Berita Daerah

Spirit of Sasambo Meriahkan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka

175
×

Spirit of Sasambo Meriahkan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.d - Per­ayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Repub­lik Indone­sia di Istana Merde­ka tahun ini menyuguhkan sebuah momen istime­wa yang berhasil memukau para tamu undan­gan. Penampi­lan tar­i­an daer­ah berta­juk “The Spir­it of Sasam­bo” dari Nusa Teng­gara Barat (NTB) men­ja­di sorotan uta­ma, Ming­gu (17/08).

Tar­i­an yang meng­hadirkan per­pad­u­an budaya dari tiga etnis besar di NTB, yaitu Lom­bok (Sasak), Sum­bawa (Samawa), dan Bima-Dom­pu (Mbo­jo), tampil penuh ener­gi. Para penari berhasil menya­jikan sebuah per­tun­jukan yang bukan hanya indah secara visu­al, namun juga sarat mak­na ten­tang har­moni dan per­sat­u­an dalam bingkai Bhin­neka Tung­gal Ika.

Di hala­man Istana Merde­ka yang dipenuhi suasana khid­mat peringatan kemerdekaan, puluhan penari dari NTB tampil men­ge­nakan busana tra­di­sion­al yang dipadukan den­gan ger­akan dinamis. Per­tun­jukan diawali den­gan den­tu­man gen­dang khas NTB yang ditabuh secara serem­pak, meng­hadirkan ira­ma kuat dan berse­man­gat.

Para penari, seba­gian besar men­ge­nakan paka­ian adat berwar­na mer­ah dan putih, berg­er­ak den­gan penuh seman­gat di atas lapan­gan hijau Istana Merde­ka. Dalam reka­man yang beredar di media sosial, ter­li­hat mere­ka menari sam­bil memainkan alat musik tra­di­sion­al, ter­ma­suk gen­dang besar yang ditabuh den­gan penuh keku­atan.

  Rekayasa Lalu Lintas Pagi di Margonda: Arah Exit Tol Dialihkan ke Juanda 1

Suasana kian meri­ah keti­ka selu­ruh for­masi tari mem­ben­tuk har­moni ger­akan yang menggam­barkan keber­samaan masyarakat Lom­bok, Sum­bawa, dan Bima. Seti­ap ger­akan tari tam­pak telah dis­usun den­gan kore­ografi matang, memadukan unsur tra­di­sion­al den­gan seman­gat kebangsaan.

“The Spir­it of Sasam­bo” bukan sekadar tar­i­an hibu­ran, melainkan juga sebuah sim­bol yang menggam­barkan per­sat­u­an masyarakat NTB. Nama “Sasam­bo” sendiri meru­pakan akro­n­im dari tiga etnis uta­ma di provin­si terse­but, yakni Sasak, Samawa, dan Mbo­jo.

Per­pad­u­an budaya ini menggam­barkan seman­gat masyarakat NTB yang men­jun­jung ting­gi keber­samaan, mes­ki berasal dari latar belakang budaya yang berbe­da. Kehadi­ran tar­i­an ini dalam per­ayaan HUT ke-80 RI di Istana Merde­ka men­ja­di rep­re­sen­tasi nya­ta dari sem­boy­an bangsa “Bhin­neka Tung­gal Ika”.

Sejum­lah tamu undan­gan tam­pak ter­pukau dan mem­berikan tepuk tan­gan meri­ah. Tidak sedik­it pula yang mengabadikan momen ini seba­gai kenan­gan berhar­ga dari peringatan kemerdekaan yang ke-80.

Ung­ga­han men­ge­nai penampi­lan tar­i­an ini juga ramai dibicarakan di media sosial. Akun Threads @insidentb1, mis­al­nya, men­gung­gah video penampi­lan den­gan narasi. “Momenis­time­wa di HUT Kemerdekaan ke-80 RI, 17 Agus­tus 2025. Tar­i­an daer­ah ‘The Spir­it of Sasam­bo’ dari Nusa Teng­gara Barat berhasil memukau para tamu undan­gan di Istana Merde­ka. Per­pad­u­an budaya Lom­bok, Sum­bawa, dan Mbo­jo tampil penuh ener­gi dan men­ja­di sim­bol har­moni Bhin­neka Tung­gal Ika.”

Ung­ga­han terse­but dis­er­tai sejum­lah tagar, di antaranya #Har­i­an­NTB, #Sasam­bo, #Lom­bok, #Sum­bawa, #Bima, #Dom­pu, #NTB, #DirgahayuRI80, #Indone­sia, #BudayaIn­done­sia, #IstanaMerde­ka, dan #spir­itof­sasam­bo.

  Sherly, Dari Rumah Tangga Hingga Pemimpin yang Sentuh Hati Rakyat

Dalam video lain, tam­pak jelas salah seo­rang penabuh gen­dang yang men­ge­nakan baju adat mer­ah den­gan hiasan khas NTB. Di layar juga ter­tulis keteran­gan. “Penampi­lan Tar­i­an ‘The Spir­it of Sasam­bo’ NTB Pukau Istana Merde­ka.”

Visu­al terse­but mem­perku­at gam­baran bagaimana tar­i­an daer­ah NTB tampil seba­gai salah satu per­tun­jukan kebang­gaan pada momen­tum berse­jarah ini.

Sasam­bo dike­nal seba­gai tar­i­an kolab­o­rasi yang meng­gabungkan tiga budaya besar NTB. Sasak yang berasal dari Lom­bok, Samawa dari Sum­bawa, dan Mbo­jo dari Bima-Dom­pu, memi­li­ki ciri khas mas­ing-mas­ing dalam seni tari, musik, dan busana.

Melalui tar­i­an Sasam­bo, selu­ruh perbe­daan itu dis­atukan men­ja­di sebuah karya seni per­tun­jukan yang merep­re­sen­tasikan iden­ti­tas masyarakat NTB secara keselu­ruhan. Tar­i­an ini ser­ing dibawakan dalam acara-acara besar, baik di tingkat provin­si maupun nasion­al, untuk mem­perke­nalkan kekayaan budaya NTB kepa­da kha­layak luas.

Kehadi­ran tar­i­an ini di Istana Merde­ka, ter­lebih pada momen­tum per­ayaan HUT RI yang ke-80, men­ja­di kebang­gaan tersendiri bagi masyarakat NTB. Ini sekali­gus men­ja­di buk­ti bah­wa seni dan budaya tra­di­sion­al Indone­sia tetap memi­li­ki tem­pat ter­hor­mat di pang­gung nasion­al.

Peringatan HUT ke-80 Repub­lik Indone­sia tahun ini men­gusung seman­gat per­sat­u­an den­gan tema “Bersatu, Berdaulat, Raky­at Sejahtera, Indone­sia Maju”. Sejum­lah rangka­ian acara dige­lar den­gan khid­mat, mulai dari pen­gibaran ben­dera Mer­ah Putih, parade budaya, hing­ga penampi­lan seni dari berba­gai daer­ah.

Tar­i­an “The Spir­it of Sasam­bo” men­ja­di salah satu bagian yang mem­berikan war­na tersendiri. Selain menyuguhkan hibu­ran yang memukau, per­tun­jukan ini juga mengin­gatkan selu­ruh masyarakat akan pent­ingnya men­ja­ga per­sat­u­an bangsa di ten­gah keber­aga­man.

  Nanda Indira dan Antonius Muhammad Ali Resmi Pimpin Pesawaran 2025–2030

Jika dite­laah lebih dalam, tar­i­an Sasam­bo mem­bawa pesan filosofis yang kuat. Den­tu­man gen­dang yang keras melam­bangkan seman­gat dan keku­atan. Ger­akan kom­pak para penari mencer­minkan ker­ja sama dan keber­samaan. Sedan­gkan per­pad­u­an kos­tum tra­di­sion­al menggam­barkan iden­ti­tas dan keanekaraga­man budaya NTB.

Semua itu berpadu men­ja­di sebuah pesan uni­ver­sal bah­wa keber­aga­man adalah keku­atan, bukan kelema­han. Indone­sia seba­gai bangsa besar den­gan ratu­san suku, bahasa, dan budaya, harus senan­ti­asa men­jadikan keber­aga­man terse­but seba­gai perekat, bukan pemisah.

Per­ayaan HUT ke-80 RI di Istana Merde­ka 17 Agus­tus 2025 men­catat sejarah tersendiri den­gan penampi­lan tar­i­an “The Spir­it of Sasam­bo” dari Nusa Teng­gara Barat. Den­gan penuh ener­gi dan seman­gat kebangsaan, para penari berhasil menun­jukkan bagaimana seni budaya mam­pu men­ja­di sim­bol har­moni dalam keber­aga­man.

Per­tun­jukan ini bukan hanya sebuah sug­uhan seni, melainkan juga reflek­si atas seman­gat per­sat­u­an bangsa Indone­sia. Kehadi­ran­nya mengin­gatkan kita semua bah­wa Bhin­neka Tung­gal Ika bukan sekadar sem­boy­an, tetapi harus diwu­jud­kan dalam kehidu­pan sehari-hari.

Di ten­gah sorak sorai tepuk tan­gan di Istana Merde­ka, tar­i­an Sasam­bo seakan mene­gaskan bah­wa budaya lokal adalah bagian dari jati diri bangsa yang tidak boleh dilu­pakan. Jus­tru, semakin dilestarikan, budaya terse­but akan semakin mem­perku­at rasa cin­ta tanah air dan kebang­gaan seba­gai bangsa Indone­sia.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *