GARUT, SNIPERNEW.id — Kepolisian Resor (Polres) Garut membongkar praktik pembuatan uang palsu yang dilakukan oleh seorang pemuda di wilayah Garut, Jawa Barat, Kamin (22/1/2025).
Pengungkapan tersebut dilakukan di sebuah rumah kontrakan yang diduga dijadikan sebagai “pabrik” mini uang palsu.
Informasi ini diunggah oleh akun media sosial Threads @wakandatalks, yang mengutip sumber dari bandungterkini. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pelaku nekat memproduksi uang palsu dengan tingkat kemiripan yang nyaris menyerupai uang asli.
“Pemuda di Garut nekat membuat uang palsu yang nyaris mirip aslinya. Polres Garut membongkar ‘pabrik’ mini uang palsu di sebuah rumah kontrakan, dengan barang bukti mencapai Rp271,7 juta pecahan Rp100 ribu siap edar,” tulis akun tersebut.
Dari pengungkapan kasus ini, aparat kepolisian menyita barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp100 ribu dengan total nilai mencapai Rp271,7 juta yang diduga siap untuk diedarkan ke masyarakat.
Unggahan tersebut juga menyoroti dampak sosial dari peristiwa ini. Kasus tersebut dinilai kembali memantik diskusi publik mengenai tekanan ekonomi dan sulitnya lapangan pekerjaan yang diduga mendorong sebagian orang memilih jalan pintas yang berisiko tinggi.
“Mirisnya, kasus ini kembali memantik pertanyaan publik: apakah sulitnya mencari pekerjaan membuat sebagian orang memilih jalan pintas berbahaya?” tulis akun tersebut.
Alih-alih memperoleh keuntungan secara instan, pelaku justru kini harus berhadapan dengan proses hukum dan ancaman pidana berat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Alih-alih cepat kaya, pelaku justru harus berhadapan dengan hukum dan risiko pidana berat,” lanjut keterangan unggahan.
Unggahan tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet. Beberapa komentar yang disorot antara lain:
Akun henda menilai hukuman bagi pelaku tergolong berat, seraya membandingkannya dengan kasus korupsi.
Akun iqbal.mmad mempertanyakan bagaimana pelaku mampu meniru kertas, pola, dan warna uang hanya dengan peralatan sederhana.
Akun rizwannilyasii menyebut kasus ini mengingatkannya pada film India berjudul Farzi.
Hingga berita ini disusun, pihak kepolisian belum merilis keterangan resmi lanjutan terkait identitas pelaku maupun pasal yang disangkakan. Proses hukum masih terus berjalan.
Penulis: (iskandar)













