Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Kriminal

Polres Pasaman Barat Gelar Rekonstruksi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Oleh Ayah Tirinya

254
×

Polres Pasaman Barat Gelar Rekonstruksi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Oleh Ayah Tirinya

Sebarkan artikel ini

Pasaman Barat SniperNew.id Kepolisian Resor Pasaman Barat, Pol­da Sumat­era Barat (Sum­bar) mengge­lar rekon­struk­si terkait kasus tin­dak pidana kek­erasan yang menye­babkan mening­gal dunia ter­hadap seo­rang bayi yang berin­isial AK (13 bulan).

Kegiatan rekon­struk­si terse­but dige­lar dila­pan­gan tem­bak Mapol­res Pasaman Barat, den­gan meng­hadirkan pelaku berin­isial RS (21) yang meru­pakan ayah tiri kor­ban, dan juga dihadiri oleh Penase­hat Hukum pelaku Fadlil Mustafa dan Jak­sa penun­tut umum (JPU) Mega Nan­da Beniv Fitria dan Titi Maha­rani, Selasa (6/8/2024).

Kapol­res Pasaman Barat AKBP Agung Trib­awan­to, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Fahrel Haris men­gatakan, kegiatan rekon­struk­si ter­hadap kasus kek­erasan ter­hadap anak dibawah umur sen­ga­ja dige­lar untuk memas­tikan hal-hal detail dalam kasus kek­erasan dan untuk men­co­cokkan keteran­gan pelaku kepa­da polisi dan yang sebe­narnya ter­ja­di.

  Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Pengeroyokan, Penetapan Status Tersangka Dipersoalkan

“Ini per­lu kami lakukan untuk menge­tahui secara pasti apa saja tin­dakan yang dilakukan pelaku ter­hadap kor­ban dan untuk mem­buk­tikan bah­wa keteran­gan yang diberikan pelaku kepa­da penyidik Unit PPA tidak berbe­da den­gan apa yang dilakukan pelaku,” ujar Kasat Reskrim.

Dikatakan­nya, RS telah melakukan tin­dak pidana kek­erasan ter­hadap anak men­gak­i­batkan kor­ban mening­gal dunia dan dite­tap­kan ter­sang­ka sesuai Lapo­ran Polisi Nomor: LP/173/VII/2024/ RESPASBAR, tang­gal 11 Juli 2024, yang ter­ja­di dirumah kon­trakan pelaku yang bera­da di Jorong Padang Can­d­u­ah, Nagari Kinali, Keca­matan Kinali, Kabu­pat­en Pasaman Barat pada Kamis (11/7/2024) sek­i­tar pukul 15.30 WIB.

“Dalam rekon­struk­si itu, pelaku mem­per­a­gakan sebanyak 39 ade­gan, saat melakukan tin­dak kek­erasan ter­hadap anak dibawah umur berin­isial AK, sehing­ga menye­babkan kor­ban mening­gal dunia,” katanya.

Dit­erangkan, berdasarkan hasil Visum Et Reper­tum (VER) ter­hadap kor­ban, yang dilakukan oleh dok­ter foren­sik di RS. Bhayangkara Pol­da Sumat­era Barat dite­mukan pen­dara­han dirong­ga perut, aki­bat kek­erasan tumpul.

  Hentikan Aksi Main Hakim Sendiri! LSM HAMMER Desak Aparat Tegas Lindungi Hukum dan Kemanusiaan

Dil­i­hat dari luka-luka dan beber­a­pa bekas luka yang dim­i­li­ki kor­ban tam­pak bah­wa kor­ban telah men­gala­mi kek­erasan fisik secara beru­lang-ulang.

“Penye­bab kor­ban mening­gal dunia adalah kek­erasan tumpul pada bagian perut yang menye­babkan pen­dara­han pada pem­bu­luh darah dis­ek­i­tar tirai peng­gan­tung usus dan sek­i­tar gin­jal, sehing­ga men­gak­i­batkan pen­dara­han didalam rong­ga perut, den­gan perki­raan wak­tu kema­t­ian adalah sek­i­tar 12 sam­pai 24 jam sebelum pemerik­saan ter­hadap kor­ban,” paparnya.

Dije­laskan Kasat, pada ade­gan 12 sam­pai ade­gan ke 17 ter­li­hat pelaku melakukan kek­erasan ter­hadap kor­ban den­gan cara melem­par dan memukul kor­ban meng­gu­nakan cangkir plas­tik berisi air kear­ah dada dan perut kor­ban.

Tidak hanya itu, pelaku juga men­gangkat tubuh kor­ban den­gan ked­ua tan­gan­nya, den­gan posisi kor­ban terte­len­tang di tan­gan­nya dan men­jatuhkan­nya ke lan­tai, sehing­ga kor­ban ter­jatuh dalam posisi tertelungkup di per­mukaan lan­tai keramik.

“Pada saat peri­s­ti­wa itu ter­ja­di, ibu kan­dung kor­ban berna­ma Riska Agusti sedang tidak bera­da di rumah,” jelas­nya.

  Uang Rp19,5 Juta Digondol, Kasus Pencurian di Lumajang Berakhir di Polsek

Ia menye­but, pihaknya juga telah menga­mankan barang buk­ti beru­pa satu buah cangkir, satu helai baju kaos, satu helai kain han­duk, satu helai baju kaos anak war­na hitam, satu helai celana pan­jang anak war­na putih dan satu helai kain selimut motif bun­ga.

Sete­lah rekon­struk­si sele­sai, hasil­nya akan digu­nakan untuk melengkapi berkas perkara yang akan dis­er­ahkan kepa­da JPU. Pros­es hukum ter­hadap ter­sang­ka akan dilan­jutkan di pen­gadi­lan, dan dihara­p­kan dap­at mem­berikan kead­i­lan bagi kor­ban dan kelu­ar­ganya.

“Atas per­bu­atan­nya, pelaku dijer­at seba­gaimana dimak­sud dalam rumu­san Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) Jo Pasal 76C Undang-Undang Negara Repub­lik Indone­sia Nomor 35 Tahun 2014 Ten­tang Peruba­han atas Undang undang Nomor 23 tahun 2002 Ten­tang Per­lin­dun­gan Anak dan Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Negara Repub­lik Indone­sia Nomor: 23 tahun 2004, Ten­tang peng­ha­pu­san kek­erasan dalam rumah tang­ga, den­gan anca­man huku­man mak­si­mal 20 tahun pen­jara,” pungkas­nya. ( Abdi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *