KUPANG, SNIPERNEW.id — Sebuah unggahan di platform Threads milik akun @zufrio.rotama menjadi perbincangan luas warganet setelah menyinggung perubahan sikap guru dan kepala sekolah (kepsek) dibandingkan masa lalu.
Unggahan tersebut tercatat telah dilihat sebanyak 67.464 kali.
Dalam unggahannya, @zufrio.rotama menuliskan.
“Ketar-ketir gak tuh Guru dan Kepseknya!?
Tp memang Zaman sudah berubah ya,
Kebetulan saya Gen Milenial. kalau dulu Guru2 Jarang gak masuk ‘ngajar’ apalagi Guru Matematika, jadi misal sekali nya ada JamKos (Jam Kosong) senang sekali, karena jarang terjadi. Guru2 dulu walau Hujan Badai pun mereka tetap masuk, siswa belum datang beliau sudah berdiri didepan pintu, gimana gak kicep muridnya!?”
Unggahan tersebut juga mencantumkan keterangan sumber. “scv : Hello Effata”
Dalam video yang diunggah bersama postingan tersebut, tampak potongan visual kerumunan masyarakat dengan teks tertulis di layar. “lapor semua dek sama ibu gubernur”
Unggahan ini kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet di kolom komentar. Beberapa komentar yang muncul antara lain.
Akun @yonathanedy menuliskan:
“Pengajuan yang sangat polos. Itu guru pecat saja, kelakuan anjing tidak perlu dipertahankan. Saya mantan guru sangat kecewa mendengar seperti ini.”
Sementara akun @hendi3005 berkomentar. “Ga boleh di marah ya.. dia berkata jujur., kalo ada yang marah.. DM saya., dadahhh.. Guru informatika .. dag dig dug…dyaarr…”
Komentar lainnya juga bermunculan, menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang di tengah masyarakat terkait kedisiplinan guru, peran kepala sekolah, serta perubahan budaya pendidikan dari masa ke masa.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat klarifikasi resmi dari pihak sekolah, guru, maupun instansi pendidikan terkait unggahan dan video yang beredar tersebut. Oleh karena itu, informasi ini disajikan berdasarkan konten yang diunggah di media sosial, tanpa penambahan asumsi atau kesimpulan sepihak.
Peristiwa ini kembali menunjukkan bagaimana media sosial menjadi ruang publik untuk menyampaikan keresahan, nostalgia, sekaligus kritik terhadap dunia pendidikan, yang selanjutnya memerlukan klarifikasi dan penyikapan bijak dari semua pihak terkait.
Penulis: (iskandar)


















