Berita Hukum

Diduga Dikriminalisasi, Ketua FPII NTB Minta Perlindungan Presiden!

688
×

Diduga Dikriminalisasi, Ketua FPII NTB Minta Perlindungan Presiden!

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Kasus dugaan tin­dak pidana pen­cu­cian uang (TPPU) modus jan­jikan proyek pen­im­bunan Der­ma­ga Pelin­do di Lom­bok Barat naik penyidikan. Pen­ingkatan sta­tus penan­ganan kasus ini berdasarkan surat per­in­tah penyidikan nomor SP.Sidik/116.a/VII/RES.1.24/2024/Ditreskrimum, ter­tang­gal 2 Juli 2024 lalu.

“Terke­san memu­nculkan kesan langkah speku­lasi dimana runutan peri­s­ti­wa dari pros­es yang ber­jalan cukup lama, lalu ada vonis yang dipak­sakan tan­pa diberikan ruang untuk man­ga­jukan band­ing hing­ga mengabaikan putu­san perkara per­da­ta yang seharus­nya dijadikan ref­er­en­si atau per­tim­ban­gan hakim dalam mem­beri rasa kead­i­lan.” kata Adv.Lilik Adi Gunawan, S.H, Man­ag­ing Part­ner Kasi­h­hati Law Firm saat di wawan­cara awak media pada Ming­gu, (6/7/2025) di Jakar­ta.

“Kami meni­lai Direskri­mum Pol­da NTB yang baru beber­a­pa wak­tu men­ja­bat, belum mema­ha­mi secara utuh pros­es seluk beluk awal bagaimana bergulirnya kasus ini, ada kesan ter­lalu terge­sa-gesa meny­im­pulkan, tan­pa men­dala­mi ter­lebih dahu­lu.” tegas Adv. Lilik Adi Gunawan.S.H.

“Seba­gai ben­tuk pem­be­laan diri atas sikap aro­gan­si terse­but, saya telah menun­juk Adv.Lilik Adi Gunawan,S.H., Man­ag­ing Part­ner Fir­ma Kasi­h­hati Law Firm untuk men­dampin­gi saya dalam pros­es pemang­gi­lan Sak­si ke- 1 dari Direskri­mum Pol­da NTB.” jelas Mawar­di saat di kon­fir­masi awak media melalui sam­bun­gan telpon.

  Kejati Sumsel Terima Hasil Audit BPK RI atas Dugaan Tindak Korupsi Pengelolaan Tambang

“Saya sudah mener­i­ma Surat Pang­gi­lan Sak­si Ke‑1 dari Pol­da NTB den­gan Nomor: S.Pgl/584//VII/RES.1.24./2025/Direskrimum pada 18 Juni 2025,dan saya telah men­gir­imkan surat penun­daan untuk diperik­sa seba­gai sak­si oleh penyidik Pol­da NTB.” tegas Mawar­di.

“Kami akan mem­berikan pen­dampin­gan hukum dan per­lin­dun­gan agar klien kami men­da­p­atkan kepas­t­ian hukum.” jelas Adv. Lilik Adi Gunawan,SH.

“Kami akan melayangkan surat res­mi kepimp­inan tert­ing­gi jajaran Kepolisian Repub­lik Indone­sia (Kapol­ri );untuk segera mem­ben­tuk tim khusus yang akan mengka­ji pros­es yang diten­garai berni­lai ten­den­sius ter­hadap klien kami.” ungkap Adv. Lilik Adi Gunawan.S.H.

Kami menung­gu dan mem­inta langkah tegas Kapol­ri terkait kasus terse­but agar ditarik ke Mabes Pol­ri kare­na kami men­duga atas upaya secara ter­struk­tur dan sis­temati telah ter­ja­di krim­i­nal­isasi kepa­da Setwil FPII NTB yang jelas akan men­coreng nama baik insti­tusi dalam per­soalan terse­but.” tegas­nya.

Adv.Lilik Adi Gunawan,S.H., mema­parkan kro­nolo­gi peri­s­ti­wa hukum yang dialaminya beraw­al usai men­jalani masa huku­man kemu­di­an muncul kem­bali lapo­ran baru yakni tuduhan “tin­dak pidana pen­cu­cian uang” (TPPU) yang ditan­gani Reskri­mum Pol­da NTB , kemu­di­an dilimpahkan ke Reskrim­sus Pol­da NTB lalu berpros­es sela­ma satu tahun, dan kemu­di­an keti­ka bergan­ti pimp­inan, sekarang kem­bali klien kami malah dipang­gil lagi ke Reskri­mum Pol­da NTB , ini kasus kok seper­ti dip­im­pong sana pim­pong sini.

  Pemilik LB3 Tanpa Izin Dilaporkan LSM Tindak Indonesia Ke Mapolres Ketapang

“Klien kami sudah melakukan gugatan per­da­ta dan sudah berkeku­atan hukum tetap melalui Putu­san Pen­gadi­lan Negeri Mataram Nomor: 137/Pdt 5/20 IB/PN Mtr Tang­gal, 6 Maret 2019 dimana Majelis Hakim meny­atakan pihak yang mem­perkarakan klien kami ini jus­tru dini­lai “Wan­prestasi”.” ujar lawyer muda Man­ag­ing Part­ner Kasi­h­hati Law Firm.

Bah­wa dalam objek dan perkara hukum yang sama bahkan juga telah men­jalani pidana berdasarkan Putu­san Pen­gadi­lan Negeri Mataram Nomor:627/Pid.B/2010/PN Mtr. Tang­gal, 19 Desem­ber 2019.

Tudin­gan atas tin­dakan pen­cu­cian uang juga san­gat tidak men­dasar, kare­na tidak memenuhi unsur dimana pada prin­sip­nya TPPU adalah upaya untuk menyem­bun­yikan atau menya­markan asal usul har­ta kekayaan yang diper­oleh dari berba­gai tin­dak pidana,aeperti: Korup­si, penyua­pan, penyelundu­pan, penyelundu­pan tena­ga ker­ja, penyelundu­pan imi­gran, per­bankan, narkoti­ka, psikotropi­ka, perda­gan­gan budak, wani­ta, dan anak, tidak ada sat­upun unsur itu berkai­tan den­gan TPPU.

Kon­sek­wen­si hukum berdasarkan putu­san Pen­gadi­lan pun sudah dijalani kendati pros­es band­ing yang terke­san dibu­at tidak bisa ber­jalan sesuai hak klien kami selaku war­ga negara untuk menun­tut kead­i­lan kare­na adanya tekanan dan ara­han sesat dalam menter­jemahkan hak saya menun­tut kead­i­lan.

Putu­san Pen­gadi­lan tetap memvo­nis klien kami bersalah dan mengabaikan buk­ti yang dia­jukan beru­pa copy putu­san per­da­ta yang meny­atakan bah­wa pela­por wan­prestasi sehing­ga klien kami tidak ter­buk­ti melakukan pelang­garan pidana.

  Warga Desak Audit Dana Desa Kuta Pinang, Media Surati Kejaksaan

Tidak cuma sam­pai dis­i­tu, upaya untuk menun­tut hak klien kami untuk men­da­p­atkan kead­i­lan pun diha­lan­gi den­gan berba­gai dal­ih dan alasan sehing­ga saya seba­gai war­ga negara yang berhak atas per­lin­dun­gan hukum merasa men­da­p­at per­lakuan diskrim­i­natif dan harus mendekam diba­lik jeru­ji besi tem­bok pen­jara tan­pa diberikan ruang pem­be­laan.

Media lokal yang memu­at pem­ber­i­taan terkait kasus terse­but juga setahun yang lalu ter­li­hat san­gat tidak pro­fe­sion­al dalam menge­mas berita,terkesan menyam­paikan beri­ta pesanan dan bersi­fat sepi­hak ter­lebih lagi pen­can­tu­man nama tan­pa meng­gu­nakan inisial jelas melang­gar kode etik jur­nal­is­tik dan dini­lai kurang meng­har­gai hak hukum sese­o­rang yang masih dalam pros­es yang belum ten­tu memenuhi unsur TPPU lan­taran masih berpros­es dike­polisian.

“Kami adalah Advokat /Pengacara yang kon­sen seba­gai Gar­da Ter­de­pan Pem­bela Insan Pers Inde­pen­den sesuai den­gan UU No.40 Tahun 1999 ten­tu kami beser­ta jaringan Kon­stituen Dewan Pers Inde­pen­den (DPI) di selu­ruh Indone­sia akan kaw­al kasus yang meny­eret Ket­ua Setwil Forum Pers Inde­pen­dent Indone­sia (FPII) Provin­si NTB.“pungkas Adv.Lilik Adi Gunawan, S.H, yang juga seba­gai Dewan Pakar Pre­sid­i­um FPII. (Tim/Red)

Sum­ber: Fir­ma Kasi­h­hati Law Firm.
Lapo­ran: (Sufiyawan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *