BOGOR, SNIPERNEW.id — Cerita pada malam Kamis itu, 23 Oktober 2025, Villa Ivan di Megamendung dengan udara dingin khas pegunungan Bogor menjadi saksi pertemuan 19 peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 63. Ruangan sederhana itu berubah menjadi tempat belajar bersama yang penuh semangat, kekeluargaan, dan canda tawa.
Kami duduk lesehan di lantai keramik, sebagian membaca lembar-lembar materi UKW, sebagian lainnya sibuk membuka referensi melalui ponsel mereka. Di tengah lingkaran kecil itu, gelas-gelas kopi hitam dan charger berserakan, menandakan betapa semua orang benar-benar ingin siap menghadapi penguji esok hari.
Yang menarik, hampir semuanya datang dari provinsi yang berbeda-beda Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Batam, Aceh, Kabupaten Pringsewu Lampung , Jawa Barat, hingga peserta dari berbagai sudut Nusantara yang sebelumnya tidak saling mengenal. Namun malam itu, seolah tidak ada jarak di antara kami.
Perkenalan kami tidak pernah terasa canggung. Nama-nama yang awalnya asing, kini terdengar akrab.
Ada yang bertanya, “Bang, gimana cara nulis lead yang kuat?”
Ada juga yang menimpali, “Coba kau latihan jadi narasumber, biar kami belajar wawancara.”
Tawa pecah ketika ada yang salah menjawab latihan soal UKW, lalu mengulanginya dengan gaya berlebih yang membuat semua terpingkal. Tetapi setelah tawa mereda, semua kembali fokus, membaca ulang kode etik jurnalistik, tentang independensi, keakuratan, keberimbangan, dan larangan menyebarkan berita bohong.
Meski kami berasal dari banyak pulau berbeda, malam itu kami punya tujuan yang sama: menjadi wartawan yang kompeten, jujur, dan bertanggung jawab.
Dari yang semula tidak kenal sama sekali, kini hubungan kami terasa seperti keluarga kecil yang terbangun secara alami. Dalam suasana hangat itu, semua berbagi ilmu, berbagi pengalaman, dan bahkan berbagi motivasi satu sama lain.
Hingga larut malam, tidak ada satu pun yang terlihat lelah atau ingin berhenti.
Karena pada akhirnya, UKW bukan hanya ujian teknis tetapi juga perjalanan mental dan moral.
Di Villa Ivan, kami bukan hanya belajar untuk lulus. Kami belajar membangun integritas, karakter, dan persahabatan lintas daerah.
Motivasi: “Jurnalis Hebat Tidak Lahir dari Kebetulan”
Jurnalis yang baik bukan hanya mereka yang pandai menulis, tapi mereka yang mampu menjaga kebenaran, menyampaikan informasi secara adil, serta mengutamakan kepentingan publik.
Ingatlah…!, Kita datang dari pulau yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu profesi yang mulia. Setiap langkah belajar yang kita lakukan adalah bentuk penghormatan pada publik. Setiap berita yang kita terbitkan adalah tanggung jawab yang harus dijaga dengan hati-hati.
Jika malam itu kita mampu menahan dinginnya udara, menahan kantuk, dan tetap bersemangat saling mengajari, maka itu adalah bukti bahwa kita serius ingin menjadi jurnalis yang layak dipercaya.
“Teruslah belajar.
Teruslah jujur.
Teruslah menjaga etika.”
Karena wartawan hebat tidak muncul begitu saja, mereka dibentuk oleh kerja keras, integritas, dan niat baik untuk melayani kebenaran.
Penulis Pencipta: [iskandar]






