Berita Peristiwa

Puting Beliung Hantam Ulak Karang, Dua Rumah Warga Rusak Parah

421
×

Puting Beliung Hantam Ulak Karang, Dua Rumah Warga Rusak Parah

Sebarkan artikel ini

Padang, SniperNew.id - Angin put­ing beli­ung kem­bali melan­da wilayah Kota Padang. Kali ini ben­cana angin ken­cang berputar terse­but men­er­jang kawasan Ulak Karang Sela­tan, Keca­matan Padang Utara, Kota Padang, pada Ming­gu pagi, 7 Sep­tem­ber 2025, sek­i­tar pukul 09.20 WIB.

Peri­s­ti­wa yang berlang­sung singkat itu menye­babkan dua rumah war­ga men­gala­mi kerusakan parah. Atap rumah mere­ka beter­ban­gan dan seba­gian besar ban­gu­nan terangkat hing­ga menim­bulkan keru­gian mate­r­i­al yang tidak sedik­it.

Keja­di­an ini sem­pat direkam dalam ben­tuk video oleh war­ga dan terse­bar melalui grup What­sApp hing­ga kemu­di­an diung­gah kem­bali oleh akun media sosial info_lintassumbar.

Berdasarkan infor­masi yang dihim­pun, dua kepala kelu­ar­ga men­ja­di kor­ban ter­dampak lang­sung aki­bat ter­jan­gan put­ing beli­ung terse­but.

- Muham­mad Nasir (42 tahun). Peker­jaan: Nelayan. Ala­mat: Ulak Karang Sela­tan, Padang Utara

Rumah­nya men­gala­mi kerusakan cukup parah sete­lah atap­nya ter­lepas ter­bongkar diter­jang angin ken­cang.

- Fer­ry Fer­nan­do (41 tahun). Peker­jaan: Buruh har­i­an lep­as. Ala­mat: Masih satu kawasan den­gan kor­ban per­ta­ma. Rumah­nya juga men­gala­mi kerusakan ham­pir di selu­ruh bagian atap.

Ked­ua kor­ban kini harus menang­gung beban berat aki­bat musi­bah ini. Mere­ka kehi­lan­gan tem­pat ting­gal yang layak huni dan ter­pak­sa mem­per­bai­ki kem­bali rumah den­gan biaya cukup besar.

Menu­rut lapo­ran war­ga, angin put­ing beli­ung datang tiba-tiba tan­pa tan­da-tan­da khusus sebelum­nya. Cua­ca di wilayah terse­but sebe­narnya dalam kon­disi men­dung, namun tidak lama kemu­di­an angin berputar ken­cang men­er­jang kawasan padat pen­duduk itu.

  Evakuasi Terhambat SOP: Warga Aceh Keluhkan Lambatnya Penanganan Banjir

Put­ing beli­ung terse­but men­gak­i­batkan atap rumah war­ga terangkat dan beter­ban­gan, bahkan seba­gian ban­gu­nan porak poran­da. Mes­ki hanya berlang­sung beber­a­pa menit, keku­atan­nya cukup untuk mer­obohkan mate­r­i­al ban­gu­nan yang sudah berdiri puluhan tahun.

Keru­gian aki­bat ben­cana alam terse­but diperki­rakan men­ca­pai Rp 10 juta. Per­hi­tun­gan awal didasarkan pada kerusakan mate­r­i­al ban­gu­nan rumah, teruta­ma bagian atap, rang­ka kayu, ser­ta sejum­lah per­ab­otan rumah tang­ga yang ikut rusak terke­na hujan deras sete­lah atap hilang.

Namun angka ini masih meru­pakan perki­raan awal. Jika dilakukan pen­dataan lebih lan­jut oleh pemer­in­tah setem­pat maupun Badan Penang­gu­lan­gan Ben­cana Daer­ah (BPBD) Kota Padang, nilai keru­gian bisa saja bertam­bah besar.

Insi­d­en ini ter­ja­di pada Ming­gu pagi, 7 Sep­tem­ber 2025, sek­i­tar pukul 09.20 WIB. War­ga yang masih berak­tiv­i­tas di rumah mas­ing-mas­ing men­dadak panik sete­lah menden­gar suara gemu­ruh dan tiu­pan angin ken­cang yang berputar.

Dalam hitun­gan menit, atap rumah kor­ban terangkat dan beter­ban­gan. Beber­a­pa bagian kayu penyang­ga juga ikut roboh sehing­ga menim­bulkan suasana panik di sek­i­tar lokasi.

Lokasi ter­dampak ben­cana bera­da di kawasan Ulak Karang Sela­tan, Keca­matan Padang Utara, Kota Padang, Sumat­era Barat.

Wilayah ini dike­nal cukup padat pen­duduk den­gan rumah-rumah per­ma­nen berdiri rap­at. Kon­disi ini­lah yang mem­bu­at dampak kerusakan terasa sig­nifikan mes­ki hanya dua rumah uta­ma yang ter­catat men­gala­mi kerusakan parah.

Menu­rut keteran­gan war­ga sek­i­tar, sebelum keja­di­an lan­git tam­pak men­dung. Tiba-tiba angin ken­cang berputar muncul dan dalam hitun­gan detik lang­sung meng­han­tam beber­a­pa rumah.

  Air Banjir Terus Naik, Warga Panik Tinggalkan Rumahnya

War­ga berham­bu­ran kelu­ar rumah menye­la­matkan diri, seba­gian lain berusa­ha menut­up pin­tu dan jen­dela agar tidak ter­bawa angin. Sete­lah angin reda, ter­li­hat jelas atap rumah dua war­ga sudah ter­lepas dari tem­pat­nya.

Beber­a­pa war­ga segera mem­berikan per­to­lon­gan kepa­da kor­ban, mengevakuasi barang-barang berhar­ga, ser­ta mem­ber­sihkan puing-puing mate­r­i­al ban­gu­nan.

Video amatir yang beredar mem­per­li­hatkan kon­disi rumah den­gan atap ter­bu­ka lebar, rang­ka kayu ter­li­hat jelas, dan beber­a­pa bagian rumah rusak berat.

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, pemer­in­tah setem­pat melalui aparat kelu­ra­han dan keca­matan sudah turun ke lokasi melakukan pen­dataan awal.

Selain itu, relawan dan tetang­ga sek­i­tar ikut mem­ban­tu mengevakuasi barang-barang kor­ban agar tidak semakin rusak. Ban­tu­an daru­rat beru­pa mate­r­i­al seadanya seper­ti ter­pal juga diberikan agar rumah kor­ban bisa ditu­tupi semen­tara.

Pemer­in­tah daer­ah dihara­p­kan segera menyalurkan ban­tu­an per­baikan rumah, baik beru­pa dana stim­u­lan maupun mate­r­i­al ban­gu­nan, agar kor­ban bisa kem­bali memi­li­ki rumah layak huni.

Muham­mad Nasir, salah seo­rang kor­ban, men­gaku kaget den­gan keja­di­an terse­but. “Saya sedang di rumah bersama kelu­ar­ga, tiba-tiba ter­den­gar suara gemu­ruh, atap lang­sung terangkat. Kami hanya bisa menye­la­matkan diri kelu­ar,” ujarnya.

Semen­tara itu, Fer­ry Fer­nan­do men­gungkap­kan hal sena­da. Menu­rut­nya, angin datang begi­tu cepat dan tidak mem­beri kesem­patan banyak untuk menye­la­matkan barang-barang di dalam rumah. “Semua ter­ja­di dalam hitun­gan menit, atap rumah habis terangkat. Kami benar-benar kaget,” katanya.

War­ga sek­i­tar juga meny­atakan rasa pri­hatin men­dalam. Mere­ka berusa­ha mem­berikan dukun­gan moral maupun tena­ga untuk mem­ban­tu kor­ban mem­ber­sihkan sisa-sisa puing rumah.

Fenom­e­na put­ing beli­ung ser­ing ter­ja­di di beber­a­pa wilayah Indone­sia, ter­ma­suk Sumat­era Barat, teruta­ma pada saat musim pan­car­o­ba. Menu­rut catatan Badan Mete­o­rolo­gi, Kli­ma­tolo­gi, dan Geofisi­ka (BMKG), angin put­ing beli­ung biasanya muncul aki­bat perte­muan dua mas­sa udara berbe­da den­gan kon­disi atmos­fer tidak sta­bil.

  Banjir Subuh Bandung, Warga Selamat dari Ular

BMKG juga mengim­bau masyarakat agar selalu was­pa­da ter­hadap cua­ca ekstrem, teruta­ma jika lan­git tam­pak men­dung gelap, dis­er­tai tiu­pan angin ken­cang. Masyarakat diim­bau segera men­cari tem­pat aman jika tan­da-tan­da angin put­ing beli­ung mulai ter­li­hat.

Keru­gian aki­bat ben­cana put­ing beli­ung memang terasa berat, ter­lebih bagi war­ga den­gan kon­disi ekono­mi menen­gah ke bawah seper­ti nelayan dan buruh har­i­an lep­as. Mere­ka ten­tu mem­bu­tuhkan ulu­ran tan­gan, baik dari pemer­in­tah, lem­ba­ga sosial, maupun masyarakat luas.

Ban­tu­an yang diberikan tidak hanya beru­pa dana maupun mate­r­i­al ban­gu­nan, tetapi juga dukun­gan psikol­o­gis agar kor­ban tetap tabah meng­hadapi musi­bah. Sol­i­dar­i­tas sosial men­ja­di kun­ci agar pemuli­han pas­caben­cana bisa ber­jalan lebih cepat.

Peri­s­ti­wa angin put­ing beli­ung yang men­er­jang Ulak Karang Sela­tan, Padang Utara, Ming­gu pagi 7 Sep­tem­ber 2025, men­ja­di pengin­gat bah­wa ben­cana bisa datang kapan saja tan­pa diduga. Dua rumah war­ga men­gala­mi kerusakan parah, yakni milik Muham­mad Nasir dan Fer­ry Fer­nan­do.

Keru­gian semen­tara ditak­sir men­ca­pai Rp10 juta. Pemer­in­tah setem­pat sudah turun tan­gan melakukan pen­dataan dan penan­ganan awal. War­ga sek­i­tar juga menun­jukkan kepedu­lian den­gan mem­ban­tu kor­ban mem­ber­sihkan puing-puing rumah.

Mes­ki demikian, kor­ban tetap mem­bu­tuhkan ban­tu­an lebih lan­jut untuk mem­ban­gun kem­bali rumah mere­ka. Ben­cana ini juga men­ja­di momen­tum bagi semua pihak untuk meningkatkan kewas­padaan ter­hadap poten­si cua­ca ekstrem yang bisa datang sewak­tu-wak­tu. (Ahm/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *