­ah tam­pak ber­jalan di ten­gah lorong yang kosong. Tulisan di layar berbun­yi, “Viral Peda­gang Pasar Curhat Kare­na Sepi”.

  Kontroversi Gaji Guru: Kritik Publik atas Kebijakan Pemerintah

Fenom­e­na ini bukan hanya ter­ja­di di Medan. Berdasarkan data yang dihim­pun dari berba­gai sum­ber, tren belan­ja online yang semakin masif, dita­m­bah den­gan tekanan ekono­mi glob­al dan daya beli masyarakat yang menu­run, men­ja­di fak­tor uta­ma sepinya pasar tra­di­sion­al di banyak kota di Indone­sia.

Sejum­lah peda­gang men­gaku bah­wa dalam beber­a­pa bulan ter­akhir omzet mere­ka menu­run drastis. “Biasanya di akhir pekan atau men­je­lang Lebaran kami ramai pem­be­li. Sekarang sepi terus, bahkan ada yang tidak laku sama sekali,” keluh seo­rang peda­gang yang tak dise­butkan namanya dalam video terse­but.

Pemer­in­tah sebe­narnya sudah beru­paya mem­berikan dukun­gan melalui pro­gram pem­bi­ayaan UMKM, pelati­han dig­i­tal mar­ket­ing, dan insen­tif pajak. Namun, seba­gian peda­gang pasar tra­di­sion­al masih kesuli­tan beradap­tasi den­gan peruba­han per­i­laku kon­sumen yang cen­derung memil­ih kenya­manan belan­ja dar­ing.

  PPATK Buka 28 Juta Rekening yang Diblokir: Rakyat Lega, Warganet Geram!

Penga­mat ekono­mi lokal men­yarankan agar para pelaku UMKM, khusus­nya peda­gang pasar, mulai mem­per­tim­bangkan strate­gi pemasaran hybrid, yakni meng­gabungkan metode pen­jualan offline dan online untuk men­jangkau pasar yang lebih luas.

“Pasar tra­di­sion­al tetap pun­ya keung­gu­lan, teruta­ma dalam hal inter­ak­si sosial, kual­i­tas barang yang bisa lang­sung dil­i­hat, dan har­ga yang bisa dinegosi­asikan. Tetapi adap­tasi dig­i­tal adalah sebuah keharu­san di era sekarang,” ujar seo­rang analis yang dim­intai komen­tar oleh media.

Kisah para peda­gang pasar di Medan ini men­ja­di gam­baran nya­ta beta­pa berat­nya tan­ta­n­gan yang dihadapi UMKM di ten­gah arus peruba­han zaman dan kon­disi ekono­mi yang tidak menen­tu. Para peda­gang berharap adanya solusi konkret dari pihak berwe­nang untuk mem­ban­tu meng­ger­akkan kem­bali roda perekono­mi­an pasar tra­di­sion­al yang sela­ma ini men­ja­di tulang pung­gung ekono­mi raky­at. [Abd].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *