Berita Daerah

DPRD Barito Utara Gelar RDP Bahas Dampak Limbah Tambang Batubara

611
×

DPRD Barito Utara Gelar RDP Bahas Dampak Limbah Tambang Batubara

Sebarkan artikel ini

Muara Teweh, SniperNew.id -
Dewan Per­wak­i­lan Raky­at Daer­ah (DPRD) Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, Kali­man­tan Ten­gah, mengge­lar Rap­at Den­gar Pen­da­p­at (RDP) bersama dua perusa­haan tam­bang, yakni PT Ener­gi Bar­i­to Aba­di (EBA) dan PT Bar­i­to Batu Coal (BBC), di Gedung DPRD Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, pada Selasa (7/10/2025).

Rap­at ini dilak­sanakan seba­gai tin­dak lan­jut atas lapo­ran masyarakat Keca­matan Teweh Sela­tan terkait dugaan pence­maran lingkun­gan aki­bat aktiv­i­tas tam­bang batubara yang diduga menim­bulkan dampak lim­bah berba­haya ter­hadap lahan per­tan­ian dan sum­ber air war­ga.

Ket­ua rap­at, H. Tau­fik Nugra­ha, S.Kom, memimpin jalan­nya agen­da yang dihadiri sejum­lah anggota DPRD Bar­i­to Utara, per­wak­i­lan Pemer­in­tah Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, ser­ta pihak perusa­haan.

Rap­at den­gar pen­da­p­at terse­but meru­pakan langkah pemer­in­tah daer­ah bersama DPRD untuk menin­dak­lan­ju­ti keluhan masyarakat, khusus­nya men­ge­nai dampak lim­bah tam­bang batubara ter­hadap lingkun­gan hidup, per­tan­ian, dan sum­ber air bersih.

Menu­rut lapo­ran yang masuk, masyarakat men­geluhkan adanya indikasi pence­maran lim­bah cair dari aktiv­i­tas per­tam­ban­gan yang dilakukan oleh dua perusa­haan terse­but. Dampak yang dikhawatirkan men­cakup kerusakan tana­man per­tan­ian, penu­runan kual­i­tas air sun­gai, hing­ga anca­man kese­hatan masyarakat aki­bat paparan zat kimia berba­haya dan poten­si radi­asi lim­bah tam­bang.

Dalam RDP terse­but, PT EBA diwak­ili oleh Indra Bayu Sapu­tra, sedan­gkan dari PT BBC hadir Supi­anor seba­gai per­wak­i­lan man­a­je­men perusa­haan. Ked­ua pihak diberikan kesem­patan untuk menyam­paikan klar­i­fikasi dan tang­ga­pan ter­hadap lapo­ran masyarakat terse­but.

  Kapolda Sumut Tinjau Pos Nataru Bandara Kualanamu

Rap­at berlang­sung den­gan suasana dia­log ter­bu­ka dan kon­dusif, di mana pihak DPRD mem­berikan sejum­lah per­tanyaan terkait pen­gelo­laan lim­bah tam­bang, izin lingkun­gan, ser­ta doku­men anal­i­sis dampak lingkun­gan (AMDAL) yang wajib dim­i­li­ki oleh seti­ap perusa­haan tam­bang.

H. Tau­fik Nugra­ha mene­gaskan bah­wa tujuan uta­ma RDP ini bukan untuk men­cari kesala­han, melainkan untuk men­cari solusi bersama agar aktiv­i­tas per­tam­ban­gan dap­at ber­jalan tan­pa merugikan masyarakat maupun merusak lingkun­gan.

“Kita harus mem­per­hatikan dampak lingkun­gan. Jan­gan sam­pai masyarakat merasa ter­gang­gu den­gan aktiv­i­tas tam­bang yang dijalankan. Mere­ka hidup dari bertani, itu sum­ber ekono­mi uta­ma mere­ka,” tegas H. Tau­fik Nugra­ha dalam rap­at terse­but.

Dalam pem­ba­hasan, DPRD meny­oroti kemu­ngk­i­nan adanya kan­dun­gan bahan kimia berba­haya (B3) ser­ta poten­si radi­asi dari lim­bah tam­bang batubara. Menu­rut Tau­fik, hal ini pent­ing untuk diantisi­pasi sejak dini agar tidak menim­bulkan kerusakan eko­sis­tem yang dap­at berdampak jang­ka pan­jang ter­hadap kehidu­pan masyarakat sek­i­tar tam­bang.

“Kita harus was­pa­da dan mengam­bil langkah anti­si­patif. Jan­gan sam­pai lim­bah yang dibuang sem­barangan menim­bulkan dampak racun atau radi­asi yang bisa mem­ba­hayakan lingkun­gan dan kese­hatan war­ga,” ujar Tau­fik menam­bahkan.

Pihaknya juga mem­inta agar ked­ua perusa­haan mela­porkan hasil uji lab­o­ra­to­ri­um lim­bah tam­bang secara berkala kepa­da pemer­in­tah daer­ah ser­ta memas­tikan sis­tem pen­go­la­han lim­bah (waste treat­ment) berfungsi opti­mal sesuai stan­dar lingkun­gan hidup nasion­al.

Lebih lan­jut, H. Tau­fik Nugra­ha juga mem­inta pihak perusa­haan segera meny­er­ahkan doku­men res­mi yang berkai­tan den­gan pen­gelo­laan lingkun­gan, di antaranya Anal­i­sis Men­ge­nai Dampak Lingkun­gan (AMDAL), izin pem­buan­gan lim­bah cair B3, ser­ta doku­men tata kelo­la lingkun­gan dan aktiv­i­tas tam­bang kepa­da Pemer­in­tah Kabu­pat­en Bar­i­to Utara.

  Pascabanjir Guci, Pembersihan Pancuran 13 Berlangsung Aman

Langkah ini dini­lai pent­ing untuk memas­tikan bah­wa kegiatan per­tam­ban­gan telah memenuhi keten­tu­an hukum dan reg­u­lasi lingkun­gan seba­gaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 ten­tang Per­lin­dun­gan dan Pen­gelo­laan Lingkun­gan Hidup, ser­ta Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 22 Tahun 2021.

“Kami mohon agar para investor bisa segera melengkapi dan meny­er­ahkan doku­men lingkun­gan kepa­da pemer­in­tah daer­ah. Ini ben­tuk tang­gung jawab kita bersama untuk men­ja­ga kelestar­i­an alam Bar­i­to Utara,” imbuh Tau­fik.

Per­wak­i­lan Pemer­in­tah Kabu­pat­en Bar­i­to Utara yang turut hadir dalam rap­at menyam­paikan dukun­gan­nya ter­hadap langkah DPRD dalam mem­perku­at fungsi pen­gawasan ter­hadap aktiv­i­tas per­tam­ban­gan. Pemer­in­tah daer­ah meni­lai, sin­er­gi antara leg­is­latif, ekseku­tif, dan pihak swasta san­gat dibu­tuhkan untuk men­ja­ga kese­im­ban­gan antara kegiatan ekono­mi dan kelestar­i­an lingkun­gan.

Dalam kesem­patan itu, pemer­in­tah juga menekankan pent­ingnya transparan­si perusa­haan dalam men­gelo­la lim­bah dan mela­porkan hasil mon­i­tor­ing lingkun­gan secara rutin kepa­da instan­si terkait.

“Seti­ap perusa­haan wajib men­ja­ga dan melin­dun­gi lingkun­gan di sek­i­tar area tam­bang. Pen­gelo­laan lim­bah harus dilakukan sesuai prose­dur agar tidak menim­bulkan dampak negatif bagi masyarakat,” ujar salah satu peja­bat yang hadir.

Semen­tara itu, sejum­lah per­wak­i­lan war­ga Keca­matan Teweh Sela­tan yang hadir dalam rap­at berharap agar hasil RDP kali ini tidak hanya berhen­ti pada pem­ba­hasan, tetapi beru­jung pada tin­dakan konkret. Mere­ka mem­inta agar aktiv­i­tas pem­buan­gan lim­bah tam­bang segera dieval­u­asi, dan perusa­haan diberikan batas wak­tu untuk mem­per­bai­ki sis­tem pen­gelo­laan lim­bah­nya.

War­ga juga meng­hara­p­kan agar pemer­in­tah melakukan pen­in­jauan lang­sung ke lapan­gan, guna memas­tikan tidak ada pelang­garan ter­hadap tata kelo­la lingkun­gan yang telah dis­ep­a­kati.

  Air Mulai Surut di Simpang Tugu Ikan, Warga Harapkan Kabar Keluarga

“Kami berharap pemer­in­tah dan DPRD benar-benar turun ke lapan­gan. Jan­gan sam­pai masalah ini terus berlarut, kare­na kami yang merasakan lang­sung dampaknya,” ungkap salah seo­rang war­ga seu­sai rap­at.

Rap­at den­gar pen­da­p­at yang berlang­sung sek­i­tar tiga jam terse­but akhirnya meng­hasilkan beber­a­pa rekomen­dasi pent­ing, di antaranya:

1. Perusa­haan wajib meny­er­ahkan doku­men AMDAL dan izin lingkun­gan lengkap kepa­da Pemer­in­tah Kabu­pat­en Bar­i­to Utara.

2. DPRD bersama Pemkab akan mem­ben­tuk tim pen­gawasan untuk meman­tau lang­sung sis­tem pen­gelo­laan lim­bah tam­bang di lapan­gan.

3. Pihak perusa­haan harus mem­per­bai­ki sis­tem pem­buan­gan lim­bah, agar tidak mence­mari lahan per­tan­ian dan sum­ber air war­ga.

4. Perusa­haan diwa­jibkan melakukan sosial­isasi dan pela­po­ran berkala kepa­da masyarakat sek­i­tar tam­bang men­ge­nai aktiv­i­tas lingkun­gan mere­ka.

5. Jika dite­mukan pelang­garan berat, maka DPRD akan merekomen­dasikan sanksi admin­is­tratif hing­ga penghent­ian semen­tara kegiatan tam­bang.

Den­gan berakhirnya RDP terse­but, DPRD Bar­i­to Utara berharap agar hubun­gan antara perusa­haan tam­bang, masyarakat, dan pemer­in­tah daer­ah dap­at ber­jalan har­mo­nis den­gan seman­gat tang­gung jawab lingkun­gan dan sosial.

“Kami tidak meno­lak inves­tasi, tetapi seti­ap kegiatan usa­ha harus sejalan den­gan kepentin­gan raky­at dan kelestar­i­an lingkun­gan. Ini komit­men kita bersama,” tut­up H. Tau­fik Nugra­ha.

RDP yang dige­lar di Gedung DPRD Bar­i­to Utara terse­but men­ja­di buk­ti nya­ta bah­wa pemer­in­tah daer­ah berkomit­men men­ja­ga kese­im­ban­gan antara pem­ban­gu­nan ekono­mi dan kelestar­i­an alam, agar Bar­i­to Utara tetap men­ja­di daer­ah yang berke­lan­ju­tan dan sejahtera bagi selu­ruh masyarakat­nya.

(Hen­ry / Redak­si Media Online)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *