Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Punyimbang Adat Langan Ratu Audiensi ke DPRD Pesawaran, Tolak Klaim PTPN atas Tanah Adat Mereka 

275
×

Punyimbang Adat Langan Ratu Audiensi ke DPRD Pesawaran, Tolak Klaim PTPN atas Tanah Adat Mereka 

Sebarkan artikel ini

Pesawaran, SniperNew.id — Pun­y­im­bang Adat Tiyuh Lan­gan Ratu mengge­lar audi­en­si den­gan DPRD Kabu­pat­en Pesawaran untuk menyam­paikan aspi­rasi terkait tanah adat mere­ka yang telah puluhan tahun dikua­sai dan dikelo­la oleh PTPN 1 Region­al 7 Unit Usa­ha Rejosari. Tanah terse­but berlokasi di Desa Negeri Katon dan Desa Halan­gan Ratu, Keca­matan Negeri Katon, Kabu­pat­en Pesawaran. Kamis (20/02/25).

Sebelum­nya, Pun­y­im­bang Adat telah bersurat kepa­da Badan Pen­da­p­atan Daer­ah (Bapen­da) Kabu­pat­en Pesawaran untuk meno­lak per­mo­ho­nan PTPN yang men­ga­jukan peng­ha­pu­san Bea Per­ole­han Hak atas Tanah dan Ban­gu­nan (BPHTB) atau men­gosongkan BPHTB seba­gai syarat agar lahan terse­but dap­at dia­jukan men­ja­di bagian dari Proyek Strate­gis Nasion­al (PSN).
Ket­ua Pun­y­im­bang Adat Tiyuh Lan­gan Ratu, Abu Bakar (Sun­tan Lama), mene­gaskan bah­wa masyarakat adat tidak meno­lak pro­gram pemer­in­tah sep­a­n­jang tidak mer­am­pas hak-hak mere­ka.

  Bupati Sabar AS, Pimpin rapat persiapan Kejuaraan olah raga antar kampung ( Tarkam ) Kemenpora

“Masyarakat adat men­dukung pro­gram pemer­in­tah, ter­ma­suk PSN, sep­a­n­jang tidak mengam­bil hak kami. Kalau pun tanah ini mau dijadikan PSN, silakan, asal tanah yang digu­nakan adalah tanah asli milik PTPN, bukan tanah kami,” ujar Abu Bakar.

Dalam audi­en­si ini, masyarakat adat mem­inta agar tanah yang telah lama dite­lan­tarkan terse­but dikem­ba­likan kepa­da mere­ka. Abu Bakar juga mende­sak agar DPRD mem­fasil­i­tasi Rap­at Den­gar Pen­da­p­at (RDP) guna men­cari solusi yang berkead­i­lan.
“Tanah ini adalah bagian dari warisan leluhur kami. Sudah ter­lalu lama masyarakat adat hanya men­ja­di penon­ton di tanah­nya sendiri, semen­tara pihak lain men­gua­sai dan men­gelolanya. Kami mem­inta agar DPRD mem­fasil­i­tasi RDP guna men­cari solusi yang berkead­i­lan,” ujar Abu Bakar.

  THABRANI SH menyayangkan lambatnya pengurusan kepulangan jenazah TKW Hongkong asal Gelumbang

Semen­tara itu, Leni­da Putri (Pak­si Ibu), Ket­ua Per­juan­gan Pengem­balian Tanah Ulay­at Adat Lan­gan Ratu, mene­gaskan bah­wa per­juan­gan ini memi­li­ki dasar hukum yang kuat.
“Kami tidak hanya berbicara atas nama sejarah, tetapi juga atas dasar hukum yang jelas. Negara men­gakui keber­adaan tanah ulay­at adat, dan kami mem­inta hak kami dikem­ba­likan,” tegas Leni­da.
Menang­gapi aspi­rasi terse­but, Nasir, Wak­il Ket­ua I DPRD Kabu­pat­en Pesawaran yang didampin­gi anggota DPRD lain, meny­atakan pihaknya akan menin­dak­lan­ju­ti per­soalan ini dan men­cari solusi ter­baik bagi masyarakat adat.

  Dugaan Penggelapan Bumdes Pekon Ringin Jaya, LSM tekad RI Mintak PJ Bupati Evaluasi Kinerja Irban

“Kami mema­ha­mi dan meng­har­gai per­juan­gan masyarakat adat. DPRD akan menin­dak­lan­ju­ti per­mintaan ini, mem­ba­has­nya bersama pihak terkait, dan men­cari jalan penye­le­sa­ian yang adil bagi semua pihak,” kata Nasir.
Dalam kesem­patan terse­but Pun­y­im­bang adat Lan­gan Ratu juga meny­er­ahkan doku­men sejarah dan per­juan­gan tanah ulay­at adat Lan­gan Ratu kepa­da DRPD Kabu­pat­en Pesawaran yang diter­i­ma lang­sung oleh Nasir,

Audi­en­si ini men­ja­di langkah pent­ing bagi masyarakat adat dalam mem­per­juangkan hak mere­ka atas tanah ulay­at yang telah lama dikua­sai pihak lain. DPRD dihara­p­kan segera menin­dak­lan­ju­ti per­mintaan RDP seba­gai ben­tuk komit­men ter­hadap per­lin­dun­gan hak-hak masyarakat adat.

(TIM FPII)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *