Berita Hukum

Kasihhati Law Firm Soroti Penanganan Perkara Penganiayaan Polsek Mampang

365
×

Kasihhati Law Firm Soroti Penanganan Perkara Penganiayaan Polsek Mampang

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, SNIPERNEW.id —  Kantor Hukum Kasihhati Law Firm selaku kuasa hukum korban dugaan tindak pidana penganiayaan menyampaikan sikap resmi terkait penanganan perkara penganiayaan yang dilaporkan klien mereka, Muhamad Ridwan (23), sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian di Polsek Mampang, Jakarta Selatan.


Advokat Lilik Adi Gunawan, S.H., meny­atakan pihaknya meng­hor­mati kewe­nan­gan penyidik dalam menan­gani perkara terse­but. Namun demikian, ia mengin­gatkan agar selu­ruh pros­es pene­gakan hukum tetap ber­jalan sesuai keten­tu­an hukum acara pidana ser­ta men­jun­jung ting­gi prin­sip pro­fe­sion­al­i­tas aparat pene­gak hukum.

Kami meng­hor­mati kewe­nan­gan penyidik, namun per­lu diin­gat bah­wa pros­es penan­ganan perkara harus dilakukan secara pro­fe­sion­al, objek­tif, dan sesuai den­gan keten­tu­an hukum yang berlaku,” ujar Lilik Adi Gunawan, S.H. saat diwawan­car­ai awak media, Sab­tu (13/12/2025).

Ia mene­gaskan bah­wa perkara yang didampin­gi pihaknya meru­pakan dugaan tin­dak pidana pen­ga­ni­ayaan seba­gaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP, yang secara hukum meru­pakan delik biasa, bukan delik adu­an.

Den­gan demikian, penye­le­sa­ian perkara tidak dap­at diarahkan secara sepi­hak ke medi­asi atau restora­tive jus­tice, ter­lebih jika kor­ban men­gala­mi luka fisik dan trau­ma,” tegas­nya.

Menu­rut Lilik, mekanisme restora­tive jus­tice bersi­fat sukarela dan telah diatur dalam Per­at­u­ran Kepolisian Nomor 8 Tahun 2021. Oleh kare­na itu, mekanisme terse­but tidak boleh dijadikan seba­gai ben­tuk tekanan ter­hadap kor­ban untuk menghen­tikan pros­es hukum.

  Kejari Bireun Tahan “AI” Ketua BKAD Jeunib Atas Dugaan Penyelewengan Dana Simpan Pinjam PNPM

“Kami meni­lai bah­wa upaya penyidik yang secara beru­lang men­garahkan kor­ban untuk berdamai tan­pa ter­lebih dahu­lu menye­le­saikan pros­es penyidikan secara objek­tif berpoten­si menced­erai rasa kead­i­lan ser­ta menu­runk­an keper­cayaan pub­lik ter­hadap insti­tusi pene­gak hukum,” ujarnya.

Dalam perny­ataan resminya, Kasi­h­hati Law Firm mem­inta agar penyidik Polsek Mam­pang:

1. Men­jalankan pros­es penyidikan secara pro­fe­sion­al, objek­tif, dan transparan;

2. Tidak men­gon­disikan kelan­ju­tan perkara den­gan per­se­tu­juan medi­asi;

3. Mengede­pankan pene­gakan hukum berdasarkan alat buk­ti dan fak­ta hukum;

4. Meng­hor­mati hak kor­ban untuk mem­per­oleh kead­i­lan melalui pros­es pidana.

Lebih lan­jut, Lilik Adi Gunawan, S.H. menyam­paikan bah­wa pihaknya akan terus men­gaw­al perkara terse­but. Ia mene­gaskan tidak akan ragu men­em­puh mekanisme pen­gawasan inter­nal maupun ekster­nal apa­bi­la dite­mukan indikasi peny­im­pan­gan prose­dur dalam penan­ganan perkara.

  Seorang Terkait Perkara Tambang Kutai Barat Diperiksa

“Kami berharap insti­tusi Kepolisian tetap men­ja­di gar­da ter­de­pan pene­gakan hukum yang berkead­i­lan dan berin­tegri­tas. Kri­tik ini kami sam­paikan seba­gai ben­tuk kepedu­lian ter­hadap supre­masi hukum, bukan untuk mendiskred­itkan insti­tusi,” tutup­nya.

Lapo­ran: [Sufiyawan)]

Sum­ber: [Kasi­h­hati Law Firm]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *