Berita Peristiwa

Banjir Bandang Guci Tegal Picu Perdebatan Publik di Media Sosial

298
×

Banjir Bandang Guci Tegal Picu Perdebatan Publik di Media Sosial

Sebarkan artikel ini

TEGAL, SNIPERNEW.id — Kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan publik setelah dilanda banjir bandang. Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan usai diunggah oleh akun Instagram @daionlineofficial, yang menampilkan sejumlah video kondisi arus air deras di kawasan wisata serta potongan dokumentasi kegiatan budaya masyarakat setempat, Senin (22/12/2025).


Dalam unggahan tersebut, tertulis keterangan “Banjir bandang kawasan Guci – apa sebab utamanya?” yang memicu beragam respons dari warganet. Video pertama memperlihatkan kondisi air sungai yang meluap dan mengalir deras di sekitar area permukiman dan fasilitas wisata. Tercantum pula penanda waktu “Sabtu, 10/12/2025”, yang menunjukkan waktu terjadinya peristiwa tersebut.

Unggahan lain dari akun yang sama menampilkan dokumentasi kegiatan budaya bertajuk “Sedekah Bumi Guci – Tegal” serta “ritual ruwatan di pancuran 13 wisata Guci, khusyuk dan sakral”. Dalam video tersebut terlihat masyarakat mengikuti prosesi adat dengan membawa sesaji, obor, dan iringan doa, yang menurut tradisi lokal telah dilakukan secara turun-temurun sebagai bagian dari kearifan budaya masyarakat setempat.

Respons dan Perdebatan Warganet
Kolom komentar pada unggahan tersebut dipenuhi beragam tanggapan dari masyarakat.

Sebagian warganet mengaitkan bencana alam dengan sudut pandang keagamaan, sementara lainnya mengingatkan pentingnya menjaga akidah.

Di sisi lain, tidak sedikit pula pengguna media sosial yang menilai peristiwa banjir bandang tersebut perlu dilihat dari aspek alam, lingkungan, dan tata kelola kawasan wisata, bukan semata-mata dari sudut pandang keyakinan.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan dinamika ruang digital yang terbuka, di mana setiap individu memiliki hak menyampaikan pendapat. Namun demikian, sesuai prinsip jurnalistik dan hukum yang berlaku, penyebab bencana alam tidak dapat disimpulkan secara sepihak tanpa kajian ilmiah dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Perspektif Sejarah dan Budaya Lokal
Tradisi sedekah bumi dan ruwatan merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Jawa yang telah ada sejak lama. Kegiatan tersebut umumnya dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil alam dan harapan akan keselamatan.

Hingga saat ini, prosesi budaya tersebut masih dilaksanakan di berbagai daerah dengan tafsir dan pendekatan yang berbeda-beda.

Pemerintah daerah maupun pengelola wisata sebelumnya juga kerap menekankan bahwa kegiatan budaya dilakukan sebagai bagian dari pelestarian adat, bukan untuk menggantikan keyakinan agama masyarakat.

Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan langsung antara kegiatan budaya dengan peristiwa banjir bandang di kawasan Guci. Para ahli kebencanaan selama ini menegaskan bahwa faktor utama banjir bandang umumnya meliputi curah hujan ekstrem, kondisi topografi, alih fungsi lahan, serta sistem drainase dan pengelolaan lingkungan.

Masyarakat diimbau untuk menyikapi informasi di media sosial secara bijak, tidak mudah menyimpulkan, serta menunggu keterangan resmi dari instansi terkait guna mencegah kesalahpahaman dan potensi konflik di ruang publik digital.

Penulis: [Iskandar]