Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

2.659 Rumah Terang, Ekonomi Warga Malut Ikut Menyala

169
×

2.659 Rumah Terang, Ekonomi Warga Malut Ikut Menyala

Sebarkan artikel ini

Bengku­lu Utara, SniperNew.id — Hari ini men­ja­di momen­tum berse­jarah bagi ribuan kelu­ar­ga di Maluku Utara. Sebanyak 2.659 rumah yang sebelum­nya hidup dalam gelap akhirnya res­mi menikmati terang listrik berkat pro­gram sosial berta­juk Light Up The Dream. Pro­gram ini diin­isi­asi oleh para pegawai PLN yang secara sukarela melakukan patun­gan untuk mem­ban­tu war­ga kurang mam­pu men­da­p­atkan akses listrik, Kamis (21/08/2025).

Ung­ga­han akun sosial “s_tjo” yang ramai diperbin­cangkan neti­zen meny­oroti langkah huma­n­is terse­but. Dalam ung­ga­han­nya, ia menuliskan, “Pegawai PLN patun­gan, nyalain hara­pan. Mulai 2026, Pem­prov juga siap ban­tu pasang listrik biar nggak ada lagi rumah gelap. Merde­ka itu keti­ka seti­ap kelu­ar­ga bebas dari kege­la­pan.”

Kali­mat seder­hana itu lang­sung menyu­lut rasa opti­misme banyak pihak. Sebab, di balik cahaya lam­pu yang kini meny­i­nari 2.659 rumah, ter­da­p­at hara­pan baru akan pen­ingkatan taraf hidup dan geli­at ekono­mi masyarakat.

Listrik bukan sekadar soal pen­eran­gan. Di banyak daer­ah pelosok Maluku Utara, keti­adaan listrik berar­ti aktiv­i­tas ekono­mi rumah tang­ga ber­jalan ter­batas. Usa­ha kecil seper­ti warung, kios fotokopi, peng­gilin­gan padi, hing­ga pen­jual es hanya bisa berop­erasi den­gan modal ter­batas atau bahkan tidak bisa berkem­bang sama sekali.

  Menteri Soroti Pegawai Bertato, Netizen Kritik Standar Ganda

Den­gan adanya listrik, skala usa­ha masyarakat bisa meningkat. Warung-warung kini dap­at meny­im­pan barang dagan­gan di kulkas, nelayan bisa men­gawetkan hasil tangka­pan ikan lebih lama, dan anak-anak bisa bela­jar den­gan pen­eran­gan layak. Tak her­an, banyak ekonom menye­but akses listrik seba­gai salah satu indika­tor kema­juan kese­jahter­aan daer­ah.

Pro­gram Light Up The Dream secara lang­sung mem­berikan dampak nya­ta. 2.659 rumah yang kini terang bukan hanya soal kebe­basan dari kege­la­pan, melainkan juga titik awal lahirnya pelu­ang ekono­mi baru.

Menariknya, pro­gram ini lahir bukan dari proyek besar negara, melainkan dari seman­gat gotong roy­ong. Para pegawai PLN iuran untuk mewu­jud­kan hara­pan masyarakat kurang mam­pu yang sela­ma ini belum bisa mem­ba­yar biaya pasang baru listrik.

Langkah kecil dari para pegawai itu men­jel­ma men­ja­di cahaya besar. Tan­pa menung­gu pro­gram sub­si­di res­mi, mere­ka berg­er­ak lebih dulu. Filosofi yang dipegang seder­hana: listrik adalah hak dasar, dan seti­ap kelu­ar­ga berhak merasakan terang.

Ger­akan inisi­atif ini juga mem­per­li­hatkan wajah lain dari BUMN. Bukan sekadar perusa­haan penye­dia ener­gi, PLN tampil seba­gai bagian dari masyarakat yang peduli. Keber­hasi­lan ini men­ja­di buk­ti bah­wa gotong roy­ong masih rel­e­van dan efek­tif untuk men­jawab masalah sosial-ekono­mi.

Kabar baiknya, pro­gram ini tidak berhen­ti di 2025. Pemer­in­tah Provin­si Maluku Utara meny­atakan siap mengam­bil per­an lebih besar mulai 2026. Melalui pro­gram ban­tu­an pemasan­gan listrik, Pem­prov menar­getkan agar tak ada lagi rumah tang­ga yang hidup tan­pa pen­eran­gan.

  Realisasi Dana Rutin Kecamatan Ambarawa Tahun 2024–2025 Berjalan Baik

Komit­men ini pent­ing, mengin­gat data menun­jukkan masih ada ribuan kelu­ar­ga di kawasan timur Indone­sia yang belum merasakan listrik. Den­gan dukun­gan Pem­prov, pro­gram Light Up The Dream dihara­p­kan bertrans­for­masi dari inisi­atif sosial men­ja­di ger­akan pem­ban­gu­nan daer­ah yang ter­struk­tur.

Jika ber­jalan lan­car, bukan tidak mungkin Maluku Utara akan men­ja­di salah satu provin­si den­gan rasio elek­tri­fikasi tert­ing­gi di Indone­sia. Dan dari sit­u­lah, fon­dasi ekono­mi masyarakat semakin kokoh.

Listrik adalah peng­ger­ak uta­ma ekono­mi mod­ern. Seti­ap kilo­watt yang ter­salurkan mem­bawa mul­ti­pli­er effect yang besar. Mis­al­nya, listrik memu­ngkinkan hadirnya usa­ha pen­go­la­han hasil bumi, mem­bu­ka pelu­ang indus­tri ruma­han, ser­ta men­dukung sek­tor pen­didikan dan kese­hatan.

Di Maluku Utara, poten­si ekono­mi lokal seper­ti perikanan, perke­bunan cengkeh, dan pari­wisa­ta dap­at tum­buh lebih pesat den­gan dukun­gan infra­struk­tur ener­gi. Desa-desa yang kini mulai terang berpoten­si menarik inves­tasi kecil, mis­al­nya usa­ha peng­gilin­gan, pendin­gin ikan, atau wisa­ta home­s­tay.

Den­gan kata lain, 2.659 rumah yang kini terang adalah inves­tasi sosial-ekono­mi jang­ka pan­jang. Anak-anak bisa bela­jar lebih baik, orang tua dap­at berusa­ha lebih pro­duk­tif, dan kual­i­tas hidup masyarakat meningkat.

Ungka­pan “Merde­ka itu keti­ka seti­ap kelu­ar­ga bebas dari kege­la­pan” men­da­p­at banyak dukun­gan war­ganet. Kali­mat ini bukan sekadar slo­gan, melainkan reflek­si dari kon­disi nya­ta yang sela­ma ini dihadapi seba­gian masyarakat.

Kemerdekaan sejati tidak hanya diukur dari upacara dan sim­bol-sim­bol, tetapi juga dari kemam­puan negara dan masyarakat mem­berikan akses yang setara ter­hadap sum­ber daya. Dalam hal ini, listrik adalah wujud nya­ta kemerdekaan mod­ern.

  D-Bank PRO Rilis Fitur Baru Transaksi Valas dengan Low-Cost Service, Kirim Uang ke Luar Negeri Jadi Lebih Hemat

Mes­ki pro­gram ini men­da­p­at apre­si­asi luas, masih ada peker­jaan rumah besar. Dis­tribusi listrik di daer­ah kepu­lauan masih meng­hadapi tan­ta­n­gan infra­struk­tur, biaya, ser­ta akses geografis. Tidak semua desa dap­at den­gan mudah dijangkau jaringan listrik kon­ven­sion­al.

Namun, tan­ta­n­gan ini juga mem­bu­ka ruang ino­vasi. Teknolo­gi ener­gi ter­barukan seper­ti tena­ga surya, mikro­hidro, dan hybrid sys­tem bisa men­ja­di solusi. Den­gan sin­er­gi antara PLN, Pem­prov, dan masyarakat, cita-cita “tak ada lagi rumah gelap” bukan­lah utopia.

Hara­pan­nya, apa yang dilakukan pegawai PLN melalui Light Up The Dream bisa men­ja­di inspi­rasi nasion­al. Jika seti­ap daer­ah men­er­ap­kan seman­gat seru­pa, rasio elek­tri­fikasi Indone­sia bisa men­ca­pai 100% lebih cepat dari tar­get.

Hari ini, 2.659 rumah di Maluku Utara tak lagi gelap. Lam­pu-lam­pu yang menyala bukan hanya meny­ingkirkan bayan­gan malam, tetapi juga menyalakan hara­pan baru. Pro­gram Light Up The Dream mem­buk­tikan bah­wa gotong roy­ong masih men­ja­di ener­gi uta­ma bangsa ini.

Keti­ka pemer­in­tah provin­si siap melan­jutkan estafet mulai 2026, maka cita-cita meng­hadirkan listrik bagi selu­ruh kelu­ar­ga Indone­sia semakin nya­ta.

Merde­ka, pada akhirnya, bukan hanya ten­tang poli­tik. Merde­ka adalah keti­ka seti­ap kelu­ar­ga bebas dari kege­la­pan, dan ekono­mi rumah tang­ga menyala bersama terang listrik.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *