Berita Ekonomi

Revitalisasi Irigasi Dongkrak Produktivitas Pertanian NTB

407
×

Revitalisasi Irigasi Dongkrak Produktivitas Pertanian NTB

Sebarkan artikel ini

Lom­bok Barat, SniperNew.id – Lebih dari 3000 hek­tar sawah di wilayah Lom­bok Barat, Nusa Teng­gara Barat (NTB), kini menikmati man­faat besar dari sis­tem iri­gasi yang telah dire­vi­tal­isasi. Iri­gasi DI Peng­ga men­ja­di sorotan uta­ma kare­na telah dit­ingkatkan meng­gu­nakan teknolo­gi pre­cast ter­baru. Langkah strate­gis ini dihara­p­kan mam­pu men­ja­di salah satu pilar uta­ma dalam meningkatkan keta­hanan pan­gan nasion­al dan men­dukung visi pem­ban­gu­nan per­tan­ian menu­ju Asta Cita Pres­i­den Prabowo, Ming­gu (03/8/25)

Teknolo­gi pre­cast, atau prac­etak, meru­pakan sis­tem kon­struk­si den­gan kom­po­nen beton yang dic­etak ter­lebih dahu­lu sebelum dipasang di lokasi. Teknolo­gi ini tidak hanya mem­per­cepat pros­es pem­ban­gu­nan, tetapi juga meningkatkan efisien­si, daya tahan, dan men­gu­ran­gi rem­be­san air yang sela­ma ini men­ja­di kendala uta­ma dalam sis­tem iri­gasi kon­ven­sion­al.

Agus Harimur­ti Yud­hoy­ono, tokoh nasion­al yang saat ini aktif dalam men­dukung pro­gram-pro­gram keta­hanan pan­gan nasion­al, men­gungkap­kan opti­mis­menya ter­hadap dampak posi­tif dari revi­tal­isasi ini. Dalam ung­ga­han ter­barun­ya di plat­form Threads, Agus menyam­paikan bah­wa teknolo­gi pre­cast ini memu­ngkinkan air men­galir secara lebih efisien ke lahan per­tan­ian para petani.

“Teknolo­gi ini juga mere­duk­si adanya rem­be­san air sehing­ga bisa lebih opti­mal dalam menyu­plai air ke lahan para petani,” tulis­nya.

Lebih jauh, Agus berharap bah­wa langkah ini akan men­dorong pen­ingkatan pro­duk­tiv­i­tas per­tan­ian di NTB, menaikkan indeks per­tana­man, ser­ta men­dorong swasem­ba­da pan­gan secara nasion­al.

“Hara­pan­nya upaya ini akan meningkatkan pro­duk­tiv­i­tas per­tan­ian, menaikkan indeks per­tana­man, dan mewu­jud­kan swasem­ba­da pan­gan menu­ju Asta Cita Pres­i­den Prabowo,” imbuh­nya, dis­er­tai sim­bol ben­dera mer­ah putih yang menggam­barkan seman­gat nasion­al­isme dan kedaula­tan pan­gan.

  JNE Gerakkan Publik Bantu Distribusi Donasi Nasional

Sek­tor per­tan­ian di Indone­sia san­gat bergan­tung pada sis­tem iri­gasi yang andal. Tan­pa pasokan air yang kon­sis­ten, petani tidak dap­at menanam secara opti­mal, yang berak­i­bat pada menu­run­nya hasil panen dan ter­gang­gun­ya rantai pasok pan­gan.

DI Peng­ga yang ter­letak di Lom­bok Barat telah men­ja­di tumpuan pen­gairan bagi ribuan hek­tar sawah. Namun, seir­ing ber­jalan­nya wak­tu, sis­tem iri­gasi terse­but men­gala­mi kerusakan dan penu­runan efisien­si.

Revi­tal­isasi iri­gasi men­ja­di solusi mende­sak. Den­gan peng­gu­naan teknolo­gi mod­ern seper­ti pre­cast, per­masala­han kebo­co­ran dan kerusakan struk­tur dap­at dimin­i­mal­isir. Hal ini memu­ngkinkan air men­galir lebih jauh dan mer­a­ta, men­jangkau are­al per­sawa­han yang sebelum­nya sulit terairi.

Menu­rut data dari Kementer­ian Per­tan­ian, pen­ingkatan efisien­si iri­gasi sebe­sar 10% saja dap­at berdampak besar ter­hadap luas lahan tanam dan jum­lah pro­duk­si pan­gan. Den­gan revi­tal­isasi DI Peng­ga, poten­si pen­ingkatan ini bahkan bisa lebih ting­gi.

Salah satu keung­gu­lan uta­ma teknolo­gi pre­cast adalah kemam­puan­nya dalam men­gu­ran­gi rem­be­san air. Dalam sis­tem iri­gasi tra­di­sion­al, rem­be­san men­ja­di masalah serius, kare­na menye­babkan kehi­lan­gan air dalam jum­lah besar sebelum sam­pai ke lahan petani. Pre­cast menawarkan sam­bun­gan yang rap­at dan tahan lama, sehing­ga dis­tribusi air lebih terkon­trol dan hemat.

Selain itu, teknolo­gi ini lebih ramah lingkun­gan. Pros­es kon­struk­si yang lebih singkat dan peng­gu­naan mate­r­i­al yang efisien men­gu­ran­gi jejak kar­bon diband­ingkan metode kon­ven­sion­al. Bagi kawasan seper­ti NTB yang memi­li­ki kon­disi geografis menan­tang, kecepatan dan efisien­si men­ja­di kun­ci keber­hasi­lan proyek.

Den­gan kom­bi­nasi teknolo­gi dan pen­dekatan kebi­jakan yang tepat, Indone­sia semakin mendekati tujuan­nya untuk men­ja­di negara yang mandiri secara pan­gan dan agrikul­tur.

Indeks per­tana­man (IP) adalah uku­ran seber­a­pa ser­ing lahan per­tan­ian digu­nakan dalam setahun. Di banyak wilayah Indone­sia, IP masih bera­da di bawah 200, yang artinya lahan hanya digu­nakan untuk satu hing­ga dua musim tanam per tahun. Salah satu penye­bab uta­manya adalah keterse­di­aan air yang tidak kon­sis­ten sep­a­n­jang tahun.

  BBM Mahal di Wamena Jadi Sorotan Saat Kunjungan Gibran

Den­gan pen­gairan yang sta­bil dari DI Peng­ga, para petani di Lom­bok Barat memi­li­ki pelu­ang besar untuk meningkatkan IP mere­ka. Tan­pa harus bergan­tung pada curah hujan yang tak menen­tu, petani dap­at menanam hing­ga tiga kali setahun. Ini tidak hanya meningkatkan pen­da­p­atan petani, tetapi juga mem­perku­at keta­hanan pan­gan lokal dan nasion­al.

Menu­rut penelit­ian Lem­ba­ga Penelit­ian Per­tan­ian Indone­sia, pen­ingkatan IP dari 150 ke 200 dap­at meningkatkan pro­duk­tiv­i­tas beras hing­ga 33% dalam satu tahun. Jika tren ini ter­ja­di di NTB, maka wilayah ini berpoten­si men­ja­di salah satu lum­bung pan­gan baru di kawasan timur Indone­sia.

Swasem­ba­da Pan­gan Menu­ju Asta Cita

Pres­i­den ter­pil­ih Prabowo Subianto telah men­canangkan dela­pan cita-cita pem­ban­gu­nan nasion­al, dike­nal seba­gai Asta Cita. Salah satu pilar uta­manya adalah pen­ca­pa­ian swasem­ba­da pan­gan. Tujuan ini bukan­lah sekadar mimpi poli­tik, tetapi meru­pakan kebu­tuhan strate­gis dalam meng­hadapi tan­ta­n­gan glob­al seper­ti kri­sis pan­gan, peruba­han iklim, dan kete­gan­gan geopoli­tik yang dap­at meng­gang­gu rantai pasok makanan inter­na­sion­al.

Pro­gram revi­tal­isasi iri­gasi seper­ti yang ter­ja­di di DI Peng­ga adalah bagian dari real­isasi konkret menu­ju cita-cita terse­but. Den­gan kemandiri­an pan­gan, Indone­sia tidak hanya men­gu­ran­gi keter­gan­tun­gan pada impor beras atau komod­i­tas lain, tetapi juga mem­berikan jam­i­nan sta­bil­i­tas sosial-ekono­mi di tingkat akar rumput.

Agus Yud­hoy­ono, yang dike­nal memi­li­ki latar belakang militer dan pen­didikan ting­gi di bidang kebi­jakan pub­lik, menyam­paikan dukun­gan­nya ter­hadap upaya konkret pemer­in­tah dalam men­gak­sel­erasi pem­ban­gu­nan per­tan­ian. Dukun­gan ini men­ja­di sinyal posi­tif bah­wa pem­ban­gu­nan infra­struk­tur dasar seper­ti iri­gasi men­da­p­at per­ha­t­ian dari berba­gai ele­men pemimpin bangsa.

Dari segi sosial ekono­mi, para petani di Lom­bok Barat men­ja­di pihak yang pal­ing diun­tungkan dari proyek revi­tal­isasi ini. Den­gan pasokan air yang sta­bil, mere­ka bisa men­gu­ran­gi biaya opera­sion­al seper­ti pom­pa air diesel dan mem­per­lu­as lahan tanam tan­pa khawatir kek­eringan. Hal ini beru­jung pada pen­ingkatan pen­da­p­atan rumah tang­ga petani dan pen­guatan ekono­mi desa.

  Huawei Soroti Inovasi Teknologi dalam Rantai Pasok Global

Dalam video ung­ga­han Agus, tam­pak beber­a­pa petani berdiskusi bersama petu­gas lapan­gan di ten­gah ham­paran sawah hijau. Ini menun­jukkan sin­er­gi antara masyarakat, teknisi, dan pemer­in­tah dalam men­dorong kema­juan bersama.

Para petani yang sebelum­nya hanya mam­pu panen dua kali dalam setahun kini bisa berharap menanam tiga kali. Selain itu, risiko gagal panen aki­bat keku­ran­gan air pun berku­rang secara sig­nifikan.

Revi­tal­isasi iri­gasi ini juga men­ja­di titik awal bagi trans­for­masi per­tan­ian di NTB. Den­gan infra­struk­tur dasar yang memadai, wilayah ini dap­at men­ja­di con­toh mod­ernisasi per­tan­ian berba­sis teknolo­gi di Indone­sia bagian timur.

Langkah berikut­nya adalah inte­grasi sis­tem iri­gasi den­gan dig­i­tal­isasi per­tan­ian, peng­gu­naan pupuk organik, diver­si­fikasi tana­man, dan pelati­han petani berba­sis teknolo­gi. Jika dig­er­akkan secara sin­er­gis, NTB berpelu­ang men­ja­di provin­si mod­el dalam hal keta­hanan pan­gan dan per­tan­ian berke­lan­ju­tan.

Pemer­in­tah daer­ah, dalam hal ini Dinas Per­tan­ian dan Dinas Sum­ber Daya Air NTB, juga dihara­p­kan mam­pu men­ja­ga keber­lan­ju­tan sis­tem iri­gasi ini melalui pemeli­haraan rutin, peli­batan petani dalam man­a­je­men air, ser­ta pen­guatan kelem­ba­gaan per­tan­ian lokal.

Revi­tal­isasi DI Peng­ga bukan sekadar proyek infra­struk­tur biasa. Ini adalah sim­bol dari komit­men pemer­in­tah ter­hadap kedaula­tan pan­gan, kese­jahter­aan petani, dan efisien­si pen­gelo­laan sum­ber daya alam.

Den­gan peman­faatan teknolo­gi mod­ern, dukun­gan pemimpin nasion­al, ser­ta keter­li­batan aktif masyarakat, NTB kini berg­er­ak lebih dekat ke arah masa depan per­tan­ian yang mandiri dan berke­lan­ju­tan.

Asta Cita bukan sekadar slo­gan. Ia hidup dalam ben­tuk nya­ta di tanah-tanah basah Lom­bok Barat yang kini lebih sub­ur dari sebelum­nya. (Red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *