Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita LifestyleBerita OpiniBerita Sosial Budaya

Menantu Bukan Penanggung Segalanya, Video Ini Picu Diskusi

542
×

Menantu Bukan Penanggung Segalanya, Video Ini Picu Diskusi

Sebarkan artikel ini
Doc. Tangkapan layar video yang diunggah akun Facebook Bundaa Sucii dan memicu diskusi publik mengenai relasi mertua dan menantu.

LAMPUNG, SNIPERNEW.id -- Sebuah video yang diung­gah akun Face­book Bun­daa Sucii belakan­gan ini ramai diperbin­cangkan pub­lik dan memicu diskusi luas di media sosial. Video terse­but meny­oroti relasi antara mer­tua, menan­tu, dan anak dalam kehidu­pan rumah tang­ga, khusus­nya soal pem­ba­gian tang­gung jawab kelu­ar­ga, Ming­gu (28/12/2026).

Dalam tayan­gan video terse­but, dis­am­paikan pan­dan­gan bah­wa seo­rang menan­tu tidak memi­li­ki kewa­jiban mut­lak untuk men­gu­rus mer­tua, teruta­ma apa­bi­la beban rumah tang­ga dan tang­gung jawab kelu­ar­ga sepenuh­nya ditumpukan kepa­da menan­tu. Perny­ataan itu kemu­di­an meman­tik beragam respons dari war­ganet, baik yang men­dukung maupun yang mengkri­tisi.

Terus semua beban rumah tang­ga dan mer­tua semua ditumpukan ke menan­tu,” demikian salah satu kuti­pan narasi dalam video yang beredar.

Ung­ga­han ini dini­lai seba­gian pub­lik seba­gai reflek­si real­i­tas sosial yang ker­ap ter­ja­di di masyarakat, di mana menan­tu khusus­nya perem­puan ser­ing kali bera­da dalam posisi dilema­tis antara kewa­jiban ter­hadap pasan­gan, anak, dan kelu­ar­ga besar.

Namun demikian, sejum­lah war­ganet juga mengin­gatkan pent­ingnya meli­hat per­soalan ini secara pro­por­sion­al dan kon­tek­stu­al, den­gan mem­per­tim­bangkan nilai budaya, aga­ma, ser­ta kesep­a­katan dalam kelu­ar­ga mas­ing-mas­ing.

Beber­a­pa komen­tar menekankan bah­wa hubun­gan mer­tua dan menan­tu seharus­nya diban­gun atas dasar sal­ing meng­hor­mati, komu­nikasi yang sehat, ser­ta pem­ba­gian per­an yang adil.

Penga­mat kelu­ar­ga dan prak­tisi kon­sel­ing kelu­ar­ga menye­butkan bah­wa kon­flik antara mer­tua dan menan­tu ser­ing muncul bukan sema­ta kare­na per­soalan kewa­jiban, melainkan aki­bat ekspek­tasi yang tidak dibicarakan secara ter­bu­ka sejak awal pernika­han. Oleh kare­na itu, per­an anak atau pasan­gan dini­lai pent­ing seba­gai penye­im­bang dan jem­bat­an komu­nikasi dalam kelu­ar­ga.

Hing­ga kini, ung­ga­han video terse­but terus dibagikan dan men­ja­di bahan diskusi pub­lik, sekali­gus mem­bu­ka ruang dia­log men­ge­nai batasan tang­gung jawab, empati antarang­gota kelu­ar­ga, ser­ta pent­ingnya kesep­a­haman dalam mem­ban­gun rumah tang­ga yang har­mo­nis.

Penulis: (Iskan­dar)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *