Berita Daerah

Peringatan Maulid Nabi di Pesawaran Penuh Khidmat dan Kebersamaan

166
×

Peringatan Maulid Nabi di Pesawaran Penuh Khidmat dan Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

Pesawaran , SnipeNew.id – Umat Islam di Kabu­pat­en Pesawaran mem­peringati Maulid Nabi Muham­mad SAW den­gan penuh khid­mat. Peringatan hari kelahi­ran Nabi Muham­mad SAW ini dilak­sanakan di Dusun Way­layap 2, Desa Keban­gu­san, Keca­matan Gedong Tataan, Kabu­pat­en Pesawaran, pada Jumat (5/9/2025).

Acara terse­but men­ja­di momen­tum pent­ing bagi masyarakat setem­pat untuk kem­bali mem­perku­at iman, meningkatkan ketak­waan, ser­ta meneladani akhlak mulia Rasu­l­ul­lah SAW.

Peringatan Maulid Nabi di Desa Keban­gu­san dihadiri oleh berba­gai tokoh masyarakat dan unsur pemer­in­ta­han. Kepala Desa Keban­gu­san, Tohir SE, hadir lang­sung dan mem­berikan sambu­tan. Turut hadir pula Ket­ua HMT Yuliana, Ket­ua Majelis Ta’lim Rach­mat Hiday­at Yati, Ustadz Drs. Abdul Qodir Abdul­lah dari Ban­dar Lam­pung, para tokoh aga­ma, tokoh masyarakat, ser­ta tamu undan­gan dari berba­gai lapisan.

Kehadi­ran mere­ka menam­bah kekhid­matan acara yang sejak awal diga­gas seba­gai sarana keber­samaan sekali­gus mem­per­erat tali silat­u­rah­mi.

Dalam sambu­tan­nya, Kepala Desa Keban­gu­san Tohir SE menyam­paikan rasa syukur atas terse­leng­garanya acara peringatan Maulid Nabi Muham­mad SAW. Menu­rut­nya, peringatan terse­but bukan hanya sekadar kegiatan ser­e­mo­ni­al, melainkan wujud rasa cin­ta umat Islam kepa­da jun­jun­gan Nabi Muham­mad SAW.

“Mari kita peringati Maulid Nabi Muham­mad SAW ini den­gan banyak mem­ba­ca sholawat, meningkatkan iman dan tak­wa, ser­ta menum­buhkan kepedu­lian ter­hadap sesama,” ujar Tohir dalam sambu­tan­nya.

Ia menekankan pent­ingnya men­jadikan momen­tum ini seba­gai doron­gan untuk mem­perku­at kepedu­lian sosial, teruta­ma dalam kehidu­pan bermasyarakat di Desa Keban­gu­san.

  Gencarkan Patroli Presisi, Petugas Cegah Premanisme, 3C 

Acara inti diisi den­gan ceramah aga­ma oleh Ustadz Drs. Abdul Qodir Abdul­lah. Dalam tausiyah­nya, beli­au mengin­gatkan kem­bali sejarah kelahi­ran Rasu­l­ul­lah SAW pada 12 Rabi­ul Awal Tahun Gajah. Rasu­l­ul­lah, kata Abdul Qodir, adalah teladan sejati yang segala perkataan, sikap, dan tin­dak tan­duknya mencer­minkan kete­ladanan bagi umat Islam.

Beli­au mene­gaskan bah­wa peringatan Maulid Nabi Muham­mad SAW bukan hanya untuk men­ge­nang sejarah, melainkan juga seba­gai momen­tum mem­perku­at spir­i­tu­al­i­tas dan kual­i­tas amal per­bu­atan.

“Peringatan ini bertu­juan meningkatkan spir­i­tu­al­i­tas dan kual­i­tas kin­er­ja kita, ser­ta mem­perku­at seman­gat Islam dalam kehidu­pan sehari-hari,” terang Abdul Qodir.

Lebih lan­jut, Ustadz Abdul Qodir men­je­laskan mak­na yang bisa diam­bil dari peringatan Maulid Nabi, yakni meneladani empat sifat uta­ma Rasu­l­ul­lah SAW: Shid­diq (jujur), Amanah (dap­at diper­caya), Tab­ligh (menyam­paikan), dan Fathanah (cer­das).

Keem­pat sifat terse­but, menu­rut­nya, men­ja­di bekal pent­ing bagi umat Islam untuk men­jalani kehidu­pan di era mod­ern.

“San­gat banyak mak­na dari Maulid Nabi Muham­mad SAW. Di antaranya meneladani empat sifat beli­au yang mulia: shid­diq, amanah, tab­ligh, dan fathanah. Jika sifat ini kita ter­ap­kan, maka insya Allah kehidu­pan kita lebih baik dan dirid­hai Allah SWT,” pungkas Abdul Qodir.

Ustadz Abdul Qodir menekankan bah­wa meneladani akhlak Nabi Muham­mad SAW adalah kewa­jiban seti­ap Mus­lim. Rasu­l­ul­lah SAW tidak hanya men­ja­di pem­bawa risalah, tetapi juga panu­tan dalam semua aspek kehidu­pan, baik dalam berdak­wah, berin­ter­ak­si sosial, maupun memimpin umat.

Menu­rut­nya, meneladani sifat Nabi Muham­mad SAW berar­ti beru­paya mengiku­ti tun­tu­nan Al-Qur’an dan Hadis, sehing­ga nilai-nilai Islam dap­at dihidup­kan dalam kehidu­pan sehari-hari.

Suasana peringatan Maulid semakin khid­mat keti­ka lan­tu­nan ayat-ayat suci Al-Qur’an diku­man­dan­gkan. Pem­ba­caan Al-Qur’an dilakukan oleh Siti Rivn­gatin MPd (Rif­ka), yang juga meru­pakan Ket­ua Majelis Ta’lim Rach­mat Hiday­at Desa Keban­gu­san, Ben­da­hara KO-WAPPI Pesawaran, ser­ta dosen di STIT Mul­tazam Pesawaran.

  Polres Barito Utara Tanam Jagung dan Lepas Panen ke Bulog, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Den­gan suara mer­du dan penuh peng­hay­atan, Rif­ka mem­ba­cakan ayat-ayat suci Al-Qur’an sehing­ga jamaah yang hadir semakin merasakan kekhusyukan dalam peringatan terse­but.

Acara Maulid Nabi Muham­mad SAW di Desa Keban­gu­san berlang­sung penuh hik­mat. Kehadi­ran tokoh masyarakat, tokoh aga­ma, hing­ga kaum akademisi mem­per­li­hatkan beta­pa peringatan ini men­ja­di momen­tum pem­er­satu.

Masyarakat dari berba­gai kalan­gan turut hadir, baik orang tua, rema­ja, maupun anak-anak. Semuanya larut dalam suasana keber­samaan. Tidak hanya pen­ga­jian, acara juga dira­maikan den­gan doa bersama untuk kese­la­matan desa, bangsa, dan umat Islam.

Selain mem­perte­gas nilai religius, peringatan Maulid Nabi juga memi­li­ki mak­na sosial yang men­dalam. Kepala Desa Keban­gu­san menekankan bah­wa acara ini harus men­ja­di sarana meningkatkan kepedu­lian ter­hadap sesama, teruta­ma bagi war­ga yang mem­bu­tuhkan.

Seman­gat berba­gi, meno­long, dan gotong roy­ong adalah bagian dari teladan Nabi Muham­mad SAW yang rel­e­van untuk kehidu­pan masyarakat pedesaan.

War­ga Dusun Way­layap 2 dan sek­i­tarnya menun­jukkan antu­si­asme yang ting­gi. Sejak pagi hari, masyarakat sudah datang ke lokasi acara den­gan men­ge­nakan paka­ian ter­baik mere­ka. Pani­tia acara, yang seba­gian besar berasal dari Majelis Ta’lim dan Karang Taruna desa, menyi­ap­kan segala keper­lu­an den­gan penuh seman­gat.

Para ibu-ibu Majelis Ta’lim tam­pak aktif menyi­ap­kan hidan­gan seder­hana untuk para tamu, sedan­gkan pemu­da desa ikut ser­ta dalam men­gatur jalan­nya acara. Hal ini menun­jukkan bah­wa peringatan Maulid Nabi benar-benar men­ja­di milik bersama selu­ruh war­ga.

Ket­ua Majelis Ta’lim Rach­mat Hiday­at, Rif­ka, dalam keteran­gan­nya mene­gaskan bah­wa Maulid Nabi adalah ajang mem­per­erat ukhuwah Islamiyah. Menu­rut­nya, tan­pa per­sat­u­an dan keber­samaan, masyarakat akan sulit meng­hadapi tan­ta­n­gan zaman.

  Bangun Kebersamaan, BRI BO Balige dan PN Balige Gelar Senam Sehat Bersama

> “Maulid Nabi ini kita jadikan sarana mem­perku­at ukhuwah Islamiyah, meningkatkan keber­samaan, dan meneladani akhlak Rasu­l­ul­lah SAW dalam kehidu­pan sehari-hari,” ujar Rif­ka.

Tidak hanya untuk kalan­gan orang tua, peringatan Maulid Nabi Muham­mad SAW di Desa Keban­gu­san juga menyasar gen­erasi muda. Melalui pen­ga­jian dan ceramah aga­ma, para pemu­da desa dia­jak untuk lebih mema­ha­mi nilai-nilai Islam ser­ta menga­malkan­nya dalam kehidu­pan sehari-hari.

Pesan moral yang ditekankan kepa­da gen­erasi muda adalah pent­ingnya menum­buhkan sifat jujur, dap­at diper­caya, berani menyam­paikan kebe­naran, dan cer­das dalam meng­hadapi per­soalan hidup, seba­gaimana sifat-sifat Rasu­l­ul­lah SAW.

Acara ditut­up den­gan doa bersama yang dip­impin oleh tokoh aga­ma setem­pat. Doa ditu­jukan untuk kese­la­matan masyarakat Desa Keban­gu­san, keberka­han bangsa Indone­sia, dan kese­jahter­aan umat Islam di selu­ruh dunia.

Doa bersama ini diiku­ti den­gan penuh kekhusyukan oleh selu­ruh jamaah yang hadir. Suasana haru ter­cip­ta saat semua hadirin menun­dukkan kepala dan men­gangkat tan­gan, mem­o­hon rid­ha dan rah­mat Allah SWT.

Peringatan Maulid Nabi Muham­mad SAW di Desa Keban­gu­san, Keca­matan Gedong Tataan, Kabu­pat­en Pesawaran tahun ini berlang­sung den­gan meri­ah, penuh khid­mat, dan sarat mak­na. Kehadi­ran tokoh masyarakat, ula­ma, dan war­ga setem­pat men­ja­di buk­ti kuat­nya tra­disi keaga­maan sekali­gus keber­samaan dalam masyarakat.

Lebih dari sekadar peringatan, acara ini men­ja­di ajang mem­perku­at iman, meneladani akhlak mulia Rasu­l­ul­lah SAW, dan meningkatkan kepedu­lian sosial. Melalui seman­gat Maulid Nabi, masyarakat Desa Keban­gu­san dihara­p­kan semakin bersatu, beri­man, dan berakhlak mulia dalam meng­hadapi kehidu­pan yang penuh tan­ta­n­gan.

Penulis: (Sufiyawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *