Berita Hukum

Kuasa Hukum Kalapas Ingatkan Bahaya Menghakimi Tanpa Bukti

343
×

Kuasa Hukum Kalapas Ingatkan Bahaya Menghakimi Tanpa Bukti

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI, SNIPERNEW.id —  Kuasa hukum Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Warungkiara menegaskan pentingnya menjunjung asas praduga tidak bersalah dalam menyikapi berbagai tudingan yang beredar di ruang publik.


Perny­ataan terse­but dis­am­paikan menyusul aksi unjuk rasa dela­pan aktivis di Suk­abu­mi yang menun­tut pen­copotan Kala­pas Warungkiara terkait dugaan peredaran tele­pon seluler di dalam lapas ser­ta pen­gelo­laan lim­bah indus­tri sapi.

  Miliaran Rupiah Kerugian Keuangan PT Angkasa Pura II dan Indikasi Dua Kegiatan Fiktif Jadi Temuan BPK

Kuasa hukum Kala­pas, Adv. Lilik Adi Gunawan, S.H., Man­ag­ing Part­ner Kasi­h­hati Law Firm, meni­lai tun­tu­tan terse­but pre­matur dan tidak sejalan den­gan prin­sip negara hukum.

Indone­sia adalah negara hukum. Sela­ma belum ada putu­san pen­gadi­lan yang berkeku­atan hukum tetap, klien kami harus diang­gap tidak bersalah. Tuduhan tan­pa buk­ti berpoten­si men­ja­di pem­bunuhan karak­ter,” tegas Lilik, Selasa (16/12/2025).

Ia menekankan bah­wa pen­copotan peja­bat negara harus melalui mekanisme hukum dan admin­is­trasi yang sah, bukan tekanan mas­sa. Jika ter­da­p­at dugaan pelang­garan, menu­rut­nya, lapo­ran seharus­nya dis­am­paikan kepa­da Inspek­torat Jen­der­al Kemenkumham atau aparat pene­gak hukum yang berwe­nang.

  Keadilan Mahal Bagi Orang Kecil: 8 Bulan Josniko Tarigan Berjuang Lawan Trauma dan Ketidakpastian Hukum

Lilik menyam­paikan bah­wa kli­en­nya meno­lak tuduhan speku­latif, namun tetap ter­bu­ka dan siap diperik­sa oleh pihak berwe­nang ser­ta berse­dia mener­i­ma kon­sekuen­si hukum apa­bi­la ter­buk­ti bersalah.

Transparan­si pent­ing, tetapi tidak boleh berubah men­ja­di peng­haki­man di jalanan. Negara hukum bek­er­ja den­gan buk­ti, bukan opi­ni,” ujarnya.

Ia juga mengin­gatkan bah­wa kebe­basan berpen­da­p­at harus dijalankan secara bertang­gung jawab agar tidak menced­erai demokrasi.

  Hukum Dipertanyakan, Judi Dadu Milik “Cabak” Tak Tersentuh Aparat.

“Jan­gan sam­pai kita mem­ban­gun budaya meng­haki­mi tan­pa buk­ti. Ini berba­haya bagi demokrasi,” pungkas­nya.

 

Lapo­ran: [Sufiyawan])

Edi­tor: [iskan­dar]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *