Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Usaha Bebek Naik Daun, Warga Singkep Raup Cuan dari Ternak Lokal

610
×

Usaha Bebek Naik Daun, Warga Singkep Raup Cuan dari Ternak Lokal

Sebarkan artikel ini

Ekono­mi, SniperNew.id — Pulau Singkep, khusus­nya wilayah Sukarame, mulai menun­jukkan geli­at ekono­mi baru melalui usa­ha ter­nak bebek dan ayam kam­pung. Di ten­gah tan­ta­n­gan ekono­mi yang dihadapi masyarakat pas­ca-pan­de­mi, budi­daya bebek lokal, bebek peking, dan ayam kam­pung kini men­ja­di alter­natif yang men­jan­jikan, Jumat 04 Juli 2025.

  "Tanah Murah Dekat Indomaret, Cicil Tanpa Bunga! Cuma DP 3 Juta!"

Salah satu pelaku usa­ha ter­nak, yang memil­ih lokasi strate­gis di Sukarame, berhasil mengem­bangkan bis­nis bebek den­gan sis­tem pen­jualan min­i­mal 20 ekor. Den­gan layanan antar lang­sung ke pem­be­li, peme­sanan bisa dilakukan melalui What­sApp di nomor 0822–8916-4841, memu­dahkan pelang­gan dari berba­gai wilayah di Singkep.

Jenis bebek yang ditawarkan meliputi bebek peking  dike­nal den­gan dag­ing empuk dan uku­ran besar ser­ta bebek lokal yang lebih gurih dan ayam kam­pung KUB 2 yang terke­nal hemat pakan dan cepat panen.

Kom­bi­nasi tiga jenis ung­gas ini men­ja­di nilai jual uta­ma yang menarik pem­be­li dari kalan­gan rumah tang­ga, peda­gang kaki lima, hing­ga pelaku kulin­er besar di kota-kota sek­i­tar.

  Desa Cipadang Genjot Ekonomi Lewat Program Ternak Kambing DD 2025

Menu­rut pelaku usa­ha, per­mintaan bebek dan ayam kam­pung terus meningkat, teruta­ma men­je­lang hari besar atau musim hajatan. Dalam sebu­lan, bisa ter­jual ratu­san ekor, meng­hasilkan omset jutaan rupi­ah. Tak hanya men­gun­tungkan secara finan­sial, usa­ha ini juga mem­bu­ka lapan­gan ker­ja bagi war­ga sek­i­tar, teruta­ma dalam hal pakan, per­awatan, dan dis­tribusi.

“Awal­nya saya coba peli­hara 10 ekor bebek lokal. Sekarang sudah bisa panen puluhan ekor tiap ming­gu. Banyak yang pesan buat rumah makan atau acara. Kita siap antar lang­sung asal min­i­mal 20 ekor,” ujar pemi­lik usa­ha terse­but.

Pemer­in­tah daer­ah pun mulai melirik poten­si ini seba­gai salah satu sek­tor ekono­mi yang per­lu dikem­bangkan. Dukun­gan dalam ben­tuk pelati­han, akses bib­it ung­gul, dan pemasaran dig­i­tal mulai diga­gas demi men­dorong per­tum­buhan ekono­mi lokal.

  Viral! Kavling di Mataram Cuma 10 Jutaan, DP Cuma 3 Juta Bisa Dicicil 10 Bulan-Buruan Tinggal Tiga Lagi!

Melalui usa­ha ter­nak bebek ini, war­ga Singkep tak hanya bangk­it secara ekono­mi, tapi juga mem­buk­tikan bah­wa kemandiri­an pan­gan bisa dim­u­lai dari pekarangan rumah. Den­gan pola man­a­je­men yang baik, usa­ha bebek lokal berpoten­si men­ja­di motor ekono­mi baru di pulau kecil ini.

Usa­ha seder­hana ini, nyatanya jadi pelu­ang emas. Bis­nis bebek kini bukan hanya uru­san ter­nak, tapi juga soal hara­pan baru untuk ekono­mi kelu­ar­ga.

Edi­tor: (Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *