Makassar, SniperNew.id – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar dalam memberantas Handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba (Halinar) kembali dibuktikan. Kali ini, Kamis (10/7), tim pengamanan di bawah komando langsung Kepala Lapas, Sutarno, menggelar inspeksi mendadak (sidak) menyasar Blok E hunian warga binaan, Jumat 11 Juli 2025.
Tidak sekadar simbolis, sidak dilakukan dengan penuh ketelitian dan kedisiplinan tinggi. Petugas bergerak cepat, memeriksa setiap sudut kamar dan barang pribadi warga binaan untuk mencari indikasi adanya penyelundupan barang terlarang.
“Kami tidak akan pernah memberi ruang bagi Halinar berkembang di Lapas Makassar. Ini adalah komitmen mutlak. Tidak ada kompromi,” tegas Sutarno di sela-sela pelaksanaan sidak.
Dalam sidak tersebut, petugas berhasil menyita satu unit handphone rakitan, benda tajam berupa pisau, korek gas, kabel, gunting, serta benda berbahan logam lainnya yang berpotensi disalahgunakan.
Sidak Rutin, Bukan Seremonial
Sutarno menegaskan bahwa sidak bukan sekadar kegiatan seremonial atau pencitraan, melainkan bentuk pengawasan nyata untuk memastikan tidak adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
“Sidak ini dilakukan baik secara terjadwal maupun insidentil. Intensitasnya akan kami tambah. Jika perlu, tiap minggu. Karena mencegah lebih baik daripada membiarkan potensi meledak di kemudian hari,” ujarnya lugas.
Tak hanya penggeledahan, tim pengamanan juga melakukan pendekatan pembinaan. Petugas memberikan edukasi langsung kepada warga binaan mengenai pentingnya menjaga ketertiban, menjauhi barang terlarang, serta sanksi tegas yang menanti jika mereka melanggar aturan.
Zero Halinar Jadi Target Mutlak
Upaya ini selaras dengan instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI yang secara nasional mendorong pencapaian Zona Integritas dan Zero Halinar di setiap lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.
Lapas Kelas I Makassar menjadi salah satu yang paling aktif dan tegas menjalankan kebijakan ini. Komitmen mereka tak main-main. Pengawasan dilakukan berlapis. Koordinasi antar petugas diperkuat. Celah sekecil apa pun diawasi.
“Kami tidak akan memberikan ruang toleransi. Apapun bentuknya, kalau terbukti membawa, menyimpan, atau mengedarkan handphone, narkoba, atau pungli, akan langsung kami proses sesuai aturan. Baik terhadap warga binaan maupun oknum petugas,” tegas Sutarno.
Efek Kejut, Efek Jera
Sidak mendadak yang dilakukan malam hari juga membawa efek kejut tersendiri bagi penghuni lapas. Langkah ini diyakini dapat menimbulkan efek jera dan menyadarkan bahwa pengawasan di dalam lapas tidak bisa lagi disepelekan.
Petugas juga memastikan bahwa semua barang sitaan langsung diamankan dan dicatat sebagai barang bukti, serta dilaporkan secara berjenjang kepada pihak yang berwenang.
Komitmen Berkelanjutan
Dengan hasil positif dari sidak ini, Lapas Makassar akan menjadikan kegiatan ini sebagai rutinitas pekanan. Tujuannya jelas: menjaga lingkungan lapas tetap kondusif, aman, dan bersih dari pengaruh negatif.
“Kami ingin membuktikan bahwa Lapas bukan tempat subur bagi pelanggaran, tapi menjadi tempat pembinaan yang bersih, tertib, dan bermartabat,” tutup Kalapas Sutarno.
Lapas Kelas I Makassar tak main-main. Dengan gerakan cepat, tegas, dan berkelanjutan, mereka memantapkan posisi sebagai garda terdepan pemberantasan Halinar. “Zero Halinar” bukan lagi slogan, tapi kenyataan yang terus diwujudkan.
Sumber: (Lembaga Kemasyakatan)
(Editor: Darmawan)



















