Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Veteran Tua yang Terlupakan di Tengah Riuh Peringatan HUT RI ke-80 di Barito Utara

831
×

Veteran Tua yang Terlupakan di Tengah Riuh Peringatan HUT RI ke-80 di Barito Utara

Sebarkan artikel ini

Bar­i­to Utara, SniperNew.id —  Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Repub­lik Indone­sia di Kabu­pat­en Bar­i­to Utara berlang­sung meri­ah. Ribuan war­ga mema­dati Gedung Are­na Ter­bu­ka Tiara Batara. Suara march­ing band, ben­dera mer­ah putih yang berk­ibar gagah, hing­ga den­tu­man seman­gat orasi peja­bat daer­ah, semua berpadu dalam gegap gem­pi­ta suasana kemerdekaan, Senin (18/08/2025).

Namun, di balik keme­ri­ahan itu, terselip sebuah kisah yang menyen­tuh hati. Seo­rang vet­er­an tua, den­gan ser­agam lusuh dan topi khas pejuang perang, tam­pak ber­jalan pelan di ten­gah kera­ma­ian. Undan­gan res­mi yang ia ter­i­ma seo­lah men­ja­di jan­ji peng­hor­matan, tetapi keny­ataan di lapan­gan berka­ta lain: tidak ada satu pun yang menyam­but­nya, tak ada kur­si yang dise­di­akan, bahkan sapaan hangat pun tak ia ter­i­ma.

Langkah sang vet­er­an tam­pak gontai, namun penuh wibawa. Mes­ki ram­but­nya telah memu­tih dan tubuh­nya renta, sorot matanya masih meny­im­pan kisah pan­jang per­juan­gan melawan pen­ja­jah. Ia ber­jalan sendiri­an, men­em­bus hiruk-pikuk per­ayaan yang semestinya juga untuk dirinya.

  Sosialisasi Anti-Bullying Dimulai di SMAN 53 Cipinang

Semen­tara di atas pang­gung, dere­tan peja­bat bergant­ian menyam­paikan pida­to lan­tang ten­tang nasion­al­isme, per­sat­u­an, dan pen­gor­banan para pahlawan. Kam­era berderet merekam momen itu, sorak tepuk tan­gan men­girin­gi. Iro­nis­nya, tidak ada satu pun lensa kam­era yang menoleh pada sosok nya­ta dari sejarah per­juan­gan bangsa itu.

Momen terse­but men­ja­di potret yang pahit: seo­rang sak­si hidup kemerdekaan jus­tru ter­abaikan di negeri yang katanya merde­ka.

Bukan har­ta atau peng­har­gaan materi yang ia hara­p­kan. Seo­rang vet­er­an tua tidak lagi mem­inta jabatan atau keme­wa­han. Yang ia butuhkan hanya secuil peng­hor­matan, sebuah sapaan tulus, pen­gakuan bah­wa dirinya per­nah berjuang, per­nah mem­per­taruhkan nyawa demi mer­ah putih.

Namun yang ia dap­atkan hanyalah rasa sepi di ten­gah ribuan orang. Langkah­nya yang terseok-seok seo­lah tak ter­li­hat, pada­hal tan­pa darah, keringat, dan air mata orang-orang seper­tinya, per­ayaan kemerdekaan tidak akan per­nah ada.

“Yang beli­au hara­p­kan hanya dihar­gai, diin­gat, bukan dilu­pakan,” ucap salah seo­rang war­ga yang meli­hat lang­sung keja­di­an itu, den­gan nada kece­wa.

Per­ayaan HUT RI semestinya men­ja­di momen­tum per­sat­u­an sekali­gus peng­hor­matan kepa­da para pejuang. Tetapi hari itu jus­tru men­ja­di catatan kelam di Bar­i­to Utara. Di ten­gah hin­gar-bin­gar deko­rasi, bal­i­ho, dan pida­to megah, seo­rang pahlawan tua ber­jalan sendiri­an, seo­lah tak diang­gap ada.

  Bupati Maya di wakili Asisten I Buka Pencanangan Bulan Bakti Sosial IBI

Ironi ini semakin terasa keti­ka peja­bat sibuk berfo­to bersama di pang­gung, mem­bicarakan seman­gat nasion­al­isme, semen­tara sang vet­er­an hanya men­ja­di “penon­ton” yang tak dihi­raukan. Sebuah tam­paran keras bagi bangsa yang ser­ing kali lebih sibuk den­gan ser­e­mo­ni­al ketim­bang esen­si.

Kisah ini meny­isakan per­tanyaan besar: apakah bangsa ini benar-benar meng­har­gai para pejuangnya, atau hanya men­jadikan mere­ka sim­bol bela­ka seti­ap kali per­ayaan datang?

Sejarah tidak akan per­nah bohong. Kemerdekaan bangsa Indone­sia dite­bus den­gan pen­gor­banan jiwa dan raga. Para vet­er­an adalah sak­si hidup dari per­jalanan pan­jang itu. Mengabaikan mere­ka sama saja den­gan mengkhi­a­nati nilai per­juan­gan yang sela­ma ini dia­gungkan.

“Jan­gan sam­pai kita hanya sibuk den­gan ben­dera dan pang­gung megah, semen­tara jiwa-jiwa yang dahu­lu mem­per­taruhkan nyawa demi mer­ah putih terlu­pakan begi­tu saja,” tutur seo­rang tokoh masyarakat yang ikut menyak­sikan keja­di­an terse­but.

Mes­ki hari itu pahit, sang vet­er­an tetap ber­jalan tegak. Mungkin langkah­nya lam­bat, tapi tekad dan cin­tanya pada negeri ini tak per­nah padam. Ia adalah sim­bol kese­ti­aan, mes­ki ser­ing kali dibalas den­gan keti­dakpedu­lian.

  Pasar Tergenang Banjir, Buah dan Sampah Berserakan-Warga Soroti Kinerja Pemerintah Daerah

Di ten­gah sorotan kam­era yang hanya ter­tu­ju pada pang­gung, keber­adaan vet­er­an tua ini jus­tru men­ja­di beri­ta pal­ing berhar­ga. Sebuah pengin­gat keras bagi semua pihak, bah­wa merde­ka tidak hanya berar­ti bebas dari pen­ja­jah, tetapi juga bagaimana bangsa ini mem­per­lakukan orang-orang yang telah berjuang untuknya.

Peri­s­ti­wa ini harus men­ja­di cer­min bagi pemer­in­tah daer­ah maupun masyarakat. Meng­har­gai pejuang bukan hanya den­gan mem­beri undan­gan, melainkan memas­tikan mere­ka diberi tem­pat ter­hor­mat. Sebab, seke­cil apa pun peng­hor­matan, jauh lebih berar­ti dari­pa­da pida­to pan­jang lebar yang kosong.

Keti­ka seo­rang vet­er­an harus ber­jalan sendiri­an tan­pa arah di ten­gah pes­ta kemerdekaan, maka ada yang salah dalam cara kita mer­ayakan kemerdekaan itu sendiri.

HUT ke-80 Repub­lik Indone­sia di Bar­i­to Utara memang meri­ah. Namun, di balik gemer­lap itu, ter­sim­pan luka dan kepahi­tan. Seo­rang vet­er­an tua, pahlawan yang seharus­nya duduk di kur­si kehor­matan, jus­tru dia­baikan begi­tu saja.

Kisah ini men­ja­di alarm keras bagi bangsa Indone­sia: jan­gan sam­pai kita sibuk memu­ja sim­bol, tapi melu­pakan sosok nya­ta. Sebab tan­pa jasa mere­ka, tidak akan per­nah ada mer­ah putih yang berk­ibar gagah hing­ga hari ini.

Penulis: (Hen­ryanus)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *