Berita Daerah

Sinergi Dua Warisan Gerakan: BKPRMI Lampung “Ndderek Langkung” ke Muhammadiyah

530
×

Sinergi Dua Warisan Gerakan: BKPRMI Lampung “Ndderek Langkung” ke Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini

Ban­dar Lam­pung, SniperNew.id — Suasana penuh kehangatan dan seman­gat keber­samaan mengisi kun­jun­gan silat­u­rahim yang dilakukan oleh DPW BKPRMI Provin­si Lam­pung (Dewan Pen­gu­rus Wilayah Badan Komu­nikasi Pemu­da Rema­ja Masjid Indone­sia) kepa­da PWM Lam­pung (Pimp­inan Wilayah Muham­madiyah Lam­pung) pada Jumat, 17 Okto­ber 2025, pukul 14.00 WIB hing­ga sele­sai, di kan­tor PWM Lam­pung, Sab­tu (18/10/25).

Rom­bon­gan BKPRMI Lam­pung dip­impin lang­sung oleh Ket­ua Umum DPW, Ahmad Khairudin Syam, yang memil­ih momen­tum ini seba­gai ben­tuk “ndderek langkung” – ungka­pan lokal yang bermak­na mengiku­ti atau bela­jar dari yang telah lebih dahu­lu – seba­gai bagian dari komit­men mem­perku­at kolab­o­rasi bersama Muham­madiyah dalam pem­bi­naan gen­erasi muda dan dak­wah berba­sis masjid di Provin­si Lam­pung.

Kun­jun­gan terse­but diter­i­ma den­gan penuh rasa kekelu­ar­gaan oleh Ket­ua PWM Lam­pung, Prof. Dr. H. Sudar­man, M.Ag., yang juga meru­pakan Guru Besar Ilmu Per­bandin­gan Aga­ma di UIN Raden Intan Lam­pung. Prof. Sudar­man men­je­laskan bah­wa perte­muan ini bukan sekadar kun­jun­gan sim­bolo­gi, melainkan bagian dari upaya mem­ban­gun sin­er­gi riil antara dua organ­isasi yang berdiri di ruang dak­wah-masjid dan pengem­ban­gan pemu­da. Seba­gai catatan, Prof. Sudar­man ter­pil­ih seba­gai Ket­ua PWM Lam­pung peri­ode 2022–2027 melalui pros­es Musyawarah Wilayah ke-26.

Kedatan­gan rom­bon­gan BKPRMI dis­am­but hangat di sekre­tari­at PWM Lam­pung, Jalan Piere Ten­dean No. 7, Pala­pa Duri­an Payung, Ban­dar Lam­pung. Perte­muan diawali den­gan pem­bukaan ringan oleh tuan rumah, dilan­jutkan sambu­tan Ket­ua Umum DPW BKPRMI Lam­pung, kemu­di­an paparan dari Ket­ua PWM Lam­pung. Selu­ruh peser­ta duduk mel­ingkar dalam suasana infor­mal – cangkir kopi dan gelak tawa men­ja­di jem­bat­an keakra­ban antara pen­gu­rus ked­ua lem­ba­ga.

Prof. Sudar­man mem­bu­ka den­gan pen­gan­tar visi besar Muham­madiyah di Lam­pung: “Kami ingin masjid tidak hanya seba­gai tem­pat ibadah, tetapi seba­gai pusat pem­bi­naan iman, akhlak, dan intelek­tu­al. Dan pemu­da rema­ja masjid adalah gar­da depan dari pros­es ini.” Ia menyam­paikan dua pro­gram ung­gu­lan yang sedang dan akan dilak­sanakan oleh PWM Lam­pung: pelati­han man­a­je­men mar­bot Muham­madiyah dan pen­guatan Korps Muba­ligh Muham­madiyah. Pro­gram man­a­je­men mar­bot diran­cang untuk meningkatkan kap­a­sitas pen­gelo­la masjid agar mam­pu men­jalankan fungsi masjid seba­gai pusat sosial-keaga­maan secara opti­mal, sedan­gkan Korps Muba­ligh ditu­jukan untuk mem­perku­at dak­wah melalui fig­ur-fig­ur muba­ligh yang pro­fe­sion­al dan kon­tek­stu­al.

  Insan Brilian BRI BO Perdagangan Bermuhasabah Sambut Bulan Suci

Menang­gapi paparan terse­but, Ahmad Khairudin Syam meny­atakan bah­wa BKPRMI Lam­pung meli­hat kun­jun­gan ini seba­gai bagian dari niat untuk “ndderek langkung”  bukan sekadar meniru, tetapi bela­jar dan melan­jutkan seman­gat yang telah diban­gun Muham­madiyah. “Kami datang den­gan hati ter­bu­ka, ingin mem­per­erat silat­u­rahim ser­ta men­ja­ja­ki bagaimana pemu­da-rema­ja masjid di Lam­pung bisa berko­lab­o­rasi den­gan Muham­madiyah dalam pen­guatan masjid dan dak­wah gen­erasi muda,” ucap­nya. Ia menam­bahkan bah­wa BKPRMI Lam­pung berharap agar masjid-masjid yang dib­i­na oleh pemu­da rema­ja dap­at men­ja­di “lab­o­ra­to­ri­um” dak­wah kre­atif dan ger­akan keu­matan yang meli­batkan pemu­da.

Diskusi kemu­di­an beral­ih ke bagaimana ked­ua organ­isasi dap­at bersin­er­gi: mis­al­nya pem­ben­tukan pro­gram bersama pelati­han pemu­da masjid, per­tukaran fasil­i­ta­tor antara BKPRMI dan Muham­madiyah, ser­ta penye­larasan agen­da dak­wah dan pen­didikan pemu­da di tingkat provin­si. Ked­ua belah pihak sep­a­kat bah­wa ker­ja sama yang ber­jalan tidak hanya bersi­fat satu-arah, melainkan kolab­o­rasi yang sal­ing men­guatkan.

Kun­jun­gan ini memi­li­ki mak­na strate­gis bagi ked­ua organ­isasi. Di satu sisi, BKPRMI seba­gai organ­isasi pemu­da masjid yang telah lama hadir di Lam­pung memi­li­ki poten­si besar dalam merangkul gen­erasi muda, khusus­nya di lingkun­gan masjid. Seba­gaimana diwartakan sebelum­nya, Pemer­in­tah Provin­si Lam­pung melalui dukun­gan­nya menye­but bah­wa BKPRMI telah men­ja­di gar­da ter­de­pan dalam pem­ber­dayaan gen­erasi muda Islam, khusus­nya di lingkup masjid.

Di sisi lain, Muham­madiyah melalui PWM Lam­pung memi­li­ki pen­gala­man, struk­tur dan pro­gram yang mapan  ter­ma­suk pem­bi­naan masjid, pen­didikan, dak­wah dan sosial-kemasyarakatan  yang dap­at men­ja­di plat­form “bela­jar dan berje­jar­ing” bagi pemu­da-pemu­da masjid yang dib­i­na BKPRMI.

Strate­gi kolab­o­rasi antara ked­u­anya bisa men­cakup beber­a­pa poin, antara lain. Pelati­han bersama: Pemu­da-rema­ja masjid yang ter­gabung dalam BKPRMI dap­at mengiku­ti mod­ul pelati­han mar­bot dan muba­ligh yang sela­ma ini dicanangkan Muham­madiyah.

Pem­bi­naan masjid berba­sis pemu­da: Pro­gram pemu­da-masjid (masjid yang dikelo­la oleh pemu­da aktif) yang disin­ergikan antara BKPRMI dan PWM agar masjid men­ja­di episen­trum kegiatan keaga­maan, sosial, kre­atif, maupun ekono­mi kecil.

  Data Pendidikan Wakil Wali Kota Tebing Tinggi Disorot, Kelulusan S1 Tak Muncul di PDDikti

Jaringan fasil­i­ta­tor dan men­tor: Fasil­i­ta­tor dari Muham­madiyah bisa berba­gi pen­gala­man den­gan pen­gu­rus BKPRMI, dan seba­liknya pemu­da BKPRMI bisa mem­bawa ener­gi baru bagi aktiv­i­tas Muham­madiyah di tingkat rant­i­ng dan masjid.

Pro­gram dak­wah pemu­da den­gan gaya kon­tek­stu­al: Pemu­da BKPRMI, didukung den­gan pem­bi­naan Muham­madiyah, dap­at mer­an­cang dak­wah kre­atif melalui media sosial, komu­ni­tas, kegiatan masjid-rema­ja, yang rel­e­van den­gan perkem­ban­gan zaman.

Sin­er­gi amal usa­ha masjid: Kolab­o­rasi dalam pengem­ban­gan usa­ha kecil di lingkun­gan masjid, mis­al­nya kedai kopi remi, pusat kom­put­er rema­ja, atau pro­gram ekono­mi kre­atif anak muda yang diwadahi oleh masjid-BKPR­MI-Muham­madiyah.

Melalui strate­gi terse­but, dihara­p­kan ked­ua organ­isasi mam­pu mewu­jud­kan visi bersama: masjid seba­gai pusat pem­bi­naan umat yang inklusif, pro­duk­tif dan adap­tif ter­hadap dinami­ka gen­erasi muda.

Mes­ki penuh opti­misme, sejum­lah tan­ta­n­gan masih per­lu diantisi­pasi agar kolab­o­rasi ini ber­jalan efek­tif. Beber­a­pa di antaranya:

Pen­guatan kap­a­sitas lokal: Di tingkat keca­matan atau rant­i­ng, pemu­da-rema­ja masjid mungkin belum sepenuh­nya siap dari sisi man­a­je­men, fasil­i­tasi, maupun sum­ber daya. Maka pelati­han lan­ju­tan dan pen­dampin­gan diper­lukan.

Sin­er­gi lin­tas organ­isasi: Terkadang pro­gram organ­isasi berbe­da visi atau metode. Ked­ua pihak harus men­ja­ga agar kolab­o­rasi tidak hanya sim­bo­lik tetapi meng­hasilkan “out­put” nya­ta di lapan­gan.

Pen­guku­ran hasil: Agar ker­ja sama tidak sekadar surat-kepu­tu­san dan pro­tokol, per­lu diran­cang indika­tor keber­hasi­lan seper­ti jum­lah masjid yang dikelo­la aktif oleh pemu­da, jum­lah pelati­han yang dijalankan, der­a­jat keter­li­batan pemu­da, ser­ta dampak sosial­nya.

Keber­lan­ju­tan pro­gram: Ser­ing kali pro­gram awal ter­li­hat semarak, tetapi kelan­ju­tan­nya ter­hen­ti. Untuk itu, per­lu dibu­at ren­cana jang­ka pan­jang den­gan pem­bi­ayaan, pen­dampin­gan, ser­ta mon­i­tor­ing yang kon­sis­ten.

Kon­tek­stu­al­isasi lokal: Lam­pung memi­li­ki karak­ter­is­tik sosial-budaya dan demografi yang khas – dias­po­ra trans­mi­gran, plu­ral­i­tas suku dan aga­ma – sehing­ga pro­gram harus rel­e­van den­gan real­i­tas lokal. Menariknya, Prof. Sudar­man sendiri seba­gai ket­ua PWM Lam­pung dike­nal seba­gai anak trans­mi­gran dan peng­ger­ak keb­hinekaan di Lam­pung.

Berdasarkan diskusi di perte­muan, ked­ua organ­isasi mene­gaskan hara­pan bah­wa kolab­o­rasi ini bukan hanya untuk “kemam­puan inter­nal organ­isasi” tetapi untuk kemasla­hatan umat, khusus­nya gen­erasi muda di Provin­si Lam­pung. Salah satu hara­pan yang diungkap­kan oleh Ahmad Khairudin Syam adalah muncul­nya “gelom­bang baru” pemu­da-masjid yang kre­atif, berkarak­ter, dan siap meng­hadapi tan­ta­n­gan zaman yang dilan­dasi dak­wah social keu­matan.

  Evaluasi Kinerja Kacabdin Pringsewu Meningkat, LSM HAMMER Desak Klarifikasi Pengelolaan Dana BOS SMAN 1 Pringsewu

Di akhir perte­muan, dis­ep­a­kati beber­a­pa langkah konkret yang akan dilakukan dalam tem­po dekat:

1. Pem­ben­tukan tim ker­ja bersama antara BKPRMI Lam­pung dan PWM Lam­pung untuk mer­an­cang ske­ma pro­gram pelati­han mar­bot dan muba­ligh yang diadap­tasi untuk kon­teks pemu­da-masjid.

2. Pen­jad­walan work­shop bersama yang akan dilak­sanakan di salah satu masjid besar di Ban­dar Lam­pung atau kabu­pat­en lain­nya seba­gai pilot project kolab­o­rasi.

3. Iden­ti­fikasi 5–10 masjid/pe­mu­da-rema­ja masjid yang berse­dia men­ja­di “masjid demo” mod­el pen­gelo­laan yang meli­batkan pemu­da aktif, dan dikaw­al dari sisi man­a­je­men dan dak­wah.

4. Penyusunan MoU ker­jasama antar-organ­isasi yang memu­at hak dan kewa­jiban ked­ua pihak, ter­ma­suk dalam hal sum­ber daya, fasil­i­ta­tor, mon­i­tor­ing, dan eval­u­asi pro­gram.

5. Komu­nikasi rutin dan kun­jun­gan tim lin­tas organisasi–misalnya BKPRMI men­gun­jun­gi amal usa­ha Muham­madiyah, dan seba­liknya. Hal ini untuk mem­perku­at keber­samaan dan sal­ing bela­jar.

Den­gan langkah-langkah terse­but, dihara­p­kan ker­ja sama ini akan segera ter­li­hat hasil­nya dalam enam sam­pai dua belas bulan men­datang — baik dari sisi pen­ingkatan kap­a­sitas pen­gelo­la masjid, keter­li­batan pemu­da, maupun dampak sosial-keaga­maan di lapan­gan.

Kun­jun­gan BKPRMI Lam­pung ke PWM Lam­pung pada 17 Okto­ber 2025 adalah buk­ti nya­ta bah­wa organ­isasi pemu­da dan ger­akan dak­wah keaga­maan dap­at bersin­er­gi di atas rasa kekelu­ar­gaan, keakra­ban, dan visi bersama. Bahasa lokal “ndderek langkung” dalam ungka­pan BKPRMI tidak hanya menyi­ratkan hor­mat atau mengiku­ti, tetapi tekad untuk terus bela­jar, men­guatkan diri, dan melangkah bersama menu­ju dak­wah yang lebih rel­e­van, pro­duk­tif, dan berke­lan­ju­tan.

Meli­hat latar belakang Ket­ua PWM Lam­pung yang memi­li­ki rekam jejak dalam pengem­ban­gan keb­hinekaan dan pen­didikan ter­ma­suk peng­har­gaan-peng­har­gaan yang diraih di bidang pem­ban­gu­nan trans­mi­grasi, keb­hinekaan dan keaga­maan di Lam­pung maka kolab­o­rasi ini mem­bawa hara­pan bah­wa sin­er­gi ini akan lebih dari sekadar sim­bo­lik.

Bagi gen­erasi muda Lam­pung rema­ja masjid, pemu­da peng­ger­ak dak­wah, dan ele­men masyarakat luas ker­ja sama ini mem­bu­ka pelu­ang besar untuk men­gak­tu­al­isas­ikan per­an masjid seba­gai pusat kebangk­i­tan gen­erasi yang cer­das, berakhlak, dan berkreativ­i­tas.

Den­gan lan­dasan silat­u­rahim yang kokoh dan komit­men yang ter­tuang, semoga kolab­o­rasi ini men­ja­di titik awal kebangk­i­tan baru di dunia pemu­da, masjid, dan dak­wah di Provin­si Lam­pung. (Sufiyawan).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *