Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Viral

Pedagang Sepi Pembeli, Malah Dapat Surat Pajak: Ramai di Media Sosial

524
×

Pedagang Sepi Pembeli, Malah Dapat Surat Pajak: Ramai di Media Sosial

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Sebuah ung­ga­han di media sosial Threads baru-baru ini men­ja­di viral sete­lah mem­per­li­hatkan seo­rang pemi­lik warung makan yang men­geluh kare­na mener­i­ma surat pajak di ten­gah kon­disi usa­ha yang sedang sepi. Video terse­but diung­gah oleh akun @idebisnismu dan telah diton­ton lebih dari 66.000 kali., Ming­gu (03/08)

  Emas Rusak hingga Tanpa Surat Kini Laku! Warga Lampung Serbu Layanan Terbaru Jual-Beli Emas Segala Kondisi

Dalam ung­ga­han­nya, akun terse­but menulis:. “Kon­disi perda­gan­gan lagi sepi, mas­nya dap­at surat pajak.… 😭”

Video yang bersum­ber dari Tik­Tok akun lagi.viralofficial menun­jukkan seo­rang pria yang tam­paknya pemi­lik warung makan, men­ga­cungkan sebuah amplop cok­lat yang dise­but seba­gai “surat cin­ta” dari petu­gas pajak. Di bagian bawah video ter­da­p­at keteran­gan:

“VIRAL! Pemi­lik Warung Babalu Crab Nga­muk Berhari-hari Sepi Pem­be­li, malah Dap­at Surat Cin­ta Petu­gas Pajak.”

Fenom­e­na ini lang­sung memicu berba­gai reak­si dari war­ganet di kolom komen­tar. Banyak yang mem­per­tanyakan alasan kemara­han peda­gang mes­ki sudah ada atu­ran pajak yang berlaku.

Peng­gu­na akun @mohammadrohmad berkomentar:.“Sebenarnya emang usa­ha seper­ti ini ada atu­ran pajaknya seper­ti apa ya? Kena­pa keti­ka ada tag­i­han, meskipun keti­ka sepi, pen­gusa­hanya marah-marah ya? Apa kalau sepi memang seharus­nya tidak ada tag­i­han?”

  Mobil Idaman Harga Bersahabat: Ricko Tawarkan Honda City E Matic 2015 Siap Pakai di Bandar Lampung

Semen­tara itu, komen­tar lain dari akun @erlansigra juga meny­oroti hal yang sama, sekali­gus meny­ing­gung peng­gu­naan gas sub­si­di untuk kegiatan usa­ha:

“Kena­pa marah dap­at surat pajak? Jawab aja den­gan baik dan benar. KLO omset kecil pasti gak dike­nakan pajak atas usa­ha yg dijalankan. Btw itu usa­hamu kok pakai gas Mel­on???? Gas mel­on kan hanya untuk orang miskin bukan untuk usa­ha. 😁”

Komen­tar dari peng­gu­na @roy.arieska berna­da sindi­ran namun bernu­ansa protes. “KIBARKANBENDERA JOLLY ROGER KITA SUARAKAN EMOSI KITA DI AGUSTUS INI”

  Sultan HB X Jadi Contoh, Melintas Tanpa Sirine di Tengah Ramainya Aksi "StopTotTotWukWuk"

Ung­ga­han ini menggam­barkan kege­lisa­han seba­gian pelaku UMKM yang merasa ter­be­bani kewa­jiban pajak meskipun kon­disi usa­ha sedang tidak baik. Di sisi lain, muncul juga kesadaran dari seba­gian masyarakat bah­wa kewa­jiban per­pa­jakan tetap per­lu dijalankan secara pro­por­sion­al dan sesuai atu­ran.

Fenom­e­na ini men­ja­di cer­min real­i­tas lapan­gan: pen­gusa­ha kecil meng­hadapi tan­ta­n­gan berat dalam men­jalankan bis­nis, namun di sisi lain kewa­jiban per­pa­jakan tetap harus dijalankan secara adil. Wacana seper­ti ini bisa men­ja­di masukan bagi pemer­in­tah agar lebih sen­si­tif ter­hadap kon­disi pelaku UMKM, teruta­ma saat ekono­mi sedang lesu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *