LAMPUNG, SNIPERNEW.id — Sebuah unggahan dari akun media sosial Facebook bernama Dayak menarik perhatian publik setelah menyuarakan klarifikasi dan pesan reflektif terkait stigma lama yang kerap dilekatkan pada Suku Dayak. Unggahan tersebut menyoroti anggapan keliru yang selama ini berkembang di masyarakat mengenai citra kekerasan terhadap komunitas adat Dayak.
Dalam unggahan yang dipublikasikan sekitar 19 jam sebelum dikutip media ini, akun tersebut menegaskan bahwa orang Dayak kerap disalahpahami sebagai pemakan manusia, pembunuh, hingga pemenggal kepala. Padahal, menurut penulis unggahan, stereotip tersebut tidak mencerminkan kehidupan dan nilai-nilai masyarakat Dayak yang sesungguhnya.
“Sebenarnya orang Dayak itu hanya makan nasi dan tidak mau membunuh sesama manusia,” tulis akun tersebut dalam unggahannya, sebagaimana dikutip SniperNew.id, Minggu (14/12/2025).
Lebih lanjut, unggahan tersebut juga memuat pesan moral yang bersifat reflektif dan universal. Penulis mengajak setiap individu untuk kembali bercermin pada diri sendiri, menjaga sikap, tutur kata, serta tingkah laku dalam kehidupan sosial. Pesan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membela martabat Suku Dayak, tetapi juga sebagai pengingat nilai kemanusiaan secara umum.
Unggahan itu juga menekankan bahwa manusia yang bertindak tanpa adab dan etika justru kehilangan nilai kemanusiaannya. Pesan tersebut disampaikan dalam konteks kritik sosial terhadap perilaku yang merendahkan orang lain melalui stigma dan ujaran tidak berdasar.
SniperNew.id mengutip unggahan ini sebagai sumber informasi publik yang berkembang di media sosial, tanpa melakukan penambahan opini atau penilaian di luar pernyataan yang disampaikan oleh pemilik akun. Media ini juga tidak menyimpulkan kebenaran historis secara sepihak, melainkan menyajikan unggahan tersebut sebagai bagian dari dinamika diskursus sejarah dan budaya di ruang digital.
Pakar budaya kerap menilai bahwa stigma terhadap kelompok adat merupakan warisan narasi lama yang tidak selalu disertai pemahaman konteks sejarah dan adat istiadat secara utuh. Oleh karena itu,
literasi budaya dan kehati-hatian dalam menyebarkan informasi menjadi penting agar tidak memperkuat prasangka yang berpotensi menimbulkan diskriminasi.
Dengan mengangkat unggahan ini, SniperNew.id berharap masyarakat dapat melihat keberagaman budaya Nusantara secara lebih adil, berimbang, dan manusiawi, serta menjadikan media sosial sebagai ruang edukasi, bukan penghakiman.
Penulis: [Iskandar].






