Berita PeristiwaTerupdate

Air Mata Perantau Saat Aceh Tamiang Tenggelam

235
×

Air Mata Perantau Saat Aceh Tamiang Tenggelam

Sebarkan artikel ini

ACEH TAMIANG,  SNIPERNEW.id –Sebuah unggahan di platform Threads menarik perhatian warganet setelah seorang perantau asal Tanah Terban, Aceh Tamiang, membagikan curahan hati tentang kondisi kampung halamannya yang terdampak banjir bandang. Unggahan tersebut disampaikan oleh akun sastore_atam1 yang mengaku saat ini sedang bekerja di Turki, Sabtu, 06 Desember 2025.

Dalam keteran­gan­nya, ia men­gungkap­kan kesedi­han men­dalam seti­ap kali menyak­sikan video ter­baru situ­asi ban­jir di wilayah Aceh Tami­ang, teruta­ma di kawasan Karang Baru, sek­i­tarnya, hing­ga Kota Kuala Sim­pang. Ia juga men­je­laskan bah­wa istri dan anaknya masih bera­da di daer­ah terse­but sebelum akhirnya mere­ka diungsikan ke rumah orang tuanya di Kota Langsa.

  Sekda Labura Tidak Membenarkan Adanya Angkutan Melewati Infrastruktur Jalan Melebihi Kapasitas 

Rumah­nya di Tanah Ter­ban dik­abarkan men­gala­mi kerusakan parah. Ia menye­but kehidu­pan kelu­ar­ganya “seo­lah harus dim­u­lai dari nol kem­bali”. Melalui ung­ga­han itu, ia menyam­paikan duka ser­ta hara­pan agar Aceh Tami­ang, khusus­nya Tanah Ter­ban, segera pulih.

  Upacara HUT RI Ke-79 Bersama Masyarakat Kecamatan Pangkatan

 “Rm h saya di Tanah Ter­ban han­cur lebur hidup serasa mulai dari 0 kem­bali. Salam duka dari saya yg saat ini sdg bek­er­ja di Tur­ki, smg Atam segera pulih kem­bali,” tulis­nya dalam ung­ga­han terse­but.

Postin­gan itu juga dis­er­tai video yang mem­per­li­hatkan kon­disi desa Kebun Tanah Ter­ban dan Tanah Ter­ban pas­ca ban­jir ban­dang, menun­jukkan pepo­ho­nan, rumah war­ga, ser­ta per­muki­man yang ter­dampak parah.

  Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu Berhasil Mengamankan Maling Motor 

Ban­jir ban­dang yang melan­da Aceh Tami­ang dalam beber­a­pa hari ter­akhir memang memicu kepri­hati­nan luas, baik dari war­ga lokal maupun para per­an­tau di luar negeri. Pemer­in­tah daer­ah terus melakukan pen­dataan kerusakan, penyalu­ran ban­tu­an, ser­ta pros­es evakuasi bagi war­ga ter­dampak.

Ung­ga­han emo­sion­al terse­but men­ja­di gam­baran nya­ta beta­pa besarnya dampak ben­cana bagi masyarakat, ter­ma­suk mere­ka yang jauh dari tanah kelahi­ran. Pemer­in­tah dan relawan dihara­p­kan dap­at mem­per­cepat pros­es pemuli­han agar war­ga bisa segera bangk­it.

Penulis: [Iskan­dar].


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *