Jakarta, SniperNew.id — Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) resmi menjalin kerja sama internasional dengan salah satu perusahaan benih ternama dunia, Sakata Seed Corporation asal Jepang, dalam rangka penelitian dan pengembangan tanaman hias Impatiens di Indonesia, Selasa (26/08).
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini dilaksanakan pada Selasa, 26 Agustus 2025, dan menjadi tonggak penting bagi masa depan industri tanaman hias tanah air. Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris BRMP, Husnain, MP., M.Sc., Ph.D, yang mewakili lembaga di Indonesia, bersama dengan Mr. Atsushi Koseki, perwakilan divisi Research and Development (RnD) Sakata Seed Corporation Jepang.
Kerja sama ini tidak hanya sekadar formalitas penandatanganan dokumen, melainkan juga bentuk nyata komitmen kedua belah pihak untuk mendorong lahirnya inovasi di bidang tanaman hias.
Tanaman Impatiens, atau lebih dikenal masyarakat sebagai bunga “pacar air” dengan berbagai varietas modernnya, dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya tarik pasar yang luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
Menurut Husnain, kerja sama ini akan membuka jalan bagi pembaharuan riset, transfer teknologi, dan peningkatan kualitas benih yang lebih adaptif dengan iklim tropis Indonesia.
“Indonesia kaya akan potensi hortikultura. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap dapat meningkatkan daya saing tanaman hias nasional, khususnya Impatiens, agar tidak hanya menjadi primadona di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” ungkapnya.
Sakata Seed Corporation dikenal luas sebagai salah satu perusahaan benih tanaman hias terkemuka dari Jepang. Perusahaan ini memiliki reputasi global dalam menghasilkan varietas unggul dengan kualitas stabil, warna bunga beragam, ketahanan terhadap penyakit, hingga umur simpan yang lebih panjang.
Dengan bergabungnya Sakata ke dalam riset bersama BRMP, diharapkan Indonesia dapat mengakses teknologi modern dalam pemuliaan tanaman. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bentuk transfer pengetahuan, di mana peneliti dalam negeri berkesempatan menimba pengalaman dari riset mutakhir yang dilakukan perusahaan Jepang tersebut.
Mr. Atsushi Koseki dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi ini:
“Kami sangat antusias untuk berbagi pengetahuan dan teknologi dengan mitra di Indonesia. Tanaman hias memiliki peran penting dalam mempercantik lingkungan sekaligus memperkuat industri hortikultura. Dengan kondisi alam Indonesia yang sangat mendukung, kami percaya kolaborasi ini akan melahirkan hasil yang membanggakan.”
Impatiens merupakan salah satu tanaman hias yang digemari karena keindahan warna bunga, keragaman varietas, serta kemudahan dalam perawatan. Tanaman ini kerap dipilih untuk menghias taman kota, halaman rumah, maupun dekorasi interior.
Di pasar global, permintaan terhadap Impatiens terus meningkat. Berdasarkan data hortikultura internasional, penjualan tanaman hias jenis ini setiap tahunnya mengalami pertumbuhan hingga 5–7%. Potensi ekspor Indonesia pun terbuka lebar jika mampu menghasilkan varietas dengan kualitas bersaing.
Husnain menambahkan bahwa kerja sama ini dapat menjadi pintu masuk Indonesia dalam memperkuat ekonomi hijau:
“Kami ingin agar tanaman hias Indonesia tidak hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga menjadi komoditas ekspor unggulan yang dapat menambah devisa negara. Apalagi dengan dukungan teknologi dari Sakata Seed Corporation, kualitas benih yang dihasilkan akan lebih berdaya saing.”
BRMP memiliki peran strategis dalam mendorong modernisasi sektor pertanian. Melalui MoU ini, program riset akan difokuskan pada beberapa aspek penting:
1. Pemuliaan varietas unggul – menciptakan varietas Impatiens yang lebih berwarna, tahan lama, dan sesuai dengan selera pasar.
2. Adaptasi iklim tropis — pengembangan benih yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem Indonesia.
3. Peningkatan produktivitas – memastikan benih menghasilkan tanaman yang berkualitas tinggi dengan biaya produksi efisien.
4. Transfer teknologi — melatih peneliti lokal agar menguasai metode riset modern dari Jepang.
5. Peningkatan daya saing ekspor — menyiapkan varietas yang sesuai standar pasar internasional.
Program riset ini diproyeksikan berlangsung dalam beberapa tahap selama lima tahun ke depan, dengan evaluasi rutin setiap tahunnya.
Kerja sama antara BRMP dan Sakata Seed Corporation bukan hanya soal riset pertanian, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia–Jepang di bidang agrobisnis.
Seperti diketahui, Jepang selama ini menjadi salah satu mitra strategis Indonesia dalam berbagai aspek pembangunan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga teknologi pertanian.
Kolaborasi dalam pengembangan tanaman hias ini menandai bentuk nyata dari diplomasi pertanian yang saling menguntungkan kedua negara.
“Kami melihat kerja sama ini tidak hanya berdampak pada sektor hortikultura, tetapi juga memperkuat hubungan antarbangsa. Pertanian dapat menjadi jembatan persahabatan Indonesia–Jepang,” ujar Husnain.
Dalam suasana penuh kebersamaan, kedua pihak tampak menandatangani dokumen MoU disaksikan oleh jajaran pejabat, peneliti, dan staf terkait. Foto bersama yang diambil setelah penandatanganan memperlihatkan semangat optimisme.
Di layar terlihat tulisan tegas:
“BRMP DAN SAKATA SEED CORPORATION TANDATANGANI MoU TANAMAN HIAS IMPATIENS”
Gambaran tersebut menegaskan bahwa momen ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan titik awal dari perjalanan panjang untuk menciptakan hasil riset yang berdampak besar bagi masyarakat.
Kerja sama riset ini menumbuhkan harapan besar bagi banyak pihak, mulai dari petani, pelaku usaha hortikultura, hingga masyarakat luas. Dengan adanya benih Impatiens unggul hasil riset bersama, diharapkan akan muncul:
Peningkatan pendapatan petani melalui hasil panen tanaman hias yang lebih bernilai. Diversifikasi usaha hortikultura yang dapat memperkuat perekonomian daerah.
Citra positif Indonesia sebagai negara penghasil tanaman hias berkualitas internasional. Dampak lingkungan positif, karena tanaman hias dapat mendukung penghijauan dan estetika kota.
Sementara itu, BRMP bersama Sakata Seed Corporation akan segera menyusun roadmap penelitian, termasuk agenda uji coba lapangan di beberapa wilayah sentra hortikultura Indonesia.
Analisis: Mengapa Kerja Sama Ini Penting?.
1. Meningkatkan daya saing global di tengah ketatnya persaingan industri tanaman hias dunia, kolaborasi ini memberi posisi strategis bagi Indonesia.
2. Mendukung green economy – tanaman hias bukan hanya komoditas estetika, tetapi juga bagian dari tren ekonomi hijau yang berkelanjutan.
3. Memberdayakan SDM lokal – dengan adanya transfer teknologi, peneliti Indonesia semakin terampil dan berkompetensi global.
4. Peluang ekspor — dengan varietas baru yang unggul, Indonesia berpeluang memperluas pasar ke Asia, Eropa, hingga Amerika.
Penandatanganan MoU antara BRMP dan Sakata Seed Corporation pada 26 Agustus 2025 bukan sekadar kesepakatan formal, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk masa depan industri tanaman hias Indonesia.
Dengan menggabungkan keunggulan riset Jepang dan potensi sumber daya Indonesia, diharapkan lahir varietas Impatiens baru yang lebih inovatif, indah, dan bernilai tinggi.
Langkah ini juga menjadi simbol bahwa pertanian modern tidak hanya bicara pangan, tetapi juga keindahan, nilai ekonomi, dan diplomasi antarbangsa.
Editor: (Redaksi)



















