Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Umar Kei Dipuji Sebagai Sosok Pemersatu Lewat Peringatan Maulid Nabi di Bekasi

317
×

Umar Kei Dipuji Sebagai Sosok Pemersatu Lewat Peringatan Maulid Nabi di Bekasi

Sebarkan artikel ini

Bekasi, SniperNew.id – Peringatan Maulid Nabi Muham­mad SAW di Masjid Ar-Rom­lah Bina Lin­dung, Pon­dok Gede, Jati­waringin, Bekasi, men­ja­di momen pent­ing yang tidak hanya menon­jolkan nilai keaga­maan, tetapi juga meng­hadirkan seman­gat keber­samaan di ten­gah keber­aga­man. Acara terse­but men­da­p­at apre­si­asi lang­sung dari Wak­il Guber­nur Maluku, Abdul­lah Vanath, yang memu­ji Umar Kei seba­gai sosok pem­er­satu, Ming­gu (07/09).

Tokoh uta­ma dalam peri­s­ti­wa ini adalah Umar Kei, fig­ur masyarakat yang dike­nal aktif dalam berba­gai kegiatan sosial dan keaga­maan. Dalam acara terse­but, ia suk­ses menye­leng­garakan peringatan Maulid Nabi bersama masyarakat setem­pat. Kehadi­ran­nya diapre­si­asi kare­na mam­pu meng­hadirkan tokoh-tokoh lin­tas aga­ma, sehing­ga men­jadikan acara ini lebih dari sekadar peringatan keaga­maan, melainkan juga ruang silat­u­rah­mi dan per­sat­u­an.

Semen­tara itu, Wak­il Guber­nur Maluku, Abdul­lah Vanath, turut hadir dalam kesem­patan terse­but. Ia menyam­paikan pan­dan­gan­nya men­ge­nai pent­ingnya acara seper­ti ini seba­gai ajang mem­perku­at per­saudaraan. Vanath meni­lai Umar Kei berhasil mem­po­sisikan diri seba­gai sosok pem­er­satu di ten­gah masyarakat yang maje­muk.

Acara yang berlang­sung di Masjid Ar-Rom­lah Bina Lin­dung itu meru­pakan peringatan Maulid Nabi Muham­mad SAW, salah satu tra­disi pent­ing dalam Islam yang dirayakan untuk men­ge­nang kelahi­ran Rasu­l­ul­lah. Kegiatan ini diisi den­gan doa, tausiyah, ser­ta keber­samaan masyarakat lin­tas kalan­gan.

  Wabup Pesawaran Bersama Danrem 043/Gatam Tinjau Progres Pembangunan KDMP Desa Sukaraja

Yang menarik, acara terse­but tidak hanya dihadiri umat Mus­lim, tetapi juga tokoh lin­tas aga­ma. Hal ini men­jadikan peringatan Maulid Nabi kali ini seba­gai momen­tum untuk mem­per­erat tol­er­an­si dan sal­ing meng­hor­mati.

Dalam kesem­patan itu, Abdul­lah Vanath secara ter­bu­ka mem­berikan apre­si­asi kepa­da Umar Kei. Menu­rut­nya, kemam­puan Umar Kei meng­hadirkan tokoh-tokoh dari berba­gai latar belakang aga­ma mem­buk­tikan bah­wa perbe­daan dap­at dijem­bat­ani den­gan nilai silat­u­rah­mi dan keber­samaan.

Acara berlang­sung di Masjid Ar-Rom­lah Bina Lin­dung, Pon­dok Gede, Jati­waringin, Bekasi. Peringatan ini dige­lar baru-baru ini dan dila­porkan melalui akun media sosial yang kemu­di­an men­ja­di sorotan pub­lik.

Bekasi, seba­gai salah satu kota den­gan pen­duduk beragam latar belakang, men­ja­di lokasi yang tepat bagi terse­leng­garanya acara ini. Lingkun­gan terse­but dike­nal seba­gai wilayah padat pen­duduk den­gan dinami­ka sosial yang ting­gi, sehing­ga kegiatan keaga­maan seper­ti Maulid Nabi ker­ap men­ja­di momen­tum untuk mem­perku­at ikatan sosial.

Apre­si­asi diberikan oleh Wak­il Guber­nur Maluku, Abdul­lah Vanath, kare­na Umar Kei diang­gap berhasil men­jadikan peringatan Maulid Nabi bukan hanya seba­gai acara rit­u­al keaga­maan, melainkan juga forum keber­samaan. Kehadi­ran tokoh lin­tas aga­ma mem­per­li­hatkan bah­wa perbe­daan keyak­i­nan bukan­lah peng­ha­lang untuk men­jalin per­sat­u­an.

Menu­rut Vanath, langkah Umar Kei ini pent­ing di ten­gah kon­disi masyarakat Indone­sia yang maje­muk. Keber­hasi­lan men­gelo­la acara yang inklusif mem­per­li­hatkan kemam­puan seo­rang tokoh dalam men­ja­ga kehar­mon­isan. Hal terse­but dini­lai sejalan den­gan seman­gat per­sat­u­an dan kesat­u­an bangsa.

  Unggahan Facebook Luruskan Stigma Kelam Suku Dayak Nusantara

Selain itu, apre­si­asi juga lahir dari pan­dan­gan bah­wa acara ini dap­at dijadikan con­toh bagi tokoh lain dalam mengin­isi­asi kegiatan yang berlan­daskan pada nilai keber­samaan, tol­er­an­si, dan sal­ing meng­hor­mati.

Acara Maulid Nabi di Masjid Ar-Rom­lah berlang­sung khid­mat sekali­gus meri­ah. Jamaah dari berba­gai daer­ah hadir memenuhi area masjid. Rangka­ian acara dim­u­lai den­gan pem­ba­caan sha­lawat dan doa, kemu­di­an dilan­jutkan den­gan tausiyah yang menekankan pent­ingnya meneladani akhlak Rasu­l­ul­lah Muham­mad SAW.

Keu­nikan acara ini ter­letak pada kehadi­ran tamu lin­tas aga­ma. Mere­ka datang seba­gai ben­tuk peng­hor­matan dan dukun­gan ter­hadap seman­gat keber­samaan. Kehadi­ran lin­tas aga­ma terse­but men­da­p­at sambu­tan posi­tif dari masyarakat yang hadir.

Dalam pidatonya, Abdul­lah Vanath menekankan bah­wa peringatan Maulid Nabi adalah momen untuk mere­flek­sikan nilai per­sat­u­an. Ia menye­but bah­wa Umar Kei telah mem­berikan teladan nya­ta bagaimana perbe­daan bisa dis­atukan melalui kegiatan sosial-keaga­maan.

Dalam perny­ataan­nya, Abdul­lah Vanath menyam­paikan bah­wa Indone­sia seba­gai negara den­gan keber­aga­man aga­ma, budaya, dan suku, mem­bu­tuhkan tokoh-tokoh pem­er­satu. Kehadi­ran Umar Kei den­gan inisi­at­ifnya diang­gap seba­gai jawa­ban atas tan­ta­n­gan terse­but.

“Umar Kei adalah sosok yang mam­pu mem­per­satukan. Acara ini bukan hanya peringatan Maulid Nabi, tetapi juga wujud silat­u­rah­mi lin­tas aga­ma yang meneguhkan per­saudaraan di ten­gah keber­aga­man,” ujar Vanath.

Pesan terse­but mene­gaskan bah­wa tol­er­an­si dan keber­samaan adalah kun­ci untuk men­ja­ga per­sat­u­an bangsa.

Acara ini mening­galkan kesan men­dalam bagi masyarakat yang hadir. Mere­ka meni­lai bah­wa keber­samaan yang ter­jalin sela­ma peringatan Maulid Nabi men­ja­di buk­ti nya­ta bah­wa perbe­daan tidak meng­ha­lan­gi per­saudaraan.

  Pemerintah Turun Tangan, Warga Sumbar Minta Prioritas pada Penanganan Bencana

Selain itu, momen­tum ini juga men­dorong tokoh-tokoh lain di berba­gai daer­ah untuk mengge­lar kegiatan seru­pa. Hara­pan­nya, semakin banyak acara yang tidak hanya menekankan aspek rit­u­al keaga­maan, tetapi juga mem­perku­at nilai kebangsaan.

Bagi war­ga Bekasi khusus­nya, acara terse­but mem­per­li­hatkan bah­wa wilayah mere­ka dap­at men­ja­di con­toh bagi daer­ah lain dalam mem­ban­gun tol­er­an­si. Kehadi­ran tokoh lin­tas aga­ma mem­per­li­hatkan bah­wa Bekasi adalah miniatur keb­hinekaan Indone­sia.

Dalam kon­teks sosial saat ini, di mana masih ter­da­p­at poten­si perbe­daan yang bisa menim­bulkan kon­flik, acara seper­ti ini men­ja­di san­gat rel­e­van. Peringatan Maulid Nabi yang dike­mas den­gan seman­gat keber­samaan men­ja­di solusi untuk mem­perku­at ikatan sosial.

Kehadi­ran tokoh-tokoh lin­tas aga­ma sekali­gus men­ja­di pene­gasan bah­wa Indone­sia mem­bu­tuhkan ruang-ruang dia­log dan keber­samaan. Apa yang dilakukan Umar Kei diang­gap sejalan den­gan seman­gat Pan­casi­la, khusus­nya sila keti­ga, Per­sat­u­an Indone­sia.

Peringatan Maulid Nabi Muham­mad SAW di Masjid Ar-Rom­lah Bina Lin­dung, Pon­dok Gede, Jati­waringin, Bekasi, men­ja­di lebih dari sekadar acara keaga­maan. Kehadi­ran tokoh lin­tas aga­ma men­jadikan­nya sim­bol keber­samaan di ten­gah perbe­daan.

Apre­si­asi yang diberikan oleh Wak­il Guber­nur Maluku Abdul­lah Vanath kepa­da Umar Kei mem­perte­gas bah­wa Indone­sia mem­bu­tuhkan sosok-sosok pem­er­satu. Keber­hasi­lan acara ini dap­at men­ja­di inspi­rasi bagi masyarakat luas dalam mem­perku­at per­sat­u­an dan tol­er­an­si.

Den­gan men­jadikan peringatan Maulid Nabi seba­gai ruang silat­u­rah­mi, Umar Kei telah mem­berikan teladan bah­wa keber­samaan adalah kun­ci dalam men­ja­ga kehar­mon­isan bangsa yang maje­muk. (Abdul/Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *