Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Penyerobotan Tanah Milik Warga Desa Guci Diduga Libatkan Oknum Mantan Perangkat Desa

332
×

Penyerobotan Tanah Milik Warga Desa Guci Diduga Libatkan Oknum Mantan Perangkat Desa

Sebarkan artikel ini

Tegal, SniperNew.id — Muncul­nya banyak kasus di Desa Guci, Keca­matan Bumi­jawa, Kabu­pat­en Tegal, Jawa Ten­gah, dari wak­tu kewak­tu men­ja­di sorotan masyarakat luas. Tak hanya per­masala­han yang ada dil­ingkup pemer­in­ta­han desa namun fak­tanya juga muncul dugaan adanya penyer­o­b­ot­an dua bidang tanah milik war­ga setem­pat yang disinyalir meli­batkan seo­rang oknum man­tan Perangkat Desa Guci.

Adanya desas desus per­masala­han itu awak media men­co­ba melakukan inves­ti­gasi dila­pan­gan untuk mengkroscek kebe­naran­nya. Berdasarkan infor­masi dari seo­rang masyarakat setem­pat yang eng­gan dise­butkan iden­ti­tas­nya men­gatakan bah­wa kabar terse­but memang benar adanya, bahkan saat ini kasus penyer­o­b­ot­an tanah yang diduga dilakukan oleh seo­rang oknum man­tan Perangkat Desa Guci kini sedang dalam upaya pros­es penye­le­sa­ian jual beli secara kekelu­ar­gaan.

Sete­lah beber­a­pa wak­tu mengumpulkan infor­masi terkait iden­ti­tas pemi­lik sah tanah, sejum­lah awak media ahirnya berhasil men­e­mui Wasih seba­gai pemi­lik sah tanah itu, dan melakukan kon­fir­masi terkait kebe­naran per­masala­han terse­but dirumah­nya. Sab­tu (5/10/2024)

“Ya memang benar, tanah saya tiba-tiba sudah dibeli oleh Jaenudin, dan katanya sudah dis­er­ti­fikat juga, pada­hal saya sendiri tidak per­nah tan­da tan­gan bahkan tidak tahu menahu tanah­nya dijual.” Jelas­nya kepa­da awak media

  DPD LIRA Desak Polres Tebing Tinggi Usut Tata Kelola PDAM

Lebih lan­jut Wasih men­je­laskan bah­wa awal­nya dia tidak menge­tahui jika tanah miliknya sudah ter­bit ser­ti­fikat atas nama orang lain yaitu Jaenudin, pasal­nya Wasih men­gaku tidak per­nah men­jual tanah miliknya itu kepa­da sia­papun, kare­na tanah terse­but pem­ber­ian orang tuanya seba­gai warisan kelu­ar­ga yang nan­ti­nya akan diwariskan lagi untuk anaknya.

“Saya tidak jual tanah itu mas, kare­na saya ingin mewariskan tanah itu untuk anak saya nan­ti­nya, tapi malah ada yang men­gaku sudah mem­be­li tanah saya itu dan sudah ser­ti­fikat atas nama orangnya.” Terangnya.

Wani­ta beru­sia 63 tahun terse­but mem­be­berkan bah­wa per­masala­han yang menim­pa­nya itu baru dike­tahui sete­lah Jaenudin man­tan Perangkat Desa Guci bersama den­gan Toni datang kerumah­nya dan mem­ber­i­tahukan bah­wa tanah­nya yang selu­as 1.500 (seribu lima ratus) sudah dibeli oleh Jaenudin ser­ta sudah dis­er­ti­fikat atas namanya, dan yang 500 (lima ratus) Meternya akan dibeli oleh Desa.

Kemu­di­an Jaenudin mem­inta kepa­da Wasih untuk penye­le­sa­ian jual beli tanah terse­but secara kekelu­ar­gaan den­gan mem­bu­atkan surat per­jan­jian akan dilakukan pem­ba­yaran tanah milik Wasih itu di tang­gal 18 Okto­ber 2024, den­gan kon­sek­wen­si jika Jaenudin gagal mem­ba­yar ditang­gal per­jan­jian pem­ba­yaran terse­but maka tanah itu akan kem­bali men­ja­di milik Wasih.

Mes­ki telah adanya kesep­a­katan penye­le­sa­ian jual beli, dan per­jan­jian pem­ba­yaran, namun Wasih men­gaku masih merasa san­gat tidak ter­i­ma den­gan per­bu­atan Jaenudin secara sepi­hak telah men­gua­sai tanah miliknya, den­gan fak­ta sela­ma ini dirinya tidak per­nah menginginkan untuk men­jual tanah terse­but kepa­da sia­papun.

  KPK Beberkan Kronologi Penangkapan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

“Jujur, saya san­gat tidak ter­i­ma, saya tidak rela, tidak ikhlas mas, ndongkol saya mas, wak­tu dap­at surat per­jan­jian terse­but dari desa mas, sam­pai sekarang saya masih ndongkol, kare­na tanah terse­but ingin saya wariskan kepa­da anak saya nan­ti­nya.” Ungkap­nya sedih.

“Saya tidak ada niat, tidak ada keing­i­nan untuk men­jual tanah itu, saya meng­hara­p­kan kead­i­lan yang semestinya.” Tegas­nya.

Menang­gapi kasus terse­but, aktivis per­duli masyarakat Bumi­jawa men­gatakan bah­wa kasus terse­but dap­at dikatakan seba­gai kasus penyer­o­b­ot­an tanah, dalam hal ini adalah Wasih pemi­lik tanah yang sah den­gan buk­ti yang bersangku­tan memi­li­ki tupi tanah terse­but, namun fak­ta yang ter­ja­di sta­tus kepemi­likan tanah itu beral­ih men­ja­di milik orang lain, pada­hal tidak per­nah ter­ja­di transak­si jual beli antara Wasih seba­gai pemi­lik sah tanah den­gan Jaenudin yang secara sepi­hak telah mem­be­li tanah terse­but, kemu­di­an tanah itu dijual­nya kepa­da Pam­bu­di den­gan ser­ti­fikat atas nama Jaenudin.

Semen­tara pen­gakuan dari Jaenudin dirumah­nya, saat dite­mui oleh sejum­lah awak media men­gaku bah­wa terkait hal itu dirinya merasa tidak tahu menahu ser­ta bin­gung. Pasal­nya, bah­wa Jaenudin dise­but-sebut seba­gai pihak pem­be­li tanah milik Wasih itu, sedan­gkan dirinya merasa tidak per­nah ada uru­san jual beli tanah den­gan Wasih.

  Oknum Satpas Deli Serdang Diduga Pungli Urus SIM C

“Terkait itu lebih jelas­nya kete­mu den­gan Mbah Birin, kare­na katanya yang men­jual saya, men­jual­nya ke Mbah Birin, kemu­di­an Mbah Birin men­jual ke orang yang diatas sana jika ada surat dan seba­gainya yang meny­atakan saya, saya tidak tahu.” Jelas­nya kepa­da media.

Jaenudin juga men­gaku sedih atas peri­s­ti­wa yang dialaminya, merasa seper­ti telah berbu­at dzolim, “Saya san­gat sedih, malu, merasa bersalah dan berdosa san­gat trau­ma, hing­ga ahirnya saya memu­tuskan untuk men­gun­durkan diri seba­gai Perangkat Desa.” Ungkap­nya

Menu­rut Puji Wibowo bah­wa, per­i­hal terse­but dap­at dikatakan seba­gai kasus penyer­o­b­ot­an tanah, dalam hal ini adalah Wasih seba­gai pemi­lik tanah yang sah.

Puji juga men­gatakan akan men­gaw­al kasus terse­but sam­pai tun­tas, secara hukum yang semestinya, men­gu­payakan kead­i­lan untuk Wasih dalam men­da­p­atkan haknya kem­bali.

“Dalam hal ini Wasih seba­gai pihak yang dirugikan, dap­at melakukan pen­dekatan pidana yang lebih efek­tif dan memi­li­ki efek jera. Tegas­nya.

“Meskipun masalah pokok adalah masalah tanah yang masuk dalam wilayah hukum per­da­ta, namun didalam­nya jelas terkan­dung tin­dakan pidana sese­o­rang yang dap­at dipros­es dan dijer­at den­gan pasal-pasal yang ter­da­p­at di KUHP.

Antara lain, pasal pemal­suan bah­wa diduga pelaku memal­sukan surat menyu­rat yang ada. Pasal penyer­o­b­ot­an lahan, bah­wa pelaku men­jual lahan milik orang lain yang sah.

Pasal penipuan, bah­wa ter­da­p­at unsur menipu orang lain den­gan tipu mus­li­hat dan melawan hukum. (Muji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *