Berita Peristiwa

Tragedi Konten Berujung Petaka: Dua Pelajar Diduga Tenggelam Usai Terjun dari Jembatan Pelangi Tegal

795
×

Tragedi Konten Berujung Petaka: Dua Pelajar Diduga Tenggelam Usai Terjun dari Jembatan Pelangi Tegal

Sebarkan artikel ini

Tegal, SniperNew.id - War­ga Tegal digem­parkan den­gan kabar tengge­lam­nya dua rema­ja yang diduga meru­pakan pela­jar Seko­lah Menen­gah Atas (SMA), sete­lah ked­u­anya nekat ter­jun dari Jem­bat­an Pelan­gi yang melin­tang di atas Sun­gai Per­pil, Tegal. Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di pada Kamis sore, 16 Okto­ber 2025, dan hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, ked­ua kor­ban masih dalam pen­car­i­an tim SAR gabun­gan, Jumat (16/10/2024).

Kabar awal men­ge­nai keja­di­an tragis terse­but beredar luas melalui ung­ga­han akun media sosial info.cigadung, yang mem­bagikan kro­nolo­gi singkat dan poton­gan video mem­per­li­hatkan dua rema­ja berdiri di atas struk­tur jem­bat­an berwar­na men­colok itu sebelum akhirnya ter­jun ke sun­gai. Dalam ung­ga­han yang beredar, dise­butkan bah­wa aksi terse­but diduga dilakukan dalam rang­ka mem­bu­at kon­ten video untuk media sosial.

“Dua rema­ja dik­abarkan tengge­lam usai ter­jun dari jem­bat­an pelan­gi ke sun­gai Per­pil Tegal sore tadi. Dua pela­jar SMA terse­but diduga ten­gah mem­bu­at kon­ten video, direkam teman­nya yang tak bisa ber­e­nang,” tulis akun info.cigadung dalam ung­ga­han­nya yang telah dise­bar­lu­askan ribuan kali di berba­gai plat­form.

“Hing­ga saat ini ked­ua kor­ban ten­gah dalam upaya pen­car­i­an tim SAR dan belum ada tan­da-tan­da dite­mukan. Semoga semuanya sela­mat dan baik-baik saja,” lan­jut ung­ga­han terse­but.

Menu­rut infor­masi yang dihim­pun dari sum­ber lapan­gan dan war­ga sek­i­tar, keja­di­an bermu­la pada Kamis sore sek­i­tar pukul 16.00 WIB. Dua rema­ja yang dike­tahui masih berser­agam olahra­ga seko­lah, datang bersama seo­rang teman lain­nya ke kawasan Jem­bat­an Pelan­gi yang men­ja­di salah satu spot favorit war­ga dan rema­ja untuk ber­swafo­to.

  TRC BPBD dan Satlantas Sigap Evakuasi Pohon Tumbang di Painan

Jem­bat­an yang berwar­na-warni itu memang ser­ing dijadikan tem­pat mem­bu­at kon­ten video pen­dek kare­na tampi­lan­nya yang men­colok dan peman­dan­gan­nya yang meng­hadap lang­sung ke ali­ran Sun­gai Per­pil. Dari keteran­gan war­ga, keti­ga pela­jar itu sem­pat ter­li­hat tertawa dan menyi­ap­kan kam­era pon­sel di sisi jem­bat­an.

Beber­a­pa menit kemu­di­an, dua dari mere­ka ter­li­hat berdiri di bibir jem­bat­an bagian ten­gah, lalu mel­on­cat ke sun­gai den­gan ket­ing­gian sek­i­tar 10 meter. Teman mere­ka yang merekam keja­di­an itu diduga tidak bisa ber­e­nang, sehing­ga tidak mam­pu meno­long saat ked­ua rekan­nya tidak muncul kem­bali ke per­mukaan air sete­lah ter­jun.

“Awal­nya diki­ra hanya bercan­da, tapi sete­lah beber­a­pa menit nggak muncul-muncul, baru kami sadar itu serius,” ujar seo­rang war­ga yang bera­da tak jauh dari lokasi keja­di­an.

Ked­ua kor­ban dike­tahui meru­pakan pela­jar SMA di wilayah Tegal, namun iden­ti­tas lengkap­nya belum dipub­likasikan secara res­mi oleh pihak berwe­nang kare­na masih dalam pros­es pen­car­i­an dan pem­ber­i­tahuan kepa­da kelu­ar­ga. Berdasarkan kesak­sian war­ga, ked­u­anya masih beru­sia sek­i­tar 16–17 tahun.

Teman mere­ka yang merekam video, semen­tara ini dia­mankan oleh pihak kepolisian untuk dim­intai keteran­gan lebih lan­jut. Dari hasil pemerik­saan awal, dike­tahui bah­wa mere­ka sama sekali tidak mem­perki­rakan aksi terse­but akan beru­jung trage­di. Tujuan uta­ma mere­ka hanyalah mem­bu­at kon­ten video den­gan gaya “lom­pat seru” dari jem­bat­an, yang belakan­gan men­ja­di tren di media sosial lokal.

Jem­bat­an Pelan­gi yang men­ja­di lokasi insi­d­en ter­letak di jalur Sun­gai Per­pil, kawasan Tegal bagian utara. Struk­tur jem­bat­an berwar­na-warni terse­but sudah lama men­ja­di ikon baru wisa­ta lokal yang ser­ing dikun­jun­gi oleh war­ga sek­i­tar, teruta­ma pada sore hari. Namun, di balik kein­da­han­nya, arus sun­gai di bawah jem­bat­an dike­nal cukup deras dan dalam di beber­a­pa titik, teruta­ma sete­lah hujan.

  Driver Ojol Jadi Korban Order Fiktif, Dapat Uluran Tangan dari Penjaga Toko: ‘InshaAllah Berkah untuk Kita Berdua

Beber­a­pa war­ga men­gaku ser­ing meli­hat rema­ja melakukan aksi berba­haya seper­ti melom­pat dari jem­bat­an ke sun­gai, mes­ki sudah ada tan­da peringatan yang melarang aktiv­i­tas terse­but.

“Sudah ser­ing kami lihat anak-anak muda melom­pat, tapi biasanya cuma seben­tar dan lang­sung naik. Cuma yang ini beda, nggak muncul-muncul lagi,” ujar salah satu peda­gang minu­man di sek­i­tar lokasi.

Insi­d­en ini ter­ja­di sek­i­tar pukul 16.00 WIB, dan lapo­ran res­mi diter­i­ma oleh petu­gas Badan Penang­gu­lan­gan Ben­cana Daer­ah (BPBD) Tegal sek­i­tar 30 menit kemu­di­an. Tim SAR gabun­gan dari BPBD, kepolisian, ser­ta relawan lang­sung dik­er­ahkan ke lokasi untuk melakukan pen­car­i­an.

Pen­car­i­an dilakukan hing­ga malam hari den­gan meng­gu­nakan per­ahu karet dan lam­pu sorot, namun belum mem­buahkan hasil. Arus sun­gai yang deras ser­ta kon­disi air yang keruh men­ja­di kendala uta­ma dalam upaya pen­car­i­an.

“Kami akan melan­jutkan pen­car­i­an hing­ga dite­mukan. Tim masih meny­isir radius 2 kilo­me­ter dari lokasi awal kor­ban diduga tengge­lam,” ujar salah satu petu­gas SAR dalam keteran­gan­nya kepa­da wartawan di lokasi.

Upaya pen­car­i­an juga meli­batkan masyarakat sek­i­tar yang ikut mem­ban­tu den­gan cara meny­isir tepi sun­gai dan mela­porkan seti­ap tan­da yang men­curi­gakan.

Peri­s­ti­wa ini diduga kuat dipicu oleh keing­i­nan rema­ja terse­but untuk mem­bu­at kon­ten media sosial yang menarik dan viral. Fenom­e­na “kon­ten ekstrem” seper­ti melom­pat dari ket­ing­gian ke air, berse­lan­car di sun­gai, atau menan­tang bahaya demi pop­u­lar­i­tas di dunia maya memang ten­gah marak di kalan­gan pela­jar.

Pakar psikolo­gi sosial, dalam berba­gai kesem­patan, ser­ing mengin­gatkan bah­wa rema­ja bera­da pada fase pen­car­i­an iden­ti­tas dan mudah ter­pen­garuh oleh tren dig­i­tal tan­pa mem­per­hi­tungkan risiko nya­ta. Min­im­nya pen­gawasan orang tua dan tidak adanya batasan yang tegas dari plat­form dig­i­tal ker­ap men­ja­di pemicu muncul­nya aksi-aksi nekat seru­pa.

  Polisi Temukan Korban Kecelakaan Sepeda Motor

“Bagi rema­ja, kon­ten yang viral diang­gap seba­gai pen­ca­pa­ian sosial. Tapi sayangnya, mere­ka ser­ing tidak sadar bah­wa kese­la­matan jauh lebih pent­ing dari pop­u­lar­i­tas sesaat,” jelas salah seo­rang penga­mat pen­didikan lokal yang dim­intai komen­tar.

Pihak kepolisian setem­pat telah turun ke lokasi dan memasang garis pem­bat­as di area jem­bat­an untuk mence­gah keja­di­an seru­pa. Pemer­in­tah daer­ah juga beren­cana memasang papan peringatan tam­ba­han dan meningkatkan patroli di sek­i­tar kawasan terse­but, khusus­nya di wak­tu sore hari yang ser­ing men­ja­di momen aktiv­i­tas anak muda.

Semen­tara itu, ung­ga­han info.cigadung yang per­ta­ma kali mengabarkan keja­di­an terse­but kini telah men­da­p­at ribuan komen­tar dari war­ganet. Banyak yang men­gungkap­kan kepri­hati­nan dan berharap ked­ua kor­ban segera dite­mukan dalam keadaan sela­mat.

“Semoga cepat dite­mukan dan semoga keja­di­an ini bisa jadi pela­jaran buat yang lain,” tulis salah satu peng­gu­na media sosial di kolom komen­tar.

Hing­ga Kamis malam, 16 Okto­ber 2025, pen­car­i­an ter­hadap dua pela­jar SMA yang diduga tengge­lam di Sun­gai Per­pil, Tegal, masih terus dilakukan oleh tim SAR gabun­gan. Belum ada tan­da-tan­da keber­adaan kor­ban, dan kelu­ar­ga masih menan­ti kabar den­gan hara­pan ter­baik.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di pengin­gat bah­wa dalam era media sosial yang ser­ba cepat, kese­la­matan harus selalu men­ja­di pri­or­i­tas uta­ma di atas segalanya. Tren kon­ten ekstrem yang berisiko ting­gi seharus­nya tidak dijadikan ajang pem­buk­t­ian, kare­na satu langkah keliru dap­at beru­jung pada kehi­lan­gan nyawa.

Semoga pen­car­i­an mem­buahkan hasil dan ked­ua kor­ban segera dite­mukan dalam keadaan sela­mat. (suatno/Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *