Berita Daerah

Viral! MoU Diskan Bangkep dan BPBAP Takalar untuk Perikanan Budidaya Berkelanjutan

176
×

Viral! MoU Diskan Bangkep dan BPBAP Takalar untuk Perikanan Budidaya Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Bangkep, SniperNew.idDalam upaya memperkuat sektor kelautan dan perikanan yang ramah lingkungan dan berorientasi pada masa depan, Dinas Perikanan Kabupaten Banggai Kepulauan (Diskan Bangkep) secara resmi melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Sulawesi Selatan. Momen penting ini dikabarkan melalui unggahan akun Facebook resmi “Diskan Bangkep” Sabtu 12 Juli 2025 dan langsung menyita perhatian publik, terutama masyarakat pesisir dan pelaku usaha perikanan budidaya.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey, bersama Kepala BPBAP Takalar, dalam rangka memperkuat kerja sama strategis dalam pengelolaan perikanan budidaya yang berkelanjutan.

 

Kolaborasi Strategis untuk Ketahanan Pangan Laut

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Serfi Kambey menegaskan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari langkah nyata pemerintah daerah untuk membangun sektor perikanan yang tangguh, berkelanjutan, serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Kita tidak hanya bicara soal produksi, tapi juga soal keberlangsungan sumber daya dan keseimbangan ekosistem. MoU ini adalah awal dari transformasi perikanan budidaya kita,” ujar Serfi Kambey.

Dengan adanya MoU ini, kedua lembaga sepakat untuk mengembangkan riset, teknologi, serta kapasitas SDM dalam budidaya air payau yang berwawasan lingkungan. Termasuk di dalamnya, peningkatan kompetensi pembudidaya lokal, penggunaan teknologi ramah lingkungan, dan integrasi data perikanan yang lebih transparan dan akuntabel.

 

Dukungan BPBAP Takalar: Inovasi Teknologi dan SDM

BPBAP Takalar, yang merupakan salah satu balai unggulan di bawah Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, menyambut baik sinergi ini. Kepala BPBAP Takalar menekankan pentingnya pendekatan berbasis teknologi dan adaptasi perubahan iklim dalam pengelolaan perikanan budidaya modern.

 “Kami siap mendampingi Banggai Kepulauan, tidak hanya dari sisi teknis tapi juga penguatan jejaring pasar dan akses logistik budidaya yang efisien,” ungkap Kepala BPBAP Takalar.

Kerja sama ini mencakup transfer ilmu, penyuluhan budidaya, pelatihan teknis, hingga integrasi digitalisasi perikanan—yang diharapkan dapat menurunkan biaya produksi sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil budidaya masyarakat lokal.

 

Potensi Besar Banggai Kepulauan di Sektor Perikanan

Banggai Kepulauan dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi laut yang sangat besar di Sulawesi Tengah. Wilayah ini memiliki kekayaan biodiversitas laut dan garis pantai yang panjang, menjadikannya sangat potensial untuk budidaya komoditas unggulan seperti bandeng, udang windu, rumput laut, dan kepiting bakau.

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya tergarap secara optimal. Tantangan klasik seperti keterbatasan teknologi, akses pasar, dan edukasi menjadi penghambat perkembangan sektor ini.

Melalui MoU ini, Diskan Bangkep dan BPBAP Takalar berharap bisa mengakselerasi pembangunan sektor perikanan budidaya agar lebih kompetitif dan adaptif terhadap tantangan global, termasuk krisis iklim dan ketahanan pangan.

Harapan untuk Masa Depan Perikanan Berkelanjutan: Dengan mengedepankan prinsip perikanan berkelanjutan, pemerintah daerah berharap bisa menciptakan model budidaya yang tidak hanya menguntungkan dari sisi ekonomi, tetapi juga melindungi ekosistem dan menjaga hak generasi mendatang.

“Perikanan berkelanjutan bukan sekadar jargon, ini soal masa depan Banggai Kepulauan. Anak-anak kita berhak atas laut yang sehat dan lestari,” pungkas Serfi Kambey dalam pernyataan penutupnya.

Langkah strategis ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Banggai Kepulauan untuk menegaskan diri sebagai daerah pesisir yang visioner dalam pengelolaan sumber daya laut.

Dengan kolaborasi lintas daerah dan dukungan dari pusat, diharapkan perikanan budidaya Bangkep menjadi contoh sukses pembangunan berbasis kearifan lokal dan inovasi teknologi. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *