JAKARTA, SNIPERNEW.id — Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) terlihat melakukan aksi di depan sebuah kantor lembaga pemerintahan. Dalam video yang beredar di media sosial Threads melalui akun suaraakarrump…, para driver ojol tampak mengenakan jaket hijau khas aplikator dan duduk di area trotoar sambil membawa poster berisi pesan protes, Selasa (06/1/2026).
Aksi tersebut ikut memicu beragam tanggapan di kolom komentar. Salah satu akun bernama jar_ang123 menyampaikan dugaan bahwa jaket ojol tersebut bisa saja digunakan oleh pihak yang bukan driver. Ia mengajak agar data diperiksa lebih lanjut sehingga tidak terjadi penyalahgunaan atribut yang dapat merugikan nama baik pengemudi online.
Komentarnya berbunyi kurang lebih bahwa atribut ojol sebaiknya tidak digunakan sembarangan, karena dapat menimbulkan kesan seolah semua pengemudi terlibat. Ia menegaskan bahwa driver ojol memiliki nama baik yang perlu dijaga, dan meminta agar dalang penyalahgunaan atribut, jika ada, dapat diproses sesuai aturan.
Komentar lain datang dari akun rizhalbatarra, yang menyoroti kebijakan pendidikan di Indonesia. Ia menilai terdapat dampak dari program kurikulum tertentu terhadap kualitas pendidikan anak-anak di sekolah. Menurutnya, masih ada siswa yang kesulitan membaca namun tetap dinyatakan lulus karena sistem pendidikan yang berlaku.
Sementara itu, di dalam video terlihat para pengemudi ojol duduk dan berdiskusi di depan pagar perkantoran. Beberapa di antaranya membawa poster bertuliskan aspirasi yang mereka sampaikan terkait isu yang mereka soroti.
Penekanan Etis
Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait identitas seluruh peserta aksi maupun tujuan rinci demonstrasi tersebut. Oleh karena itu, perlu verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang dan perwakilan pengemudi ojol agar informasi tetap akurat dan berimbang.
Media dan publik diimbau untuk tidak langsung menggeneralisasi bahwa semua pengguna atribut ojol adalah pengemudi resmi. Hal ini penting untuk mencegah kesalahpahaman serta menjaga reputasi para driver online yang bekerja secara profesional. Informasi ini bersumber dari unggahan media sosial.(isk)






