Berita Peristiwa

Joget Dolalak di Panggung Maulid, Tuai Sorotan Publik

398
×

Joget Dolalak di Panggung Maulid, Tuai Sorotan Publik

Sebarkan artikel ini

Tanah Bum­bu, SniperNew.id - Sebuah video yang mem­per­li­hatkan penampi­lan tari Dolalak den­gan nuansa joget di atas pang­gung, dalam acara peringatan Maulid Nabi Muham­mad SAW, ramai diperbin­cangkan pub­lik. Video terse­but per­ta­ma kali diung­gah oleh akun media sosial tanah­bum­buin­fo di kanal Threads pada Senin (25/9/2025) siang, sek­i­tar empat jam sebelum beri­ta ini dit­ulis.

Dalam ung­ga­han­nya, akun terse­but menuliskan narasi bah­wa sorotan pub­lik muncul kare­na penampi­lan tari Dolalak diang­gap tidak tepat apa­bi­la dita­mpilkan dalam acara per­ayaan hari kelahi­ran Nabi Muham­mad SAW. Ung­ga­han itu berbun­yi:

“Sebuah video ten­gah ramai diperbin­cangkan sete­lah menampilkan penari Dolalak yang berjo­get di atas pang­gung. Sorotan pub­lik muncul kare­na tar­i­an terse­but dita­mpilkan dalam acara per­ayaan kelahi­ran Nabi Muham­mad SAW. Hal ini memicu keca­man dan kemara­han, lan­taran kegiatan keaga­maan dini­lai tidak pan­tas dicam­pu­radukkan den­gan hibu­ran semacam itu. Bagaimana tang­ga­pan buhan pian?”

Ung­ga­han terse­but turut meny­er­takan sebuah video pen­dek. Dalam tayan­gan itu ter­li­hat sejum­lah penari Dolalak berpaka­ian ser­agam den­gan nuansa tra­di­sion­al Jawa yang berdiri di atas pang­gung. Beber­a­pa dari mere­ka tam­pak berjo­get diirin­gi musik dan­g­dut. Pada bagian lain, tam­pak pula seo­rang pria berser­agam TNI yang bera­da di depan pang­gung, berin­ter­ak­si den­gan para penari. Latar belakang pang­gung menun­jukkan span­duk bertuliskan acara “Pen­ga­jian Akbar dalam Rang­ka Maulid Nabi Muham­mad SAW Tahun 2015 Mase­hi / 1437 Hijriyah”.

  Cuaca Ekstrem Picu Longsor dan Banjir di Beberapa Wilayah Sumatera Utara

Video viral terse­but menampilkan tari Dolalak den­gan nuansa hibu­ran dan­g­dut di sebuah acara per­ayaan Maulid Nabi Muham­mad SAW. Tari Dolalak sendiri dike­nal seba­gai tar­i­an tra­di­sion­al asal Pur­wore­jo, Jawa Ten­gah, yang biasanya menampilkan ger­akan energik menyeru­pai baris-berbaris, namun dalam perkem­ban­gan­nya ker­ap dipadukan den­gan musik mod­ern dan ger­akan joget.

Di dalam video, penampi­lan tari terse­but tidak hanya berben­tuk atrak­si budaya, tetapi bercam­pur den­gan suasana hibu­ran ala pang­gung dan­g­dut. Hal ini­lah yang kemu­di­an men­u­ai reak­si pub­lik, khusus­nya kare­na acara itu berla­bel keaga­maan.

Pihak yang ter­li­bat dalam peri­s­ti­wa ini adalah. Para penari Dolalak – yang tampil den­gan busana khas, lengkap den­gan ger­akan joget mengiku­ti iringan musik. Penye­leng­gara acara – yakni pani­tia peringatan Maulid Nabi Muham­mad SAW. Hing­ga kini belum ada keteran­gan res­mi dari pihak pani­tia terkait tujuan meng­hadirkan hibu­ran terse­but.

Masyarakat dan war­ganet – yang kemu­di­an mem­berikan berba­gai tang­ga­pan, mulai dari keca­man hing­ga kri­tik atas pen­cam­pu­ran acara keaga­maan den­gan hibu­ran. Akun tanah­bum­buin­fo, seba­gai pihak per­ta­ma yang men­gung­gah video ini di media sosial Threads, hing­ga viral dan menim­bulkan diskur­sus pub­lik.

  Kecelakaan Tunggal Truk Ekspedisi di Pelabuhan Angin Gunungsitoli, Tidak Ada Korban Jiwa

Lokasi acara sesuai den­gan span­duk pada latar belakang video menun­jukkan bah­wa peringatan Maulid Nabi terse­but dige­lar di sebuah wilayah yang tidak dise­butkan secara spe­si­fik dalam ung­ga­han. Namun, narasi di media sosial menye­but bah­wa video itu beredar dari sebuah acara peringatan keaga­maan di Tanah Bum­bu, Kali­man­tan Sela­tan.

Meskipun belum ada perny­ataan res­mi, war­ganet mem­perku­at dugaan lokasi berdasarkan tan­da-tan­da visu­al ser­ta penyebu­tan akun lokal yang per­ta­ma kali men­gung­gah video terse­but.

Video yang diung­gah mem­per­li­hatkan pang­gung den­gan span­duk bertuliskan tahun 2015 Mase­hi / 1437 Hijriyah. Namun, ung­ga­han di media sosial yang mem­bu­at video terse­but kem­bali viral baru ter­ja­di pada 25 Sep­tem­ber 2025.

Artinya, meskipun reka­man video diam­bil beber­a­pa tahun sil­am, penye­baran ulangnya di media sosial memicu perbin­can­gan baru dan kon­tro­ver­si saat ini.

Kon­tro­ver­si ter­ja­di kare­na. Per­ayaan Maulid Nabi Muham­mad SAW secara umum dipan­dang seba­gai momen­tum penuh peng­hor­matan, syiar, dan pengin­gat kete­ladanan Nabi. Kehadi­ran hibu­ran beru­pa joget diang­gap tidak sesuai den­gan suasana terse­but.

Seba­gian besar masyarakat meni­lai bah­wa acara keaga­maan tidak pan­tas dicam­purkan den­gan hibu­ran yang berpoten­si meng­gang­gu kekhid­matan.

Cam­pu­ran antara tar­i­an tra­di­sion­al, hibu­ran dan­g­dut, dan acara Maulid menim­bulkan kesan tumpang tindih nilai budaya den­gan nilai religius. Hal ini­lah yang men­ja­di titik sen­si­tif perde­batan.

Reak­si pub­lik terba­gi men­ja­di dua. Banyak war­ganet menge­cam penye­leng­gara acara kare­na diang­gap tidak bijak meng­hadirkan hibu­ran semacam itu di forum keaga­maan. Seba­gian bahkan menye­but acara itu menced­erai kesakralan peringatan Maulid Nabi.

  Bangunan SMKN 1 Gunung Putri Ambruk Saat Hujan Deras, Siswa Panik Berhamburan

Ada pula yang berpen­da­p­at bah­wa tari Dolalak meru­pakan ekspre­si budaya daer­ah, sehing­ga tidak sep­a­tut­nya lang­sung dis­alahkan. Namun, mere­ka tetap menekankan bah­wa sebaiknya penye­leng­gara lebih bijak dalam memi­lah jenis hibu­ran sesuai kon­teks acara.

Akun tanah­bum­buin­fo sendiri menut­up ung­ga­han­nya den­gan men­ga­jak masyarakat berdiskusi melalui per­tanyaan singkat: “Bagaimana tang­ga­pan buhan pian?”

Fenom­e­na ini mem­per­li­hatkan bagaimana reka­man lama bisa kem­bali memicu kon­tro­ver­si keti­ka dise­barkan ulang di era media sosial. Peri­s­ti­wa ini juga meny­ingkap per­soalan klasik di Indone­sia, yakni batas antara pelestar­i­an budaya dan peng­hor­matan pada kegiatan keaga­maan.

Selain itu, viral­nya video ini men­ja­di pengin­gat bagi penye­leng­gara acara agar selalu mem­per­hatikan kon­teks, eti­ka, ser­ta sen­si­tiv­i­tas audi­ens dalam memil­ih hibu­ran. Di sisi lain, masyarakat pun per­lu lebih cer­mat menang­gapi reka­man lama yang beredar ulang, agar tidak menim­bulkan kesalah­pa­haman baru.

Video penampi­lan tari Dolalak bercam­pur dan­g­dut di sebuah acara Maulid Nabi Muham­mad SAW men­ja­di viral sete­lah diung­gah akun tanah­bum­buin­fo. Meskipun reka­man terse­but diduga berasal dari tahun 2015, penye­baran ulangnya memicu kri­tik pub­lik pada Sep­tem­ber 2025.

Kon­tro­ver­si muncul kare­na tar­i­an joget diang­gap tidak pan­tas disand­ingkan den­gan acara keaga­maan. Perde­batan ini mene­gaskan pent­ingnya pemil­i­han hibu­ran yang sesuai kon­teks, ser­ta per­lun­ya masyarakat bersikap bijak dalam menang­gapi viral­nya sebuah video lama.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *