SIJUNJUNJ, SNIPERNEW.id — Sebuah unggahan di media sosial Threads dari akun @suaraakarrumputt menyoroti peristiwa aksi penolakan sengketa lahan yang terjadi di Muaro Bodi, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Aksi tersebut dilaporkan berakhir ricuh dan menimbulkan korban dari pihak warga, Sabtu (27)12/2025).
Dalam keterangan unggahan tersebut disebutkan bahwa seorang pemuda dilaporkan mengalami patah kaki, sementara seorang perempuan paruh baya yang tengah hamil muda diduga mengalami keguguran. Peristiwa ini dikaitkan dengan tindakan pembubaran massa oleh aparat gabungan Satpol PP dan kepolisian.
Unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa tindakan aparat dalam membubarkan massa diduga berlangsung secara agresif, sehingga memicu kemarahan publik dan perdebatan luas di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan aspek kemanusiaan dan pendekatan aparat dalam menangani aksi penyampaian aspirasi warga.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kronologi lengkap kejadian maupun kondisi korban. Informasi ini masih bersumber dari unggahan media sosial dan memerlukan klarifikasi lanjutan dari pihak terkait.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya penanganan konflik agraria secara dialogis dan humanis, guna mencegah jatuhnya korban dari kalangan masyarakat sipil.
Penulis; (iskandar).






