Berita Daerah

Best Performing Lawyer 2025: Dedikasi Lilik Adi Gunawan untuk FPII dan PERADI Utama

168
×

Best Performing Lawyer 2025: Dedikasi Lilik Adi Gunawan untuk FPII dan PERADI Utama

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id —  Ajang 80 Awards Trends Sum­mit 2025 men­ja­di sak­si atas pen­ca­pa­ian luar biasa seo­rang advokat Indone­sia. Advokat Lilik Adi Gunawan, S.H., Man­ag­ing Part­ner Kasi­h­hati Law Firm dan CEO PT Jur­nalis Nusan­tara Satu, berhasil meraih peng­har­gaan bergengsi kat­e­gori “Best Per­form­ing Lawyer 2025” dari Indone­sia Award Megazine. Peng­har­gaan terse­but dis­er­ahkan dalam ser­e­moni mewah yang dige­lar Jumat (12/9/2025) di Hilton Gar­den Inn Taman Palm, Jakar­ta.

Indone­sia Award Megazine mem­persem­bahkan peng­har­gaan kat­e­gori Best Per­form­ing Lawyer seba­gai ben­tuk apre­si­asi ter­hadap advokat yang dini­lai menun­jukkan dedikasi, keung­gu­lan, dan kin­er­ja luar biasa dalam prak­tik hukum sep­a­n­jang tahun 2025. Peng­har­gaan ini tidak hanya meny­oroti keber­hasi­lan indi­vidu tetapi juga dampak posi­tif yang diberikan bagi masyarakat luas, teruta­ma dalam pene­gakan hukum dan kead­i­lan.

Dalam rilis resminya, penye­leng­gara mene­gaskan bah­wa peng­har­gaan ini bertu­juan untuk men­gangkat teladan para pro­fe­sion­al hukum yang berkon­tribusi secara nya­ta ter­hadap refor­masi hukum, keber­lan­ju­tan eti­ka pro­fe­si, ser­ta pen­guatan keper­cayaan pub­lik ter­hadap sis­tem hukum Indone­sia.

Lilik Adi Gunawan dike­nal luas seba­gai sosok advokat den­gan rep­utasi ting­gi. Selain memimpin Kasi­h­hati Law Firm, ia juga men­ja­bat seba­gai CEO PT Jur­nalis Nusan­tara Satu. Kehadi­ran­nya dalam acara terse­but tidak sendiri, tetapi didampin­gi lang­sung oleh Ket­ua Pre­sid­i­um Forum Pers Inde­pen­dent Indone­sia (FPII), Dra. Kasi­h­hati. Dukun­gan penuh dari berba­gai pihak, ter­ma­suk PERADI Uta­ma yang dip­impin Prof. Dr. Har­di Far­dian­syah, S.E., S.H., S.I.P., S.I.Kom., M.H., M.A., M.Ec.Dev., M.I.Kom, men­ja­di bagian pent­ing dalam per­jalanan­nya.

  Ses Ditjenpas Cek Kesiapan Sarana dan Pelayanan Kesehatan di Rutan Tanjung Pura

Dalam sambu­tan­nya, Lilik mene­gaskan bah­wa pen­ca­pa­ian ini bukan sema­ta hasil ker­ja prib­a­di, melainkan hasil ker­ja sama tim yang sol­id. Ia menye­but nama-nama besar seper­ti Dra. Kasi­h­hati dan Prof. Dr. Har­di Far­dian­syah seba­gai sosok yang mem­berinya moti­vasi dan bimbin­gan.

“Prestasi yang mem­bang­gakan ini ten­tu tidak ter­lepas dari moti­vasi dan bimbin­gan dari Ket­ua Pre­sid­i­um FPII Dra. Kasi­h­hati ser­ta Ket­ua Umum Organ­isasi Advokat PERADI UTAMA Prof. Dr. Har­di Far­dian­syah, ser­ta orang-orang baik yang selalu men­dukung saya hing­ga saya ada di titik ini,” ujarnya den­gan penuh rasa syukur.

Lilik mene­gaskan bah­wa peng­har­gaan Best Per­form­ing Lawyer 2025 ini ia persem­bahkan sepenuh­nya untuk Forum Pers Inde­pen­dent Indone­sia (FPII) dan PERADI Uta­ma. Hal ini men­ja­di sim­bol bah­wa pen­ca­pa­ian pro­fe­sion­al bukan hanya soal indi­vidu, melainkan keku­atan kolab­o­rasi dan loy­al­i­tas ter­hadap komu­ni­tas.

Ia menyam­paikan pesan tegas ten­tang pene­gakan hukum di Indone­sia. “Hukum tidak selalu tegak. Kami akan tegakkan keti­ka run­tuh dan kami akan berdirkan keti­ka rubuh.”

Perny­ataan terse­but men­da­p­at tepuk tan­gan meri­ah dari para hadirin, mencer­minkan keyak­i­nan bah­wa integri­tas dan keberan­ian adalah nilai uta­ma dalam pro­fe­si advokat.

Forum Pers Inde­pen­dent Indone­sia (FPII), yang dike­nal seba­gai gar­da ter­de­pan pem­bela kebe­basan pers, men­ja­di salah satu pihak yang pal­ing dibang­gakan Lilik. FPII sela­ma ini berper­an pent­ing dalam melin­dun­gi hak-hak jur­nalis, mem­per­juangkan kemerdekaan pers, dan memas­tikan bah­wa kebe­basan berek­spre­si tetap dija­ga di ten­gah tan­ta­n­gan zaman.

Semen­tara itu, PERADI Uta­ma di bawah kepemimp­inan Prof. Dr. Har­di Far­dian­syah terus mem­perku­at kap­a­sitas advokat Indone­sia melalui pelati­han pro­fe­sion­al, pem­bi­naan eti­ka, dan pen­dampin­gan hukum yang berkual­i­tas. Kehadi­ran dua organ­isasi besar ini dalam per­jalanan kari­er Lilik mene­gaskan bah­wa sin­er­gi antara komu­ni­tas pers dan dunia hukum dap­at mem­berikan man­faat yang lebih luas bagi masyarakat.

  Eks Napiter, Ajak Masyarakat Menolak Paham radikal dan tindakan Terorisme

Hilton Gar­den Inn Taman Palm, Jakar­ta, men­ja­di pang­gung yang megah untuk malam peng­har­gaan ini. Hadirin yang ter­diri dari tokoh hukum, peja­bat pub­lik, jur­nalis, dan pen­gusa­ha menyak­sikan peny­er­a­han peng­har­gaan den­gan antu­sias. Deko­rasi bernu­ansa mod­ern dan penc­a­hayaan hangat men­cip­takan atmos­fer ele­gan, menggam­barkan keseriu­san acara namun tetap mem­berikan suasana hangat bagi para tamu.

Lilik tampil per­caya diri di atas pang­gung men­ge­nakan sete­lan jas for­mal. Saat mener­i­ma peng­har­gaan, ia sem­pat menun­dukkan kepala seba­gai tan­da hor­mat sebelum men­gangkat trofi ting­gi-ting­gi. Momen itu dia­badikan dalam sejum­lah foto dan video yang kemu­di­an viral di media sosial.

Peng­har­gaan ini bukan hanya val­i­dasi kin­er­ja prib­a­di, tetapi juga penan­da pent­ing ten­tang bagaimana advokat dap­at mem­pen­garuhi peruba­han sosial. Dalam kon­teks ini, dedikasi Lilik untuk FPII dan PERADI Uta­ma adalah con­toh nya­ta bagaimana keber­hasi­lan sese­o­rang dap­at mem­berikan dampak posi­tif yang lebih luas.

FPII melalui perny­ataan resminya menye­but peng­har­gaan terse­but seba­gai kebang­gaan bersama. “Ini adalah keme­nan­gan selu­ruh insan pers yang sela­ma ini berjuang bersama kami. Lilik adalah sim­bol keberan­ian dan integri­tas,” demikian bun­yi rilis dari Pre­sid­i­um FPII.

Keber­hasi­lan ini dica­pai melalui ker­ja keras, ker­ja cer­das, ker­ja tun­tas, loy­al­i­tas, dan integritas—lima nilai uta­ma yang selalu ia tekankan. Dalam sambu­tan­nya di podi­um, Lilik meng­garis­bawahi bah­wa kolab­o­rasi sol­id dan eti­ka pro­fe­sion­al adalah kun­ci uta­ma. Kasi­h­hati Law Firm, di bawah kepemimp­inan­nya, dike­nal menan­gani berba­gai kasus pent­ing den­gan pen­dekatan yang adil dan pro­fe­sion­al.

Keahlian­nya tidak hanya diukur dari keme­nan­gan di ruang sidang, tetapi juga dari kemam­puan advokasi untuk isu-isu pub­lik dan keberan­ian mem­bela kebe­naran, bahkan keti­ka itu tidak pop­uler.

  KWRI Pringsewu Jadwalkan Muscab, Jamhari (Ajo) Disiapkan Pimpin DPC

Media sosial dan jaringan hukum Indone­sia ramai mem­berikan uca­pan sela­mat. Banyak rekan sejawat memu­ji keteku­nan dan kon­sis­ten­si Lilik dalam men­ja­ga integri­tas pro­fe­si advokat. Komu­ni­tas pers juga meni­lai peng­har­gaan ini seba­gai buk­ti nya­ta bah­wa pers dan hukum dap­at ber­jalan beriringan dalam mem­per­juangkan hak pub­lik.

Sejum­lah penga­mat hukum meni­lai bah­wa peng­har­gaan semacam ini memi­li­ki per­an strate­gis dalam meningkatkan stan­dar pro­fe­sion­al­isme advokat Indone­sia, sekali­gus mem­perku­at keper­cayaan masyarakat ter­hadap pene­gakan hukum.

Den­gan peng­har­gaan Best Per­form­ing Lawyer 2025, Lilik berharap dap­at men­gin­spi­rasi advokat muda untuk bek­er­ja bukan hanya demi kepentin­gan prib­a­di tetapi juga demi kepentin­gan masyarakat dan kead­i­lan. Ia juga berkomit­men untuk terus men­dukung FPII dalam melin­dun­gi kebe­basan pers, ser­ta mem­ban­tu PERADI Uta­ma mem­perku­at stan­dar eti­ka dan pro­fe­sion­al­isme advokat.

Ke depan, ia beren­cana mengem­bangkan lebih banyak pro­gram advokasi pub­lik dan pelati­han hukum, ter­ma­suk ker­ja sama lin­tas sek­tor yang meli­batkan media, akademisi, dan pemer­in­tah. Den­gan demikian, peng­har­gaan ini tidak berhen­ti pada ser­e­moni sema­ta, tetapi men­ja­di titik awal kon­tribusi yang lebih luas.

Peng­har­gaan Best Per­form­ing Lawyer 2025 untuk Adv. Lilik Adi Gunawan bukan sekadar prestasi indi­vidu, tetapi juga dedikasi bagi FPII dan PERADI Uta­ma. Den­gan ker­ja keras dan integri­tas ting­gi, Lilik mem­buk­tikan bah­wa seo­rang advokat tidak hanya men­ja­di pem­bela di ruang sidang, tetapi juga motor peng­ger­ak peruba­han sosial.

Peng­har­gaan ini mengin­gatkan kita bah­wa kead­i­lan, kebe­basan pers, dan pro­fe­sion­al­isme hukum adalah pilar pent­ing bagi kema­juan demokrasi Indone­sia. Lilik Adi Gunawan melalui pen­ca­pa­ian­nya telah menun­jukkan bagaimana nilai-nilai terse­but dap­at diwu­jud­kan melalui dedikasi tan­pa pam­rih. (Sufiyawan).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *