Berita Nasional

Keynote Speech Jaksa Agung ST Burhanuddin pada Seminar Nasional Dies Natalis Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman ke-43

292
×

Keynote Speech Jaksa Agung ST Burhanuddin pada Seminar Nasional Dies Natalis Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman ke-43

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id - Kamis 16 Mei 2024 bertem­pat di Uni­ver­si­tas Jen­der­al Soedirman, Pur­wok­er­to, Jak­sa Agung ST Burhanud­din mem­berikan Keynote Speech dalam Sem­i­nar Nasion­al Dies Natal­is Fakul­tas Hukum Uni­ver­si­tas Jen­der­al Soedirman ke-43, den­gan top­ik “Opti­mal­isasi Sin­er­gi Kejak­saan RI dan Kementer­ian BUMN untuk Kepentin­gan Pene­gakan Hukum dalam Penye­la­matan Aset BUMN”.

Jak­sa Agung menyam­paikan pem­ba­hasan ini meru­pakan salah satu isu yang strate­gis dalam sis­tem pene­gakan hukum di Indone­sia yang ter­ja­di belakan­gan ini.

Saat ini, ter­ja­di perge­ser­an par­a­dig­ma yang sem­u­la berfokus pada tin­dakan repre­sif men­ja­di pada tin­dakan pre­ven­tif, khusus­nya dalam penan­ganan perkara tin­dak pidana korup­si, tin­dak pidana pen­cu­cian uang, maupun tin­dak pidana ekono­mi lain­nya yang berkai­tan den­gan keuan­gan atau aset negara.

“Par­a­dig­ma pene­gakan hukum saat ini bukan lagi hanya sebatas fol­low the sus­pect atau hanya menge­jar pelakun­ya saja, melainkan men­ja­di par­a­dig­ma fol­low the mon­ey and fol­low the asset atau lebih kepa­da menge­jar uang dan aset­nya. Poin pent­ing ini­lah yang saat ini dit­er­ap­kan oleh jajaran Kejak­saan dan pada hari ini akan kita bahas secara kom­pre­hen­sif dalam forum ini, khusus­nya yang berkai­tan den­gan BUMN,” ujar Jak­sa Agung.

Menu­rut Jak­sa Agung, BUMN meru­pakan salah satu pelaku kegiatan ekono­mi dalam perekono­mi­an nasion­al berdasarkan demokrasi ekono­mi yang memi­li­ki per­anan pent­ing dalam penye­leng­garaan perekono­mi­an nasion­al guna mewu­jud­kan kese­jahter­aan masyarakat seba­gaimana dia­manatkan oleh UUD 1945.

“BUMN memegang per­anan gan­da yang sal­ing terikat dan tidak dap­at dip­isahkan, yaitu BUMN seba­gai per­pan­jan­gan tan­gan pemer­in­tah dalam perekono­mi­an ker­aky­atan yang harus mam­pu mem­berikan pelayanan kepa­da masyarakat sekali­gus seba­gai badan usa­ha yang bertu­gas untuk mem­per­oleh keun­tun­gan,” imbuh Jak­sa Agung.

  Antonius Tumanggor Dorong Pemko Medan Maksimalkan Anggaran Penanganan Banjir, Usulkan Dua Pera

Di samp­ing itu, Jak­sa Agung berpen­da­p­at bah­wa BUMN juga mem­pun­yai per­anan strate­gis seba­gai pelak­sana pelayanan pub­lik, penye­im­bang keku­atan-keku­atan swasta besar, dan turut mem­ban­tu pengem­ban­gan usa­ha kecil/koperasi. BUMN juga meru­pakan salah satu sum­ber pener­i­maan negara yang sig­nifikan dalam ben­tuk berba­gai jenis pajak, div­i­den, dan hasil pri­vati­sasi.

Berbicara men­ge­nai pene­gakan hukum dan BUMN, Jak­sa Agung men­gungkap­kan bah­wa poten­si tin­dak pidana yang muncul ialah korup­si. Unsur uta­ma yang menen­tukan ter­ja­di atau tidaknya korup­si adalah keber­adaan unsur keru­gian negara.

Unsur ini meru­pakan salah satu kun­ci uta­ma suk­ses tidaknya upaya per­am­pasan dan pengem­balian aset per­ole­han hasil korup­si di Indone­sia, khusus­nya dalam pene­gakan hukum yang dilakukan oleh Kejak­saan.

“Keru­gian negara dalam lingkup BUMN ini terkait den­gan har­ta kekayaan atau aset BUMN, hing­ga saat ini pun masih ter­ja­di perde­batan men­ge­nai hal ini. Di satu sisi, ada yang meli­hat hal itu meru­pakan kekayaan yang dip­isahkan. Di sisi lain, hal itu meru­pakan kekayaan negara,” imbuh Jak­sa Agung.

Kemu­di­an, Jak­sa Agung menu­turkan dalam penan­ganan tin­dak pidana korup­si yang meli­batkan BUMN, per­lu dilakukan den­gan penuh kehati-hat­ian teruta­ma dalam mene­tap­kan keru­gian keuan­gan BUMN maupun anak perusa­haan BUMN yang men­ja­di bagian dari keru­gian keuan­gan negara dalam tin­dak pidana korup­si. Menu­rut­nya, keru­gian yang diala­mi oleh BUMN tidak sela­manya harus diar­tikan seba­gai bagian dari tin­dak pidana korup­si yang merugikan keuan­gan negara.

Men­ge­nai aset negara yang berkai­tan den­gan kewe­nan­gan Kejak­saan, hal ini ter­tuang dalam Pasal 30A Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 ten­tang Kejak­saan Repub­lik Indone­sia menye­butkan “Dalam pemuli­han aset, Kejak­saan berwe­nang melakukan kegiatan penelusuran, per­am­pasan, dan pengem­balian aset per­ole­han tin­dak pidana dan aset lain­nya kepa­da negara, kor­ban, atau yang berhak”.

“Opti­mal­isasi asset recov­ery men­ja­di upaya strate­gis Kejak­saan untuk menye­la­matkan dan memulihkan keru­gian negara yang ter­ja­di kare­na pene­gakan hukum tidak sema­ta-mata hanya seba­gai pelak­sana undang-undang, tapi harus memenuhi tujuan hukum itu sendiri yaitu kead­i­lan, keman­faatan, dan kepas­t­ian hukum,” ungkap Jak­sa Agung.

  Anwar Terima Sambutan Rasmi Perancis, Isyarat Kukuh Hubungan Dua Hala

Dalam rang­ka penye­la­matan dan pemuli­han keru­gian negara, Kejak­saan meng­gu­nakan instru­men hukum pidana dan per­da­ta. Peng­gu­naan instru­men hukum pidana melalui pros­es peny­i­taan, per­am­pasan, pen­jatuhan pidana den­da, dan/atau pidana tam­ba­han uang peng­gan­ti.

Sedan­gkan, instru­men hukum per­da­ta melalui gugatan per­da­ta oleh Jak­sa Pen­gacara Negara seba­gaimana diatur dalam Pasal 32, 33, dan 34 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 ten­tang Pem­ber­an­tasan Tin­dak Pidana Korup­si, ser­ta Pasal 38C Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 ten­tang Peruba­han Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 ten­tang Pem­ber­an­tasan Tin­dak Pidana Korup­si.

Untuk menun­jang pelak­sanaan kewe­nan­gan Kejak­saan dalam pemuli­han aset yang dia­manatkan oleh Pasal 30A Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 ten­tang Kejak­saan Repub­lik Indone­sia, Pusat Pemuli­han Aset dinaikan sta­tus­nya men­ja­di Badan Pemuli­han Aset.

“Badan Pemuli­han Aset memi­li­ki per­an yang strate­gis dalam pemuli­han aset dikare­nakan untuk men­ja­ga nilai ekonomis dari aset agar tidak men­gala­mi penu­runan yang sig­nifikan saat dikem­ba­likan untuk pemenuhan keru­gian negara, kor­ban, dan pihak yang berhak lain­nya. Namun demikian, melalui pem­ben­tukan Badan Pemuli­han Aset ini, tang­gung jawab Kejak­saan semakin besar, kare­na ditun­tut untuk dap­at men­ja­di cen­tral author­i­ty atau lead­ing sec­tor dalam pemuli­han dan per­am­pasan aset di Indone­sia,” ujar Jak­sa Agung.

Terki­ni, berkai­tan den­gan BUMN dan aset negara, Kejak­saan Agung ten­gah menan­gani perkara dugaan tin­dak pidana korup­si dalam tata nia­ga komod­i­tas timah di wilayah Ijin Usa­ha Per­tam­ban­gan (IUP) PT TIMAH, Tbk tahun 2015 s.d. 2022 den­gan keru­gian negara diperki­rakan men­ca­pai tril­i­u­nan rupi­ah.

Seba­gai ben­tuk dukun­gan Kejak­saan dalam mem­per­bai­ki tata kelo­la BUMN, Kejak­saan telah melakukan Pro­gram Bersih-Bersih BUMN yang diin­isi­asi oleh Menteri BUMN yang tak sekadar dalam mem­be­nahi BUMN dari segi bis­nis, melainkan juga aspek hukum baik melalui langkah pre­ven­tif hing­ga repre­sif yang meru­pakan bagian dari trans­for­masi BUMN.

  Prabowo Resmikan RS Pusat Otak Nasional Mahar Mardjono: Simbol Lompatan Layanan Kesehatan

“Pro­gram bersih-bersih BUMN ini san­gat kami dukung, untuk menghin­dari dan men­gatasi dampak ter­jadinya fraud yang beru­jung ter­jadinya tin­dak pidana korup­si dalam lingkup BUMN kare­na akan san­gat berdampak bagi tidak ter­ca­painya tujuan pem­ban­gu­nan nasion­al,” imbuh Jak­sa Agung.

Hing­ga saat ini, pro­gram bersih-bersih BUMN telah dii­jalankan den­gan opti­mal dan berhasil mem­bongkar kasus-kasus besar yang merugikan keuan­gan negara, dalam hal ini terkait den­gan aset atau kekayaan negara dalam BUMN yakni Jiwas­raya yang nilainya Rp 16,8 T, Garu­da Rp 8,8 T, Waski­ta Rp 2,5 T, Asabri Rp 22,8 T, dan masih ada beber­a­pa perkara lagi yang sedang ditan­gani.

“Pen­gungka­pan kasus di BUMN oleh Keja­gung kami anggap seba­gai buk­ti konkret keseriu­san pemer­in­tah dalam mem­be­nahi perusa­haan plat mer­ah untuk kem­bali ke tujuan awal­nya yaitu untuk mem­berikan kese­jahter­aan kepa­da masyarakat. Hasil pen­gungka­pan kasus-kasus korup­si jum­bo den­gan kejak­saan juga berim­bas tak hanya pada BUMN yang aset­nya telah kita sela­matkan. Tapi juga pada Kejak­saan yang kini men­da­p­atkan keper­cayaan seba­gai lem­ba­ga pene­gak hukum pal­ing diper­caya oleh masyarakat,” imbuh Jak­sa Agung.

Men­gakhiri paparan­nya, Jak­sa Agung berharap kolab­o­rasi antara Kementer­ian BUMN, BPKP, dan Kejak­saan dihara­p­kan dap­at terus ber­jalan dan meningkat. Jak­sa Agung men­gatakan Kejak­saan akan selalu mem­bu­ka diri untuk bek­er­ja sama den­gan banyak pihak dalam men­dukung semua pro­gram pemer­in­tah.

“Saya teguhkan dan tegaskan kem­bali komit­men Kejak­saan RI untuk turut men­gaw­al pro­gram bersih-bersih BUMN, agar ter­wu­jud BUMN yang mod­ern, andal, seba­gai tulang pung­gung pem­ban­gu­nan nasion­al meny­ong­song Indone­sia Emas 2045.

Mewu­jud­kan BUMN yang bersih dari korup­si adalah peker­jaan besar bagi kita semua yang akan berman­faat tidak hanya hari ini, tetapi juga untuk gen­erasi yang akan datang,” pungkas Jak­sa Agung. (K.3.3.1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *