Berita Daerah

Sinergi FPII dan Rutan Salemba: Dorong Pembinaan Rohani dan Hilangkan Stigma Negatif

301
×

Sinergi FPII dan Rutan Salemba: Dorong Pembinaan Rohani dan Hilangkan Stigma Negatif

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakar­ta Pusat, atau yang lebih dike­nal den­gan Rutan Salem­ba, kem­bali mene­gaskan komit­men­nya meng­hadirkan pem­bi­naan holis­tik bagi war­ga binaan. Kali ini, sin­er­gi diwu­jud­kan melalui kun­jun­gan Ket­ua Pre­sid­i­um Forum Pers Inde­pen­dent Indone­sia (FPII),

Dra. Kasi­h­hati, bersama jajaran dan Dewan Pers Inde­pen­den (DPI) yang sekali­gus mem­bawa misi syiar dan dak­wah.

Kun­jun­gan yang berlang­sung pada Kamis (4/8/2025) terse­but dis­am­but lang­sung oleh Kepala Rutan (Karu­tan) Kelas I Jakar­ta Pusat, Wahyu Trah Uto­mo. Mes­ki di ten­gah kesi­bukan padat, Wahyu menyem­patkan diri mener­i­ma rom­bon­gan di ruang ker­janya. Perte­muan itu bukan sekadar silat­u­rah­mi, melainkan momen­tum pent­ing yang dihara­p­kan men­ja­di awal kolab­o­rasi posi­tif antara media inde­pen­den, lem­ba­ga dak­wah, dan insti­tusi pemasyarakatan.

Dalam keteran­gan­nya kepa­da awak media, Ket­ua Pre­sid­i­um FPII, Dra. Kasi­h­hati, menekankan pent­ingnya meng­hadirkan beri­ta-beri­ta posi­tif terkait kegiatan war­ga binaan. Menu­rut­nya, masyarakat ker­ap hanya men­ge­nal rutan seba­gai tem­pat yang sarat stig­ma negatif. Pada­hal, banyak pro­gram pem­bi­naan pro­duk­tif dan keaga­maan yang layak men­da­p­at sorotan.

Melalui kun­jun­gan ini, kami ingin mem­per­li­hatkan kepa­da pub­lik bah­wa rutan bukan hanya ten­tang jeru­ji besi dan huku­man. Ada pros­es pem­bi­naan, bimbin­gan ker­ja, hing­ga pro­gram keta­hanan pan­gan yang disi­ap­kan untuk masa depan para war­ga binaan. Itu­lah kabar baik yang ingin kami terus suarakan,” ujar Kasi­h­hati.

Ia men­con­tohkan, pro­gram Bimbin­gan Ker­ja (Bimk­er) ser­ta keta­hanan pan­gan yang ber­jalan di Rutan Kelas I Jakar­ta Pusat men­ja­di buk­ti nya­ta. Pro­gram ini diran­cang agar war­ga binaan memi­li­ki bekal keter­ampi­lan dan kemandiri­an keti­ka kem­bali ke masyarakat sete­lah menye­le­saikan masa huku­man­nya.

  Data Pendidikan Wakil Wali Kota Tebing Tinggi Disorot, Kelulusan S1 Tak Muncul di PDDikti

Kun­jun­gan kali ini tak sekadar mem­bawa per­spek­tif jur­nal­is­tik. FPII juga meng­hadirkan per­an dak­wah melalui kehadi­ran Ustadz Drs. Sai­ful Bahri, S.S., yang meru­pakan Anggota Pre­sid­i­um FPII Bidang Syiar dan Dak­wah. Ia berkomit­men men­dukung pro­gram pem­bi­naan keaga­maan di dalam rutan.

Dewan Pakar FPII sekali­gus Pen­gawas Dewan Pers Inde­pen­den, Adv. Lilik Adi Gunawan, S.H., mene­gaskan bah­wa FPII tidak hanya berhen­ti seba­gai organ­isasi pers. Lebih dari itu, FPII ingin berkon­tribusi dalam pem­bi­naan rohani Islam war­ga binaan.

FPII pun­ya tang­gung jawab moral, tidak hanya mengabarkan beri­ta posi­tif, tetapi juga ikut andil dalam kegiatan syiar dan dak­wah. Den­gan begi­tu, war­ga binaan bisa men­da­p­atkan sen­tuhan spir­i­tu­al yang men­ja­di bekal pent­ing untuk peruba­han hidup mere­ka sete­lah kelu­ar nan­ti,” tutur Lilik.

Menden­gar komit­men terse­but, Karu­tan Kelas I Jakar­ta Pusat, Wahyu Trah Uto­mo, menyam­paikan apre­si­asi. Baginya, dukun­gan ekster­nal dari berba­gai ele­men masyarakat, ter­ma­suk organ­isasi pers inde­pen­den, san­gat pent­ing untuk mem­perku­at pem­bi­naan di dalam rutan.

Kami bert­er­i­ma kasih atas kun­jun­gan Ket­ua Pre­sid­i­um FPII beser­ta jajaran. Semoga sin­er­gi ini terus berlan­jut, sehing­ga masyarakat bisa men­da­p­atkan infor­masi yang berim­bang dari sum­ber yang dap­at diper­caya,” ungkap Wahyu.

Ia menam­bahkan, ino­vasi yang dibawa FPII melalui bidang syiar dan dak­wah meru­pakan langkah posi­tif. Menu­rut Wahyu, kolab­o­rasi terse­but akan mem­beri war­na baru dalam meng­hadirkan pem­bi­naan yang respon­sif, huma­n­is, ser­ta sesuai den­gan prin­sip pelayanan pri­ma.

  Ipda David Syajeli Pastikan Operasi Lilin 2025 Hadir Nyata di Rest Area Pringsewu

Ter­o­bosan seper­ti ini san­gat kami apre­si­asi. Kami akan mem­beri ruang bagi kolab­o­rasi ini agar bisa ber­jalan berkesinam­bun­gan. Tujuan kami sama, yaitu memas­tikan war­ga binaan men­da­p­atkan pem­bi­naan rohani yang memadai sehing­ga siap kem­bali ke masyarakat,” tegas­nya.

Pem­bi­naan rohani Islam di lingkun­gan pemasyarakatan bukan­lah hal baru. Namun, keber­lan­ju­tan dan kual­i­tas­nya san­gat bergan­tung pada ker­ja sama antara pihak inter­nal dan ekster­nal. Den­gan hadirnya dukun­gan FPII, dihara­p­kan pro­gram syiar dan dak­wah di Rutan Kelas I Jakar­ta Pusat semakin ter­struk­tur dan ber­daya guna.

Para war­ga binaan sela­ma ini mengiku­ti berba­gai kegiatan keaga­maan seper­ti kajian Islam, sha­lat ber­ja­maah, dan pen­ga­jian rutin. Namun, adanya kolab­o­rasi den­gan tokoh-tokoh dari luar lem­ba­ga mem­berikan war­na berbe­da. Mere­ka bisa men­da­p­atkan per­spek­tif baru, moti­vasi tam­ba­han, ser­ta bimbin­gan spir­i­tu­al yang lebih men­dalam.

Aga­ma ser­ing kali men­ja­di pin­tu masuk uta­ma bagi war­ga binaan untuk mem­per­bai­ki diri. Dari yang tadinya hilang arah, kemu­di­an men­e­mukan kete­nan­gan batin, hing­ga bertekad mening­galkan masa lalu yang kelam. Itu­lah kena­pa pem­bi­naan rohani men­ja­di san­gat vital,” ujar Sai­ful Bahri saat berbin­cang singkat den­gan tim media.

Selain fokus pada dak­wah, Kasi­h­hati meny­oroti tang­gung jawab besar pers dalam menya­jikan beri­ta yang berim­bang. Ia menye­but, FPII seba­gai organ­isasi pers inde­pen­den berkomit­men men­dukung narasi posi­tif.

Jika pub­lik hanya dis­ug­uhi beri­ta ten­tang kasus krim­i­nal war­ga binaan, ten­tu cit­ra rutan akan selalu buruk. Pada­hal, ada banyak prestasi, keter­ampi­lan, bahkan pro­duk hasil ker­ja war­ga binaan yang patut dipub­likasikan. Itu­lah yang akan terus kami dorong,” kata Kasi­h­hati.

Ia juga mengin­gatkan, infor­masi yang benar dan berim­bang san­gat pent­ing agar masyarakat tidak sekadar meni­lai war­ga binaan dari kesala­han­nya. Lebih dari itu, masyarakat juga harus meli­hat per­juan­gan mere­ka untuk berubah.

  Profil Lengkap Camat Banyumas Kabupaten Pringsewu, Zainal Abidin, S.Pd., M.M.: Kiprah Kepemimpinan dan Kontribusi Untuk Pembangunan Daerah

Kun­jun­gan FPII ke Rutan Salem­ba ini menandai langkah awal sin­er­gi yang lebih besar. Baik dari sisi pub­likasi kegiatan posi­tif maupun dari pem­bi­naan rohani Islam. Karu­tan Wahyu mene­gaskan bah­wa pihaknya mem­bu­ka pin­tu sele­bar-lebarnya bagi kolab­o­rasi seru­pa den­gan berba­gai organ­isasi yang memi­li­ki visi mem­ban­gun.

Hara­pan kami, hubun­gan den­gan FPII terus ter­jalin har­mo­nis. Kolab­o­rasi ini bisa mem­perku­at pem­bi­naan sekali­gus mem­per­bai­ki cit­ra rutan di mata pub­lik,” ujar Wahyu.

Sin­er­gi ini dihara­p­kan bukan hanya mem­beri man­faat bagi war­ga binaan sela­ma di dalam rutan, melainkan juga mem­per­si­ap­kan mere­ka meng­hadapi kehidu­pan pas­ca-pem­be­basan. Den­gan bekal keter­ampi­lan ker­ja, keta­hanan pan­gan, dan pen­guatan spir­i­tu­al, mere­ka dihara­p­kan dap­at kem­bali ke masyarakat den­gan iden­ti­tas baru: prib­a­di yang lebih baik, pro­duk­tif, dan berman­faat.

Kun­jun­gan FPII ke Rutan Kelas I Jakar­ta Pusat men­ja­di buk­ti bah­wa pem­bi­naan war­ga binaan adalah tang­gung jawab bersama. Lem­ba­ga pemasyarakatan tidak bisa ber­jalan sendiri. Per­lu ada sin­er­gi dari berba­gai pihak, ter­ma­suk media inde­pen­den, tokoh aga­ma, hing­ga masyarakat luas.

Langkah yang dilakukan FPII — meng­gabungkan per­an pers dan dak­wah — adalah ter­o­bosan unik. Bukan hanya sekadar menyuarakan kabar posi­tif, tetapi juga ter­jun lang­sung men­dukung pem­bi­naan men­tal dan spir­i­tu­al.

Seba­gaimana dikatakan Karu­tan Wahyu, pem­bi­naan yang respon­sif dan huma­n­is adalah kun­ci. Den­gan kolab­o­rasi seper­ti ini, hara­pan akan lahirnya gen­erasi baru dari balik jeru­ji besi bukan­lah sekadar wacana, melainkan keny­ataan yang bisa diwu­jud­kan. (Sufiyawan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *