Berita Ekonomi

Pasar Domestik Disebut “Jorok”, UMKM Tertekan Impor Ilegal

358
×

Pasar Domestik Disebut “Jorok”, UMKM Tertekan Impor Ilegal

Sebarkan artikel ini
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan paparan mengenai dampak barang impor ilegal terhadap pasar domestik dan penjualan produk UMKM. (Foto: Ilustrasi/Bisnis.

JAKARTA, SNIPERNEW.id – Akun Threads milik Bisnis.com mengunggah pernyataan terkait kondisi pasar domestik Indonesia yang disebut masih belum kondusif akibat maraknya barang impor ilegal, Sabtu (28/2/2026).

Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengakui kondisi pasar dalam negeri masih “jorok” karena rembesan produk ilegal dari luar negeri.

  Drama Buka Tutup Koperasi Desa Merah Putih

Dalam unggahan yang telah dilihat ratusan kali itu, akun terverifikasi tersebut menuliskan, “Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengakui kondisi pasar domestik Indonesia masih ‘jorok’ akibat rembesan barang impor ilegal dari China yang membanjiri pasar dalam negeri.”

Lebih lanjut, dikutip pula pernyataan Menteri UMKM, Maman Abdurrahman. Dalam unggahan tersebut tertulis,

“Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan banjir barang impor ilegal dari China membuat pelaku UMKM tetap kesulitan menjual produk di pasar, meski pemerintah telah memberikan intervensi berupa pembiayaan maupun pelatihan.”

Unggahan tersebut juga menyertakan tautan menuju laman Instagram serta dua materi visual. Pada salah satu gambar tertulis, “Menteri UMKM: Pasar RI Jorok Imbas Rembesan ‘Barang Ilegal’ dari China.”

  Al-Hidayah Pesawaran Tebar 102 Paket Santunan, Bupati Ajak Perkuat Kepedulian di Bulan Suci

Sementara pada materi visual lainnya tercantum kutipan pernyataan, “Pasar Indonesia ini becek, dan jorok. Jadi sebagus apapun kita bantu UMKM hari ini. Contoh misalnya UMKM A, kita bantu pembiayaan kepada mereka, support apapun pelatihan kepada mereka. Mereka bisa produksi, tapi mereka nggak bisa jual barang.”

Pernyataan tersebut menggambarkan kondisi yang dinilai menjadi tantangan bagi pelaku UMKM di tengah persaingan pasar.

Pemerintah, melalui Kementerian UMKM, disebut telah memberikan berbagai bentuk intervensi seperti akses pembiayaan dan pelatihan usaha. Namun demikian, hambatan distribusi dan penjualan produk dinilai masih terjadi akibat masuknya barang impor ilegal yang membanjiri pasar domestik.

  CCTV Sahur: Rumah DPRD Bogor Nyaris Dibobol

Unggahan itu juga menegaskan bahwa persoalan utama bukan semata pada kapasitas produksi UMKM, melainkan pada mekanisme pasar yang dinilai belum sepenuhnya sehat. Istilah “becek” dan “jorok” digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan kondisi pasar yang terdistorsi oleh praktik impor ilegal.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan tambahan dalam unggahan tersebut mengenai langkah penindakan yang akan dilakukan terhadap peredaran barang impor ilegal dimaksud. Namun, isu ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan distribusi barang serta perlindungan terhadap produk dalam negeri.

Berita ini disusun berdasarkan unggahan resmi akun Threads Bisnis.com sebagaimana terlihat pada waktu penelusuran.

Penulis (iskandar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *