Berita Daerah

Pengajian Maulid Nabi di Madura Heboh, Tamu Pulang Bawa Kipas Angin

458
×

Pengajian Maulid Nabi di Madura Heboh, Tamu Pulang Bawa Kipas Angin

Sebarkan artikel ini

Madura, SniperNew.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selalu menghadirkan beragam tradisi unik di berbagai daerah Indonesia. Namun sebuah pengajian Maulid Nabi di Madura mendadak menjadi perhatian publik setelah sebuah unggahan di media sosial menampilkan momen menarik: setiap tamu yang hadir pulang membawa souvenir kipas angin, Jumat (26/09).

Unggahan itu dibagikan oleh akun baturajatoday melalui media sosial Threads. Dalam keterangannya, akun tersebut menulis.

“Dalam memperingati hari maulid nabi sejumlah daerah biasanya mengadakan pengajian seperti di video ini, namun menariknya dalam video ini setiap tamu yang hadir diberi souvenir kipas angin.

Kipas angin tersebut berasal dari dana salah satu pasangan suami istri di Madura yang menyelenggarakan acara. Tak hanya kipas angin, di video lainnya ada juga peralatan masak yang juga dibagikan.”*

Video yang menyertai unggahan itu menampilkan suasana pengajian yang dipenuhi jamaah. Terlihat ratusan kipas angin baru masih terbungkus plastik, sudah disiapkan sebagai hadiah untuk para undangan.

Fenomena unik ini adalah pemberian souvenir berupa kipas angin kepada setiap tamu undangan pada acara pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Biasanya, souvenir pengajian berupa makanan, kain, atau alat salat. Namun dalam peristiwa kali ini, penyelenggara membagikan barang elektronik rumah tangga yang cukup bernilai, yaitu kipas angin.

  Ses Ditjenpas Cek Kesiapan Sarana dan Pelayanan Kesehatan di Rutan Tanjung Pura

Lebih mengejutkan lagi, dalam unggahan yang sama disebutkan bahwa selain kipas angin, pada video lain juga terlihat peralatan masak ikut dibagikan.

Acara ini digelar oleh sepasang suami istri di Madura. Meski identitasnya tidak disebutkan secara jelas dalam unggahan, keduanya disebut sebagai donatur utama yang membiayai semua kebutuhan acara, termasuk souvenir kipas angin untuk seluruh tamu.

Pasangan tersebut ingin membuat acara peringatan Maulid Nabi tidak hanya sebagai momen ibadah dan syiar, tetapi juga menjadi bentuk berbagi rezeki kepada masyarakat sekitar.

Lokasi tepat acara tidak disebutkan secara rinci dalam unggahan, hanya disebutkan berlangsung di Madura, Jawa Timur. Namun berdasarkan budaya lokal, tradisi memberi hadiah dalam acara besar semacam ini memang kerap dilakukan oleh warga Madura dengan penuh semangat gotong royong.

Acara ini berlangsung dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini. Unggahan akun baturajatoday muncul sekitar 31 menit sebelum tangkapan layar dibuat, dan sudah ditonton ribuan kali di Threads.

Ada dua alasan utama mengapa souvenir kipas angin dipilih oleh penyelenggara:

1. Sebagai bentuk sedekah dan berbagi rezeki – Tradisi masyarakat Madura sangat menjunjung tinggi nilai berbagi, terutama dalam acara keagamaan. Dengan memberikan kipas angin, penyelenggara berharap masyarakat bisa merasakan manfaat jangka panjang dari hadiah tersebut.

  Marhaban Ya Ramadhan 1447 H, DPRD Pesisir Barat Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Kebersamaan

2. Souvenir bermanfaat dan tahan lama – Kipas angin menjadi barang yang hampir semua rumah tangga butuhkan, apalagi di daerah dengan suhu panas. Hal ini membuat hadiah tersebut lebih bermanfaat dibandingkan sekadar bingkisan makanan yang cepat habis.

Pelaksanaan acara pengajian berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan jamaah. Para tamu duduk tertib mengikuti pengajian, sementara di samping mereka tampak deretan kipas angin yang sudah dibungkus rapi.

Setelah acara selesai, setiap tamu diperbolehkan membawa pulang kipas angin tersebut sebagai tanda kenang-kenangan. Dalam beberapa video lain yang beredar, disebutkan pula ada peralatan masak yang turut diberikan.

Fenomena pemberian kipas angin ini sebenarnya mencerminkan betapa kaya dan beragamnya tradisi masyarakat Indonesia dalam memperingati Maulid Nabi.

Di beberapa daerah, Maulid Nabi dirayakan dengan pembacaan shalawat, pengajian akbar, hingga tradisi berbagi makanan. Di Madura, tradisi ini biasanya juga dibarengi dengan semangat “nyumbang” atau gotong royong untuk memperbesar kemeriahan acara.

Tradisi memberi souvenir bernilai tinggi, seperti peralatan rumah tangga, memang bukan pertama kali terjadi. Namun momen ini menjadi sorotan karena jumlah kipas angin yang dibagikan mencapai ratusan unit, sehingga menimbulkan rasa kagum sekaligus heran dari warganet.

Setelah video diunggah, warganet ramai memberikan komentar. Banyak yang terkejut sekaligus kagum dengan kemurahan hati penyelenggara.

Sebagian komentar menyebut acara itu sebagai bukti nyata bahwa syiar agama dapat dilakukan bersamaan dengan berbagi kebahagiaan. Ada pula warganet yang menyampaikan harapan agar tradisi seperti ini bisa dicontoh di daerah lain.

  Wabup Pesawaran Hadiri Peringatan Isra Mi’raj di Ponpes Al Wujudi, Dimeriahkan Ginanjar dan Tausiyah Ustaz Dadang Mubarok

Namun, ada juga yang mengingatkan agar semangat utama dari Maulid Nabi tidak bergeser menjadi sekadar pembagian hadiah, melainkan tetap fokus pada nilai spiritual dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Pengajian ini mengandung dua makna besar. Makna Religius Peringatan Maulid Nabi adalah wujud cinta umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW, dengan memperbanyak shalawat, doa, dan pengajian.

“Makna Sosial – Souvenir kipas angin menjadi simbol kepedulian sosial dan berbagi rezeki kepada sesama, sejalan dengan semangat Islam yang menekankan pentingnya sedekah.

Dengan demikian, acara ini bukan sekadar pesta meriah, melainkan juga wujud nyata kolaborasi nilai agama dan budaya.

Pengajian Maulid Nabi di Madura dengan pemberian souvenir kipas angin menjadi peristiwa unik yang menyedot perhatian publik. Fenomena ini menunjukkan bagaimana tradisi keagamaan bisa dikemas dengan cara kreatif dan penuh makna.

Penyelenggara, sepasang suami istri yang menjadi donatur acara, berhasil menjadikan momen ini bukan hanya untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai ajang berbagi manfaat nyata kepada masyarakat.

Kehadiran kipas angin dan peralatan masak sebagai souvenir memberikan warna baru dalam tradisi Maulid Nabi di Nusantara. Bagi sebagian orang mungkin terlihat berlebihan, namun bagi masyarakat Madura, hal ini adalah bagian dari ekspresi kecintaan kepada Nabi dan kepedulian terhadap sesama. (Ahm/ahh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *