Berita Ekonomi

BRMP Gandeng Sakata Seed Corporation untuk Kembangkan Impatiens 

284
×

BRMP Gandeng Sakata Seed Corporation untuk Kembangkan Impatiens 

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Badan Per­ak­i­tan dan Mod­ernisasi Per­tan­ian (BRMP) res­mi men­jalin ker­ja sama inter­na­sion­al den­gan salah satu perusa­haan benih ter­na­ma dunia, Saka­ta Seed Cor­po­ra­tion asal Jepang, dalam rang­ka penelit­ian dan pengem­ban­gan tana­man hias Impa­tiens di Indone­sia, Selasa (26/08).

Penan­datan­ganan Mem­o­ran­dum of Under­stand­ing (MoU) ini dilak­sanakan pada Selasa, 26 Agus­tus 2025, dan men­ja­di tong­gak pent­ing bagi masa depan indus­tri tana­man hias tanah air. Hadir dalam acara terse­but, Sekre­taris BRMP, Hus­nain, MP., M.Sc., Ph.D, yang mewak­ili lem­ba­ga di Indone­sia, bersama den­gan Mr. Atsushi Kose­ki, per­wak­i­lan divisi Research and Devel­op­ment (RnD) Saka­ta Seed Cor­po­ra­tion Jepang.

Ker­ja sama ini tidak hanya sekadar for­mal­i­tas penan­datan­ganan doku­men, melainkan juga ben­tuk nya­ta komit­men ked­ua belah pihak untuk men­dorong lahirnya ino­vasi di bidang tana­man hias.

Tana­man Impa­tiens, atau lebih dike­nal masyarakat seba­gai bun­ga “pacar air” den­gan berba­gai vari­etas mod­ern­nya, dip­il­ih kare­na memi­li­ki nilai ekono­mi ting­gi dan daya tarik pasar yang luas, baik di dalam negeri maupun man­cane­gara.

Menu­rut Hus­nain, ker­ja sama ini akan mem­bu­ka jalan bagi pem­ba­haru­an riset, trans­fer teknolo­gi, dan pen­ingkatan kual­i­tas benih yang lebih adap­tif den­gan iklim tro­pis Indone­sia.

“Indone­sia kaya akan poten­si hor­tikul­tura. Den­gan adanya ker­ja sama ini, kami berharap dap­at meningkatkan daya saing tana­man hias nasion­al, khusus­nya Impa­tiens, agar tidak hanya men­ja­di pri­madona di pasar lokal, tetapi juga mam­pu ber­saing di pasar glob­al,” ungkap­nya.

  Jaringan XL Lumpuh Hampir Dua Jam di Pringsewu, Warga Tak Bisa Berkomunikasi

Saka­ta Seed Cor­po­ra­tion dike­nal luas seba­gai salah satu perusa­haan benih tana­man hias terke­mu­ka dari Jepang. Perusa­haan ini memi­li­ki rep­utasi glob­al dalam meng­hasilkan vari­etas ung­gul den­gan kual­i­tas sta­bil, war­na bun­ga beragam, keta­hanan ter­hadap penyak­it, hing­ga umur sim­pan yang lebih pan­jang.

Den­gan bergabungnya Saka­ta ke dalam riset bersama BRMP, dihara­p­kan Indone­sia dap­at men­gak­ses teknolo­gi mod­ern dalam pemu­li­aan tana­man. Kolab­o­rasi ini sekali­gus men­ja­di ben­tuk trans­fer penge­tahuan, di mana peneli­ti dalam negeri berke­sem­patan menim­ba pen­gala­man dari riset mutakhir yang dilakukan perusa­haan Jepang terse­but.

Mr. Atsushi Kose­ki dalam sambu­tan­nya mene­gaskan pent­ingnya kolab­o­rasi ini:

 “Kami san­gat antu­sias untuk berba­gi penge­tahuan dan teknolo­gi den­gan mitra di Indone­sia. Tana­man hias memi­li­ki per­an pent­ing dalam mem­per­can­tik lingkun­gan sekali­gus mem­perku­at indus­tri hor­tikul­tura. Den­gan kon­disi alam Indone­sia yang san­gat men­dukung, kami per­caya kolab­o­rasi ini akan melahirkan hasil yang mem­bang­gakan.”

Impa­tiens meru­pakan salah satu tana­man hias yang dige­mari kare­na kein­da­han war­na bun­ga, ker­aga­man vari­etas, ser­ta kemu­da­han dalam per­awatan. Tana­man ini ker­ap dip­il­ih untuk menghias taman kota, hala­man rumah, maupun deko­rasi inte­ri­or.

Di pasar glob­al, per­mintaan ter­hadap Impa­tiens terus meningkat. Berdasarkan data hor­tikul­tura inter­na­sion­al, pen­jualan tana­man hias jenis ini seti­ap tahun­nya men­gala­mi per­tum­buhan hing­ga 5–7%. Poten­si ekspor Indone­sia pun ter­bu­ka lebar jika mam­pu meng­hasilkan vari­etas den­gan kual­i­tas ber­saing.

Hus­nain menam­bahkan bah­wa ker­ja sama ini dap­at men­ja­di pin­tu masuk Indone­sia dalam mem­perku­at ekono­mi hijau:

 “Kami ingin agar tana­man hias Indone­sia tidak hanya dike­nal kare­na kein­da­han­nya, tetapi juga men­ja­di komod­i­tas ekspor ung­gu­lan yang dap­at menam­bah devisa negara. Apala­gi den­gan dukun­gan teknolo­gi dari Saka­ta Seed Cor­po­ra­tion, kual­i­tas benih yang dihasilkan akan lebih ber­daya saing.”

BRMP memi­li­ki per­an strate­gis dalam men­dorong mod­ernisasi sek­tor per­tan­ian. Melalui MoU ini, pro­gram riset akan difokuskan pada beber­a­pa aspek pent­ing:

  BUMDes Nawaripi Jaya Resmi Terdaftar di Kemendes PDTT, Siap Dukung Ekonomi Mimika

1. Pemu­li­aan vari­etas ung­gul – men­cip­takan vari­etas Impa­tiens yang lebih berwar­na, tahan lama, dan sesuai den­gan sel­era pasar.

2. Adap­tasi iklim tro­pis — pengem­ban­gan benih yang lebih tahan ter­hadap cua­ca ekstrem Indone­sia.

3. Pen­ingkatan pro­duk­tiv­i­tas – memas­tikan benih meng­hasilkan tana­man yang berkual­i­tas ting­gi den­gan biaya pro­duk­si efisien.

4. Trans­fer teknolo­gi — melatih peneli­ti lokal agar men­gua­sai metode riset mod­ern dari Jepang.

5. Pen­ingkatan daya saing ekspor — menyi­ap­kan vari­etas yang sesuai stan­dar pasar inter­na­sion­al.

Pro­gram riset ini diproyek­sikan berlang­sung dalam beber­a­pa tahap sela­ma lima tahun ke depan, den­gan eval­u­asi rutin seti­ap tahun­nya.

Ker­ja sama antara BRMP dan Saka­ta Seed Cor­po­ra­tion bukan hanya soal riset per­tan­ian, tetapi juga mencer­minkan semakin erat­nya hubun­gan bilat­er­al Indonesia–Jepang di bidang agro­bis­nis.

Seper­ti dike­tahui, Jepang sela­ma ini men­ja­di salah satu mitra strate­gis Indone­sia dalam berba­gai aspek pem­ban­gu­nan, mulai dari infra­struk­tur, pen­didikan, hing­ga teknolo­gi per­tan­ian.

Kolab­o­rasi dalam pengem­ban­gan tana­man hias ini menandai ben­tuk nya­ta dari diplo­masi per­tan­ian yang sal­ing men­gun­tungkan ked­ua negara.

“Kami meli­hat ker­ja sama ini tidak hanya berdampak pada sek­tor hor­tikul­tura, tetapi juga mem­perku­at hubun­gan antar­bangsa. Per­tan­ian dap­at men­ja­di jem­bat­an per­sa­ha­batan Indonesia–Jepang,” ujar Hus­nain.

Dalam suasana penuh keber­samaan, ked­ua pihak tam­pak menan­datan­gani doku­men MoU dis­ak­sikan oleh jajaran peja­bat, peneli­ti, dan staf terkait. Foto bersama yang diam­bil sete­lah penan­datan­ganan mem­per­li­hatkan seman­gat opti­misme.

Di layar ter­li­hat tulisan tegas:
“BRMP DAN SAKATA SEED CORPORATION TANDATANGANI MoU TANAMAN HIAS IMPATIENS”

Gam­baran terse­but mene­gaskan bah­wa momen ini bukan hanya sekadar ser­e­moni, melainkan titik awal dari per­jalanan pan­jang untuk men­cip­takan hasil riset yang berdampak besar bagi masyarakat.

  Pasar Domestik Disebut “Jorok”, UMKM Tertekan Impor Ilegal

Ker­ja sama riset ini menum­buhkan hara­pan besar bagi banyak pihak, mulai dari petani, pelaku usa­ha hor­tikul­tura, hing­ga masyarakat luas. Den­gan adanya benih Impa­tiens ung­gul hasil riset bersama, dihara­p­kan akan muncul:

Pen­ingkatan pen­da­p­atan petani melalui hasil panen tana­man hias yang lebih berni­lai. Diver­si­fikasi usa­ha hor­tikul­tura yang dap­at mem­perku­at perekono­mi­an daer­ah.

Cit­ra posi­tif Indone­sia seba­gai negara peng­hasil tana­man hias berkual­i­tas inter­na­sion­al. Dampak lingkun­gan posi­tif, kare­na tana­man hias dap­at men­dukung penghi­jauan dan esteti­ka kota.

Semen­tara itu, BRMP bersama Saka­ta Seed Cor­po­ra­tion akan segera menyusun roadmap penelit­ian, ter­ma­suk agen­da uji coba lapan­gan di beber­a­pa wilayah sen­tra hor­tikul­tura Indone­sia.

Anal­i­sis: Men­ga­pa Ker­ja Sama Ini Pent­ing?.

1. Meningkatkan daya saing glob­al di ten­gah ketat­nya per­sain­gan indus­tri tana­man hias dunia, kolab­o­rasi ini mem­beri posisi strate­gis bagi Indone­sia.

2. Men­dukung green econ­o­my – tana­man hias bukan hanya komod­i­tas esteti­ka, tetapi juga bagian dari tren ekono­mi hijau yang berke­lan­ju­tan.

3. Mem­ber­dayakan SDM lokal – den­gan adanya trans­fer teknolo­gi, peneli­ti Indone­sia semakin ter­ampil dan berkom­pe­ten­si glob­al.

4. Pelu­ang ekspor — den­gan vari­etas baru yang ung­gul, Indone­sia berpelu­ang mem­per­lu­as pasar ke Asia, Eropa, hing­ga Ameri­ka.

Penan­datan­ganan MoU antara BRMP dan Saka­ta Seed Cor­po­ra­tion pada 26 Agus­tus 2025 bukan sekadar kesep­a­katan for­mal, melainkan sebuah inves­tasi jang­ka pan­jang untuk masa depan indus­tri tana­man hias Indone­sia.

Den­gan meng­gabungkan keung­gu­lan riset Jepang dan poten­si sum­ber daya Indone­sia, dihara­p­kan lahir vari­etas Impa­tiens baru yang lebih ino­vatif, indah, dan berni­lai ting­gi.

Langkah ini juga men­ja­di sim­bol bah­wa per­tan­ian mod­ern tidak hanya bicara pan­gan, tetapi juga kein­da­han, nilai ekono­mi, dan diplo­masi antar­bangsa.

Edi­tor: (Redak­si)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *