Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Dugaan Korupsi Rp15M di Diskominfo Maros, LSM Pekan 21 Tuding Lambannya Audit BPKP Hambat Penegakan Hukum

496
×

Dugaan Korupsi Rp15M di Diskominfo Maros, LSM Pekan 21 Tuding Lambannya Audit BPKP Hambat Penegakan Hukum

Sebarkan artikel ini
Gambar ilustrasi, Doc. Istumewa

Maros, SniperNew.id — 16 Jan­u­ari 2025 – Kasus dugaan korup­si seni­lai Rp 15 mil­iar di Dinas Komu­nikasi dan Infor­mati­ka (Diskom­in­fo) Kabu­pat­en Maros semakin mem­anas. Lam­ban­nya pros­es audit keru­gian negara yang dilakukan Badan Pen­gawasan Keuan­gan dan Pem­ban­gu­nan (BPKP) men­ja­di sorotan tajam LSM Pekan 21.

Sekre­taris Jen­der­al LSM Pekan 21, Amir Kadir, menge­cam kin­er­ja BPKP yang dini­lai tidak menun­jukkan pro­gres sig­nifikan, mes­ki kasus ini telah dis­e­lidi­ki sejak tahun lalu.

  Belajar Serius tapi Tetap Kocak di Villa Ivan

Ia menye­but lam­ban­nya audit ini meng­ham­bat pene­gakan hukum dan berpoten­si menu­runk­an keper­cayaan pub­lik ter­hadap pemer­in­tah daer­ah dan insti­tusi pene­gak hukum.

“Kami tidak habis pikir, kena­pa hasil audit BPKP hing­ga saat ini belum juga kelu­ar. Apakah ada upaya untuk melin­dun­gi pihak ter­ten­tu? Pub­lik mem­bu­tuhkan transparan­si, bukan dra­ma yang mem­per­pan­jang pen­der­i­taan masyarakat aki­bat korup­si,” tegas Amir den­gan nada keras.

Amir juga menud­ing bah­wa sta­tus opi­ni Wajar Tan­pa Penge­cualian (WTP) yang diter­i­ma Kabu­pat­en Maros dari Badan Pemerik­sa Keuan­gan (BPK) tidak mencer­minkan pen­gelo­laan keuan­gan yang bersih.

Ia mem­inta BPKP untuk lebih teliti dalam mem­berikan rekomen­dasi kepa­da pemer­in­tah daer­ah, agar peng­har­gaan semacam WTP tidak lagi digu­nakan seba­gai tameng untuk menu­tupi prak­tik korup­si.

  Air Mata Perantau Saat Aceh Tamiang Tenggelam

“Opi­ni WTP seharus­nya men­ja­di sim­bol keuan­gan daer­ah yang transparan dan akunt­abel, bukan untuk men­cip­takan ilusi bersih yang jus­tru beru­jung pada kebo­co­ran anggaran,” tam­bah­nya.

Semen­tara itu, Kejak­saan Negeri Maros men­gungkap­kan bah­wa hing­ga kini sudah 86 sak­si diperik­sa dalam kasus ini.

Namun, penyidik men­gakui pros­es hukum tidak bisa dilan­jutkan tan­pa hasil res­mi dari BPKP terkait per­hi­tun­gan keru­gian negara.

“Kami sudah tiga kali ekspos den­gan BPKP, ter­akhir pada 9 Jan­u­ari. Tapi sam­pai sekarang, hasil per­hi­tun­gan keru­gian negara belum kami ter­i­ma. Kami berharap BPKP segera menye­le­saikan­nya agar kasus ini bisa segera ditun­taskan,” ujar Kas­in­tel Kejak­saan Negeri Maros Andi Unru.

Kasus ini bermu­la dari lapo­ran dugaan peny­im­pan­gan anggaran pen­gadaan jaringan inter­net di Diskom­in­fo Maros dari tahun 2021 hing­ga 2023.

Anggaran seni­lai Rp 5,1 mil­iar per tahun diduga dis­alah­gu­nakan, sehing­ga berpoten­si merugikan negara hing­ga Rp 15 mil­iar.

  Putus Fanbelt, UKW Lulus, Semangat Tak Putus

Pub­lik kini semakin resah atas lam­ban­nya penye­le­sa­ian kasus ini, yang dini­lai men­coreng kred­i­bil­i­tas pemer­in­tah daer­ah.

LSM Pekan 21 mengin­gatkan bah­wa lam­ban­nya penan­ganan kasus korup­si ini hanya akan mem­per­bu­ruk cit­ra Maros di mata masyarakat.

“Jika korup­si seper­ti ini tidak segera diungkap, maka bukan hanya uang negara yang hilang, tetapi juga keper­cayaan raky­at ter­hadap pemer­in­tah. Kami mende­sak kejak­saan dan BPKP untuk tidak bermain-main dalam menan­gani kasus ini,” tut­up Amir.

Den­gan tekanan pub­lik yang semakin besar, semua pihak kini menan­ti langkah tegas dari pene­gak hukum dan audit BPKP untuk segera mem­bongkar kasus korup­si yang telah menced­erai masyarakat Kabu­pat­en Maros. (Syam­sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *