Berita Nasional

PKN Raih 7 Piagam Negara, Bukti Peran Masyarakat Dalam Membongkar Korupsi

1115
×

PKN Raih 7 Piagam Negara, Bukti Peran Masyarakat Dalam Membongkar Korupsi

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id  – Peman­tau Keuan­gan Negara (PKN), organ­isasi masyarakat yang berg­er­ak di bidang pen­gawasan dan pem­ber­an­tasan korup­si, kem­bali men­ja­di sorotan pub­lik. PKN men­catatkan prestasi mem­bang­gakan den­gan meraih tujuh piagam peng­har­gaan dari berba­gai insti­tusi negara atas dedikasinya mem­ban­tu aparat pene­gak hukum mem­bongkar tin­dak pidana korup­si di berba­gai daer­ah Indone­sia. Infor­masi pent­ing ini dis­am­paikan lang­sung oleh Ket­ua Umum PKN, Patar Sihotang, S.H., M.H., saat berte­mu awak media di kan­tor pusat PKN, Jl. Caman Raya No.7, Jat­i­ben­ing, Bekasi, pada Rabu dini hari (10/09/2025).

Dalam perny­ataan­nya, Patar men­je­laskan bah­wa peng­har­gaan-peng­har­gaan terse­but meru­pakan sim­bol pen­gakuan res­mi atas ker­ja keras PKN dalam men­jalankan per­an­nya seba­gai pela­por dan pen­gawas keuan­gan negara. Salah satu piagam yang diter­i­ma PKN adalah Piagam Peng­har­gaan dari Kejak­saan Ting­gi DKI Jakar­ta. Dalam piagam yang dikelu­arkan pada 31 Mei 2021 dan ditan­datan­gani Asis­ten Tin­dak Pidana Khusus, dise­butkan:

“Yang telah mem­ban­tu berper­an seba­gai pela­por dalam upaya pence­ga­han dan pem­ber­an­tasan tin­dak pidana korup­si seba­gaimana dimak­sud dalam PP 43 Tahun 2018.”

Piagam ini menun­jukkan bagaimana PKN bukan hanya sekadar pen­gawas, tetapi juga mitra strate­gis pene­gak hukum dalam men­jalankan amanat Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 ten­tang Pem­ber­an­tasan Tin­dak Pidana Korup­si dan PP Nomor 43 Tahun 2018 ten­tang Per­an Ser­ta Masyarakat.

Menu­rut Patar, tujuh piagam peng­har­gaan yang diter­i­ma PKN berasal dari beragam lem­ba­ga negara, mulai dari Kepolisian Repub­lik Indone­sia (Pol­ri), Kejak­saan, hing­ga pemer­in­tah daer­ah. Beber­a­pa di antaranya ter­ma­suk.

Kejak­saan Ting­gi DKI Jakar­ta: Piagam peng­har­gaan yang kini men­ja­di sorotan pub­lik, seba­gaimana ter­li­hat pada doku­men res­mi yang dikir­imkan melalui What­sApp ke redak­si SniperNew.id pada Rabu (10/09/2025).

  Kejuaraan Mengarit Eropa 2025 Digelar di Bayern, Adu Cepat dan Rapi Potong Rumput

Kapol­res Jakar­ta Utara: Peng­har­gaan atas lapo­ran dugaan korup­si di Dinas Pen­didikan DKI Jakar­ta seni­lai Rp1,4 mil­iar.

Kapol­res Waropen, Papua: Peng­har­gaan terkait lapo­ran korup­si di Dinas Kelau­tan dan Perikanan Pemkab Waropen yang merugikan negara Rp789 juta.

Kapol­res Tuban, Jawa Timur: Peng­har­gaan atas pen­gungka­pan korup­si di Pemkab Tuban seni­lai Rp500 juta. Bupati Bangkalan, Madu­ra: Peng­har­gaan khusus atas per­an PKN dalam pence­ga­han korup­si dan pen­ert­iban admin­is­trasi.

Kapol­res Tanah Datar, Sumat­era Barat: Peng­har­gaan atas lapo­ran korup­si Dana Desa.

Kejak­saan Agung RI: Piagam atas keber­hasi­lan men­gungkap kasus pen­gadaan motor pemadam kebakaran DKI Jakar­ta seni­lai Rp5 mil­iar.

Kapol­res Supi­ori, Papua: Peng­har­gaan terkait lapo­ran dugaan korup­si Dana Desa/Kampung. Piagam-piagam terse­but diper­oleh PKN sep­a­n­jang 2021 hing­ga 2025, mene­gaskan kiprah organ­isasi ini secara berke­lan­ju­tan.

Peng­har­gaan yang diter­i­ma PKN bukan sekadar for­mal­i­tas. Menu­rut Patar, piagam-piagam itu men­ja­di buk­ti nya­ta bah­wa masyarakat memi­li­ki hak sekali­gus kewa­jiban moral untuk turut ser­ta dalam pence­ga­han dan pem­ber­an­tasan korup­si. Ia mene­gaskan, PKN selalu bek­er­ja “di atas rel kon­sti­tusi” den­gan kon­sep ker­ja yang terukur dan tar­get yang jelas.

“Kami tidak hanya mela­porkan dugaan tin­dak pidana korup­si, tetapi juga memas­tikan lapo­ran terse­but dipros­es hing­ga tun­tas. Dok­trin kami seder­hana: Cari, Temukan, Laporkan,” ujar Patar.

Lebih lan­jut, Patar menam­bahkan bah­wa peng­har­gaan ini sesuai den­gan Pasal 13 PP No.43 Tahun 2018, yang meny­atakan masyarakat yang ber­jasa dalam mem­ban­tu pence­ga­han, pem­ber­an­tasan, atau pen­gungka­pan tin­dak pidana korup­si berhak men­da­p­atkan peng­har­gaan.

“Peng­har­gaan ini mem­o­ti­vasi kami untuk terus berg­er­ak. Saat ini PKN masih memi­li­ki 10 lapo­ran dugaan korup­si yang sedang dalam tahap penyidikan di berba­gai Pol­da dan Kejak­saan Ting­gi. Kami berharap akan ada piagam lain yang dap­at kami raih seba­gai ben­tuk pen­gakuan atas per­an kami mem­bela negara melalui pem­ber­an­tasan korup­si,” tegas­nya.

  Inflasi Turun Jadi 2,51 Persen,PLT Sekjen Kemendagri Apresiasi Peran Semua Pihak.

PKN adalah organ­isasi masyarakat yang didirikan untuk meman­tau dan mela­porkan dugaan penyalah­gu­naan anggaran negara. Cara ker­ja PKN dilakukan den­gan mengumpulkan data dan buk­ti dugaan korup­si dari masyarakat, kemu­di­an mem­pros­es­nya melalui jalur res­mi ke aparat pene­gak hukum.

“Selu­ruh kin­er­ja kami terkon­sep dan terukur. Kami tidak bisa hanya sekadar menyam­paikan lapo­ran. Kami pastikan lapo­ran yang masuk dianal­i­sis, diver­i­fikasi, dan didorong agar dipros­es hukum,” kata Patar.

PKN juga ker­ap bek­er­ja sama den­gan media mas­sa untuk menye­barkan infor­masi ten­tang kasus-kasus korup­si. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pub­lik bah­wa per­an ser­ta masyarakat san­gat dibu­tuhkan untuk mem­i­ni­mal­isasi prak­tik korup­si.

Per­an Piagam Peng­har­gaan dalam Mem­o­ti­vasi Masyarakat. Peng­har­gaan dari Kejak­saan Ting­gi DKI Jakar­ta yang berbun­yi.

“Yang telah mem­ban­tu berper­an seba­gai pela­por dalam upaya pence­ga­han dan pem­ber­an­tasan tin­dak pidana korup­si seba­gaimana dimak­sud dalam PP 43 Tahun 2018”

men­ja­di con­toh nya­ta bah­wa aparat pene­gak hukum meng­har­gai par­tisi­pasi pub­lik. Pesan ini pent­ing bagi masyarakat luas, kare­na mem­berikan doron­gan moral bah­wa mela­porkan dugaan korup­si bukan hanya tin­dakan benar tetapi juga men­da­p­at apre­si­asi negara.

PKN berharap, ke depan lebih banyak masyarakat berani mela­porkan penyalah­gu­naan anggaran atau dugaan tin­dak pidana korup­si di lingkun­gan­nya. Den­gan begi­tu, transparan­si dan akunt­abil­i­tas pen­gelo­laan keuan­gan negara dap­at terus diperku­at.

Keber­hasi­lan PKN mem­ban­tu men­gungkap berba­gai kasus korup­si berdampak sig­nifikan ter­hadap upaya pemer­in­tah menekan kebo­co­ran anggaran negara. Kasus pen­gadaan motor pemadam kebakaran DKI Jakar­ta seni­lai Rp5 mil­iar mis­al­nya, berhasil dipros­es berkat lapo­ran PKN. Begi­tu pula den­gan pen­gungka­pan korup­si Dana Desa di beber­a­pa wilayah, yang ser­ing kali men­ja­di masalah serius di daer­ah.

Lapo­ran-lapo­ran PKN telah men­dorong aparat pene­gak hukum untuk lebih tegas menin­dak pelaku. Beber­a­pa kasus bahkan meng­hasilkan vonis bersalah di pen­gadi­lan, menan­dakan bah­wa lapo­ran masyarakat dap­at mem­perku­at supre­masi hukum.

  "Razia di Kamboja: Turis Indonesia Diminta Bayar Denda hingga 300 USD, Ini Alasannya"

Patar Sihotang menyam­paikan hara­pan agar peng­har­gaan ini bukan hanya men­ja­di catatan sejarah, tetapi juga penye­man­gat bagi organ­isasi lain dan indi­vidu untuk ikut ser­ta melawan korup­si.

“Kami ingin menun­jukkan bah­wa masyarakat pun­ya keku­atan besar untuk men­ja­ga keuan­gan negara. Pem­ber­an­tasan korup­si bukan hanya tugas KPK, Pol­ri, atau Kejak­saan, tetapi tugas kita semua. Kami di PKN siap bek­er­ja sama den­gan sia­pa pun demi Indone­sia yang bersih,” ujarnya.

Ia juga mene­gaskan komit­men PKN untuk terus men­gaw­al transparan­si peng­gu­naan anggaran, baik di tingkat pusat maupun daer­ah. Den­gan pen­gakuan res­mi dari berba­gai lem­ba­ga negara, PKN merasa semakin yakin bah­wa langkah mere­ka bera­da di jalur yang tepat.

Rangka­ian tujuh peng­har­gaan yang diter­i­ma Peman­tau Keuan­gan Negara (PKN) mem­buk­tikan pent­ingnya per­an ser­ta masyarakat dalam pem­ber­an­tasan korup­si di Indone­sia. Keber­hasi­lan ini menun­jukkan bah­wa lapo­ran masyarakat dap­at mem­bawa dampak nya­ta, men­dorong aparat pene­gak hukum bertin­dak, dan meng­hasilkan vonis bersalah bagi para pelaku korup­si.

Melalui piagam seper­ti yang dikelu­arkan Kejak­saan Ting­gi DKI Jakar­ta, pemer­in­tah mene­gaskan dukun­gan ter­hadap par­tisi­pasi pub­lik dalam pen­gawasan keuan­gan negara. PKN, den­gan dedikasi dan ker­ja keras­nya, men­ja­di con­toh bagaimana organ­isasi masyarakat bisa mem­beri kon­tribusi nya­ta.

Masyarakat Indone­sia kini dihara­p­kan lebih ter­mo­ti­vasi untuk mela­por jika men­e­mukan dugaan peny­im­pan­gan anggaran. Den­gan kolab­o­rasi kuat antara raky­at dan negara, cita-cita Indone­sia bersih dari korup­si dap­at lebih cepat ter­wu­jud.

Den­gan seman­gat “Cari, Temukan, Laporkan”, PKN mem­buk­tikan bah­wa keberan­ian sip­il dap­at men­gubah wajah pem­ber­an­tasan korup­si nasion­al. Tujuh peng­har­gaan negara bukan­lah akhir per­juan­gan, melainkan langkah awal untuk pen­gawasan keuan­gan negara yang lebih ketat dan transparan demi masa depan bangsa. (Rilis Patar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *