Berita Peristiwa

Menu Tempe di Program Makan Bergizi Gratis Sekolah Jadi Perdebatan

453
×

Menu Tempe di Program Makan Bergizi Gratis Sekolah Jadi Perdebatan

Sebarkan artikel ini

Makas­sar, SniperNew.id – Sebuah video yang meny­oroti menu makan bergizi gratis (MBG) di salah satu seko­lah men­dadak men­ja­di bahan perbin­can­gan hangat di media sosial. Dalam tayan­gan singkat terse­but, tam­pak seo­rang siswa mener­i­ma sajian beru­pa nasi putih dan tempe yang dis­ajikan di dalam kotak makan berba­han stain­less steel, Kamis (25/09).

Reka­man ini memicu perde­batan sen­git di kalan­gan war­ganet terkait kual­i­tas, kelayakan, ser­ta cara pen­go­la­han tempe yang diberikan kepa­da peser­ta didik.

Video terse­but per­ta­ma kali diung­gah oleh akun media sosial dan kemu­di­an dise­barkan secara luas, ter­ma­suk oleh akun Threads fajar.co.id, pada Senin (tang­gal ung­ga­han tidak dise­butkan). Dari reka­man yang beredar, ter­li­hat seo­rang siswa berser­agam seko­lah dasar sedang mengam­bil poton­gan tempe berwar­na putih kekuningan dari dalam wadah makan. Tempe itu ter­li­hat masih seder­hana tan­pa balu­ran bum­bu, goren­gan, atau sam­bal pelengkap. Kon­disi ini­lah yang memicu beragam persep­si.

Seba­gian besar war­ganet meni­lai bah­wa tempe yang dis­ajikan dalam pro­gram makan bergizi gratis terse­but tam­pak belum dio­lah, bahkan ada yang menye­but­nya masih men­tah. Kekhawati­ran pun muncul, teruta­ma dari kalan­gan orang tua, men­ge­nai kea­manan makanan terse­but bila lang­sung dikon­sum­si anak-anak.

Namun, tidak sedik­it pula pihak yang berpen­da­p­at berbe­da. Mere­ka meyaki­ni bah­wa tempe yang ter­li­hat seder­hana itu sebe­narnya sudah dipros­es ter­lebih dahu­lu, mis­al­nya den­gan cara dikukus atau dire­bus, sehing­ga aman untuk dimakan. Pihak yang men­dukung pan­dan­gan ini juga meni­lai bah­wa penya­jian tempe den­gan cara min­i­malis jus­tru lebih sehat kare­na tidak melalui pros­es peng­goren­gan den­gan minyak.

  Kebakaran Berulang Paesan Kedungwuni, Warga Masih Waspada

Pihak yang lang­sung ter­li­bat dalam peri­s­ti­wa ini adalah seko­lah penye­leng­gara pro­gram makan bergizi gratis. Pro­gram MBG sendiri meru­pakan salah satu kebi­jakan pemer­in­tah yang bertu­juan untuk meningkatkan kual­i­tas gizi anak usia seko­lah. Mes­ki nama seko­lah yang men­ja­di lokasi viral tidak dise­butkan secara jelas, perde­batan men­ge­nai menu makan siang ini melu­as hing­ga meli­batkan masyarakat umum, orang tua siswa, ahli gizi, dan peng­gu­na media sosial.

Selain itu, akun media seper­ti Fajar Online juga men­ja­di bagian pent­ing dalam penye­baran infor­masi. Den­gan menya­jikan poton­gan video terse­but, isu ini semakin melu­as dan men­ja­di diskusi pub­lik.

Video yang ramai diperbin­cangkan ini diung­gah pada Senin siang (wak­tu ung­ga­han ter­tulis “8 menit lalu” saat tangka­pan layar diam­bil). Mes­ki demikian, belum ada kon­fir­masi res­mi kapan tepat­nya reka­man terse­but dibu­at. Hal ini ser­ingkali ter­ja­di dalam perbin­can­gan di media sosial, di mana wak­tu ung­ga­han tidak selalu sama den­gan wak­tu pengam­bi­lan gam­bar.

Namun, jelas bah­wa isu ini muncul bersamaan den­gan gen­car­nya imple­men­tasi pro­gram MBG di sejum­lah seko­lah di Indone­sia, teruta­ma di awal tahun ajaran baru.

Lokasi seko­lah yang tam­pak dalam video tidak dise­butkan secara spe­si­fik. Dari kon­teks ung­ga­han, diduga seko­lah terse­but bera­da di salah satu daer­ah di Indone­sia yang mener­i­ma pro­gram MBG. Latar belakang video mem­per­li­hatkan suasana ruang kelas atau ruang makan den­gan meja kayu ser­ta murid-murid berser­agam mer­ah putih, menun­jukkan bah­wa kegiatan ini berlang­sung di seko­lah dasar.

Perde­batan muncul kare­na adanya perbe­daan persep­si men­ge­nai tempe yang dis­ajikan. Seba­gian masyarakat meni­lai bah­wa makanan yang diberikan kepa­da anak-anak dalam pro­gram MBG harus­lah menarik, enak, sekali­gus bergizi agar anak-anak mau men­gon­sum­sinya. Tempe yang tam­pak seder­hana, tan­pa bum­bu atau pros­es masak lebih lan­jut, diang­gap tidak memenuhi ekspek­tasi terse­but.

  Truk Trailer Seruduk Rumah, Diponegoro Tambun Macet

Di sisi lain, ada juga yang meni­lai bah­wa stan­dar gizi bukan sema­ta soal tampi­lan atau rasa, melainkan kan­dun­gan nutrisi di dalam­nya. Tempe, seba­gai salah satu sum­ber pro­tein nabati yang kaya man­faat, dini­lai sudah san­gat layak masuk dalam menu makan bergizi, apala­gi jika dipros­es den­gan cara yang sehat.

Pihak yang kon­tra menye­but bah­wa penya­jian tempe men­tah atau seten­gah matang berisiko bagi kese­hatan anak. Mere­ka khawatir adanya bak­teri atau jamur yang bisa berba­haya bila tidak dio­lah den­gan benar. Selain itu, beber­a­pa orang men­gang­gap bah­wa sajian seper­ti itu kurang menarik bagi anak-anak, sehing­ga bisa mem­bu­at pro­gram MBG kurang efek­tif.

Pihak yang pro jus­tru men­gapre­si­asi pil­i­han menu terse­but. Menu­rut mere­ka, tempe yang dikukus atau dire­bus tetap aman dan sehat. Pros­es pen­go­la­han tan­pa minyak diang­gap lebih sesuai den­gan kam­pa­nye pola hidup sehat, mengin­gat goren­gan ker­ap dikaitkan den­gan masalah kese­hatan jang­ka pan­jang.

Mes­ki belum ada keteran­gan res­mi dari pihak seko­lah atau pemer­in­tah daer­ah terkait video ini, sejum­lah ahli gizi yang dim­intai komen­tar di berba­gai forum menye­butkan bah­wa tempe men­tah memang sebaiknya tidak dikon­sum­si. Namun, bila sudah melalui pros­es pere­bu­san atau pen­guku­san, tempe tetap aman dan bahkan lebih sehat kare­na tidak meny­er­ap minyak.

Ahli gizi juga menekankan pent­ingnya vari­asi menu dalam pro­gram MBG. Menu­rut mere­ka, tempe memang bagus seba­gai sum­ber pro­tein, tetapi penya­jian­nya per­lu dipadukan den­gan sayu­ran, lauk lain, atau bum­bu seder­hana agar anak-anak lebih ter­tarik untuk makan.

Pro­gram makan bergizi gratis (MBG) meru­pakan salah satu langkah pemer­in­tah untuk men­gatasi masalah gizi di kalan­gan anak seko­lah. Data dari Kementer­ian Kese­hatan menun­jukkan bah­wa masih banyak anak usia seko­lah yang men­gala­mi keku­ran­gan gizi mikro, seper­ti zat besi, kal­si­um, dan pro­tein.

  Anies Baswedan Ceritakan Perjuangan Warga Bertahan Dari Banjir

Den­gan adanya MBG, pemer­in­tah berharap anak-anak bisa men­da­p­atkan asu­pan bergizi min­i­mal sekali dalam sehari saat bera­da di seko­lah. Menu biasanya dis­esuaikan den­gan poten­si lokal, keterse­di­aan bahan makanan, dan keter­jangkauan anggaran.

Ide­al­nya, pro­gram MBG tidak hanya sekadar menya­jikan makanan bergizi, tetapi juga mem­per­hatikan fak­tor:

1. Kual­i­tas Gizi – Menu harus memenuhi stan­dar pro­tein, kar­bo­hidrat, vit­a­min, dan min­er­al.

2. Kea­manan Pan­gan – Makanan harus dio­lah sesuai stan­dar keber­si­han agar aman dikon­sum­si anak.

3. Keter­jangkauan dan Keterse­di­aan – Bahan yang digu­nakan sebaiknya mudah diper­oleh secara lokal.

4. Daya Tarik – Sajian harus menarik secara rasa dan tampi­lan agar anak mau men­gon­sum­si den­gan lahap.

5. Edukasi – Pro­gram sebaiknya diirin­gi den­gan edukasi gizi kepa­da anak, guru, dan orang tua.

Den­gan begi­tu, tujuan pro­gram tidak hanya sekadar mengenyangkan, tetapi juga mem­berikan dampak jang­ka pan­jang dalam mem­ban­gun kebi­asaan makan sehat.

Kon­tro­ver­si tempe dalam pro­gram MBG di salah satu seko­lah ini men­ja­di cer­mi­nan bagaimana pub­lik begi­tu peduli den­gan penye­leng­garaan pro­gram pemer­in­tah, teruta­ma yang menyangkut anak-anak. Perde­batan men­ge­nai apakah tempe terse­but men­tah atau sudah dio­lah memang pent­ing, tetapi yang lebih uta­ma adalah bagaimana pemer­in­tah, seko­lah, dan masyarakat bisa bersin­er­gi memas­tikan kual­i­tas, kea­manan, ser­ta keber­lan­ju­tan pro­gram makan bergizi gratis.

Pro­gram MBG bukan hanya soal menu, tetapi juga soal edukasi, stan­dar gizi, dan tang­gung jawab bersama. Tempe, seba­gai salah satu pan­gan lokal Indone­sia, sejatinya bisa men­ja­di pil­i­han tepat asalkan dio­lah den­gan benar dan dis­ajikan den­gan menarik. Den­gan demikian, anak-anak tidak hanya men­da­p­atkan makanan gratis, tetapi juga pem­be­la­jaran pent­ing ten­tang pola makan sehat sejak dini. (Ahm/abd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *