Berita Olahraga

Lapas Makassar Tanamkan Disiplin dan Kesehatan Mental Warga Binaan

1582
×

Lapas Makassar Tanamkan Disiplin dan Kesehatan Mental Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

Makas­sar, SniperNew.id — Suasana hala­man dalam Lem­ba­ga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makas­sar sore itu berbe­da dari biasanya. Belasan war­ga binaan pemasyarakatan (WBP) tam­pak berbaris rapi sam­bil memegang sep­a­sang ben­dera berwar­na kun­ing dan mer­ah, Selasa 26 Agus­tus 2025.

Mere­ka berg­er­ak serentak mengiku­ti aba-aba instruk­tur dari Kwartir Daer­ah (Kwar­da) Ger­akan Pra­mu­ka Sulawe­si Sela­tan. Suara lan­tang instruk­tur berpadu den­gan seman­gat para peser­ta yang berusa­ha menirukan seti­ap ger­akan.

Bukan sekadar lati­han baris-berbaris atau per­mainan biasa, kegiatan ini meru­pakan bagian dari pem­bi­naan kepra­mukaan yang dige­lar Lapas Makas­sar bek­er­ja sama den­gan Kwar­da Sulsel.

Salah satu materi yang dia­jarkan adalah sem­a­phore, yaitu teknik komu­nikasi meng­gu­nakan ben­dera. Di balik lati­han seder­hana itu, ter­sim­pan misi besar, mem­ben­tuk karak­ter, menanamkan disi­plin, sekali­gus men­ja­ga kese­hatan fisik dan men­tal war­ga binaan.

Kepala Lapas Kelas I Makas­sar, Sutarno, mene­gaskan bah­wa pem­bi­naan pra­mu­ka bukan sekadar kegiatan pengisi wak­tu. Ia menye­but kegiatan ini seba­gai strate­gi pemasyarakatan yang menye­hatkan jiwa dan raga.

Kami bert­er­i­ma kasih kepa­da Kwar­da Sulsel yang telah berse­dia mem­bimb­ing para WBP. Melalui pra­mu­ka, kami ingin menanamkan nilai-nilai kedisi­plinan, kemandiri­an, ker­ja sama tim, ser­ta men­ja­ga kese­hatan men­tal mere­ka,” ungkap­nya.

Menu­rut Sutarno, kese­hatan di dalam lapas tidak hanya diukur dari kon­disi fisik sema­ta, melainkan juga dari kese­hatan psikol­o­gis dan sosial. War­ga binaan yang sedang men­jalani masa huku­man ser­ing meng­hadapi tekanan men­tal, rasa teras­ing, dan hilangnya moti­vasi hidup. Den­gan adanya kegiatan pra­mu­ka, mere­ka memi­li­ki wadah untuk berin­ter­ak­si posi­tif, menyalurkan ener­gi, sekali­gus meningkatkan rasa per­caya diri.

  Gyökeres Murka, Sporting Ubah Kesepakatan Transfer: Situasi Memanas Jelang Bursa Musim Panas

Kegiatan pra­mu­ka yang meli­batkan ger­akan fisik seper­ti sem­a­phore, baris-berbaris, dan per­mainan kelom­pok terny­a­ta mem­berikan man­faat kese­hatan jas­mani. Ger­akan men­gangkat tan­gan, melam­baikan ben­dera, dan berpin­dah posisi dilakukan beru­lang kali, sehing­ga secara tidak lang­sung melatih kese­im­ban­gan, keku­atan otot, dan koor­di­nasi tubuh.

Instruk­tur dari Kwar­da Sulsel, Andi Rah­mat, men­je­laskan bah­wa metode pelati­han sen­ga­ja dibu­at menye­nangkan sekali­gus menye­hatkan.

War­ga binaan tidak hanya dia­jak mema­ha­mi kode sem­a­phore, tetapi juga dilatih meng­ger­akkan tubuh secara ter­atur. Mes­ki seder­hana, lati­han ini bisa mem­per­lan­car peredaran darah, melatih per­na­pasan, dan men­ja­ga kebugaran,” jelas­nya.

Dalam kon­disi lapas yang ter­batas, kegiatan fisik seper­ti ini san­gat pent­ing. Olahra­ga ringan melalui metode pra­mu­ka dap­at men­gu­ran­gi risiko penyak­it tidak menu­lar, seper­ti hiperten­si, dia­betes, dan obe­si­tas yang rentan meny­erang kare­na kurangnya aktiv­i­tas fisik.

Salah satu tan­ta­n­gan besar bagi war­ga binaan adalah tekanan psikol­o­gis aki­bat ter­pisah dari kelu­ar­ga dan lingkun­gan sosial­nya. Banyak dari mere­ka men­gala­mi stres, depre­si, bahkan gang­guan kece­masan.

Pro­gram pra­mu­ka diyaki­ni men­ja­di ter­api men­tal yang efek­tif. Dalam seti­ap lati­han, peser­ta harus bek­er­ja sama, sal­ing mem­beri seman­gat, dan bela­jar komu­nikasi. Hal ini mem­ban­tu mere­ka men­gu­ran­gi rasa ter­iso­lasi dan mem­ban­gun kem­bali keter­ampi­lan sosial.

Psikolog kli­n­is Dr. Nurul Hidayah, yang dim­intai pen­da­p­at men­ge­nai pro­gram ini, menye­but pra­mu­ka seba­gai ben­tuk ter­api kelom­pok.

> “Inter­ak­si dalam kelom­pok pra­mu­ka bisa menum­buhkan rasa memi­li­ki dan sol­i­dar­i­tas. Kese­hatan men­tal war­ga binaan akan lebih sta­bil keti­ka mere­ka merasa dihar­gai, dili­batkan, dan diberi kesem­patan untuk bela­jar hal baru,” jelas­nya.

  Bentuk Kerjasama, Yamaha Adakan Display Motor

Disi­plin adalah kun­ci dalam kehidu­pan pra­mu­ka, dan hal itu san­gat rel­e­van den­gan pem­bi­naan war­ga binaan. Disi­plin bukan hanya soal mengiku­ti atu­ran, tetapi juga ten­tang mena­ta gaya hidup sehat.

Dalam pra­mu­ka, peser­ta dia­jarkan untuk tidur cukup, men­ja­ga keber­si­han diri, makan ter­atur, dan meng­har­gai wak­tu. Semua itu adalah pola hidup sehat yang sebe­narnya bisa diap­likasikan di dalam lapas.

Sutarno menam­bahkan bah­wa pem­bi­naan disi­plin lewat pra­mu­ka dihara­p­kan dap­at menu­lar ke per­i­laku sehari-hari. Den­gan begi­tu, sete­lah bebas, WBP bisa men­er­ap­kan pola hidup sehat dan disi­plin di masyarakat.

Sem­a­phore, teknik komu­nikasi meng­gu­nakan ben­dera, mungkin ter­li­hat kuno di era dig­i­tal. Namun, bagi war­ga binaan, bela­jar sem­a­phore memi­li­ki mak­na lebih dalam.

Seti­ap kode yang dipela­jari men­gasah kon­sen­trasi, daya ingat, dan koor­di­nasi otak. Aktiv­i­tas ini berman­faat bagi kese­hatan kog­ni­tif, teruta­ma dalam men­ja­ga keta­ja­man daya pikir.

Selain itu, lati­han ini men­ga­jarkan pent­ingnya komu­nikasi sehat: menyam­paikan pesan den­gan jelas, tepat, dan penuh tang­gung jawab.

Sebanyak 15 orang WBP yang ter­li­bat dalam lati­han ter­li­hat antu­sias. Den­gan paka­ian ser­agam seder­hana berwar­na mer­ah marun, mere­ka berg­er­ak mengiku­ti instruk­si den­gan penuh seman­gat.

Mes­ki seba­gian masih cang­gung men­gibaskan ben­dera, senyum dan tawa mere­ka menun­jukkan adanya peruba­han suasana hati.

Salah seo­rang peser­ta, sebut saja Budi, men­gaku senang mengiku­ti kegiatan ini.

 “Awal­nya saya kira hanya main-main. Tapi terny­a­ta bela­jar sem­a­phore bikin saya lebih fokus. Saya merasa lebih sehat kare­na tubuh juga berg­er­ak. Yang pal­ing pent­ing, saya merasa pun­ya teman lagi,” ujarnya.

Kegiatan pra­mu­ka di Lapas Makas­sar tidak berhen­ti di pelati­han sem­a­phore. Ren­cananya, pro­gram ini akan dilan­jutkan den­gan materi lain, seper­ti per­to­lon­gan per­ta­ma pada kece­lakaan (P3K), keter­ampi­lan tali-temali, dan kegiatan out­door ter­batas. Semua materi itu tidak hanya menam­bah wawasan, tetapi juga men­ga­jarkan keter­ampi­lan kese­hatan dasar.

  Alumni Sekopol Akan Berangkat Ke Bone 

Kwar­da Sulsel berkomit­men untuk terus men­dampin­gi war­ga binaan. Den­gan pen­dekatan pra­mu­ka, dihara­p­kan mere­ka dap­at men­ja­di prib­a­di yang sehat, pro­duk­tif, dan siap kem­bali ke masyarakat.

Kese­hatan yang ditanamkan lewat pro­gram pra­mu­ka di Lapas Makas­sar memi­li­ki tujuan jang­ka pan­jang: rein­te­grasi sosial. War­ga binaan dihara­p­kan tidak hanya pulih dari sisi hukum, tetapi juga dari sisi fisik, men­tal, dan sosial.

Melalui disi­plin pra­mu­ka, mere­ka bela­jar men­gatur hidup. Melalui inter­ak­si kelom­pok, mere­ka men­gasah kese­hatan men­tal. Melalui keter­ampi­lan fisik, mere­ka men­ja­ga kese­hatan jas­mani. Semua itu men­ja­di bekal pent­ing keti­ka mere­ka kem­bali ke masyarakat.

Kegiatan pra­mu­ka di Lapas Kelas I Makas­sar adalah con­toh nya­ta bah­wa kese­hatan tidak melu­lu berasal dari obat atau rumah sak­it. Aktiv­i­tas sosial, kedisi­plinan, dan keter­ampi­lan seder­hana pun dap­at men­ja­di ter­api yang menye­hatkan jiwa dan raga.

Den­gan meng­gan­deng Kwar­da Pra­mu­ka Sulsel, Lapas Makas­sar telah mem­bu­ka jalan baru: pem­bi­naan war­ga binaan berba­sis kese­hatan holis­tik.

Jika pro­gram ini kon­sis­ten dijalankan, bukan tidak mungkin war­ga binaan yang kelu­ar dari lapas kelak akan mem­bawa pulang lebih dari sekadar kebe­basan mere­ka juga akan mem­bawa tubuh yang bugar, piki­ran yang sehat, dan karak­ter yang lebih kuat.

Edi­tor: (Redak­si)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *