Berita Peristiwa

Viral! Pedagang Ngamuk di Pantai Padang: Aksi Penertiban Satpol PP Berujung Ketegangan Hebat

706
×

Viral! Pedagang Ngamuk di Pantai Padang: Aksi Penertiban Satpol PP Berujung Ketegangan Hebat

Sebarkan artikel ini

Padang, SniperNew.id -Suasana sore di kawasan wisa­ta Pan­tai Padang, Keca­matan Padang Barat, men­dadak tegang pada Rabu (8/10/2025) keti­ka aksi pen­ert­iban lapak oleh Sat­u­an Polisi Pamong Pra­ja (Sat­pol PP) Kota Padang diwar­nai per­lawanan dari seo­rang peda­gang pria. Insi­d­en yang terekam video dan diung­gah oleh akun media sosial @info_lintassumbar melalui plat­form Threads, mem­per­li­hatkan momen saat peda­gang terse­but menga­muk dan ham­pir meny­erang petu­gas, Kamis (09/10/25).

Dalam ung­ga­han itu, ter­tulis keteran­gan. “Aksi pen­ert­iban yang dilakukan Sat­u­an Polisi Pamong Pra­ja (Sat­pol PP) Kota Padang diwar­nai kete­gan­gan. Seo­rang peda­gang pria menga­muk beru­paya meny­erang petu­gas (Sat­pol PP) saat petu­gas men­ert­ibkan lapak yang bera­da di sep­utaran Pan­tai Padang, Keca­matan Padang Barat Rabu sore, 8/10/2025. Berun­tung aksi itu dap­at diga­galkan sehing­ga tidak men­ge­nai petu­gas (Sat­pol PP).”

Video yang turut dibagikan mem­per­li­hatkan beber­a­pa petu­gas Sat­pol PP men­ge­nakan ser­agam cok­lat muda berbaris di ping­gir jalan, semen­tara seo­rang pria berba­ju mer­ah ter­li­hat menun­juk-nun­juk dan mendekati petu­gas den­gan nada ting­gi. Salah satu anggota Sat­pol PP tam­pak men­co­ba mene­nangkan situ­asi den­gan ger­akan tan­gan, namun peda­gang terse­but tetap tam­pak emosi dan sem­pat hen­dak meny­erang sebelum akhirnya dita­han oleh petu­gas lain­nya.

Berdasarkan infor­masi dari ung­ga­han terse­but, keja­di­an bermu­la keti­ka tim Sat­pol PP Kota Padang melak­sanakan operasi pen­ert­iban lapak liar yang bera­da di sek­i­tar kawasan Pan­tai Padang. Operasi ini dilakukan seba­gai bagian dari upaya pemer­in­tah kota untuk mena­ta kawasan wisa­ta agar ter­li­hat lebih bersih dan tert­ib, teruta­ma men­je­lang akhir pekan yang biasanya ramai dikun­jun­gi wisa­tawan lokal maupun luar daer­ah.

  Banjir Bandang Terjang Tapanuli Selatan, Dua Warga Meninggal dan Ratusan Mengungsi

Namun, suasana yang sem­u­la ber­jalan tert­ib men­dadak berubah keti­ka salah seo­rang peda­gang merasa tidak ter­i­ma lapaknya ditert­ibkan. Pria itu dise­butkan bert­e­ri­ak, menga­muk, bahkan men­co­ba meny­erang anggota Sat­pol PP yang sedang bertu­gas. Untungnya, aksi terse­but cepat dil­erai oleh petu­gas lain sehing­ga tidak menim­bulkan kor­ban maupun kerusakan yang berar­ti.

Salah satu anggota Sat­pol PP yang terekam dalam video tam­pak berusa­ha menghin­dari kon­frontasi lang­sung den­gan peda­gang terse­but. Langkah itu men­da­p­at apre­si­asi dari war­ganet yang meni­lai petu­gas berhasil menun­jukkan pro­fe­sion­al­isme dalam meng­hadapi situ­asi panas tan­pa kek­erasan.

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, pihak Sat­pol PP Kota Padang belum men­gelu­arkan perny­ataan res­mi terkait insi­d­en terse­but. Namun, berdasarkan keteran­gan lapan­gan yang dihim­pun dari beber­a­pa sum­ber, tin­dakan pen­ert­iban di kawasan Pan­tai Padang dilakukan kare­na banyak lapak liar berdiri di area pub­lik tan­pa izin res­mi.

“Pen­ert­iban dilakukan untuk men­ja­ga ketert­iban umum dan kein­da­han kota, khusus­nya di kawasan wisa­ta Pan­tai Padang,” ujar salah satu sum­ber inter­nal di lingkun­gan Pemer­in­tah Kota Padang yang eng­gan dise­butkan namanya.

Ia menam­bahkan bah­wa seti­ap peda­gang sebe­narnya sudah men­da­p­at pem­ber­i­tahuan dan surat peringatan sebelum­nya. Namun, masih ada seba­gian peda­gang yang tetap berjualan di area yang dila­rang mes­ki telah diberi kesem­patan untuk pin­dah ke lokasi yang telah dise­di­akan pemer­in­tah.

Video terse­but son­tak men­u­ai berba­gai reak­si dari masyarakat di dunia maya. Beber­a­pa war­ganet meni­lai tin­dakan Sat­pol PP sudah tepat kare­na hanya men­jalankan tugas sesuai prose­dur.

  Jalur Longsor Aceh, Warga Pikul BBM Berjam-jam

Seo­rang peng­gu­na Threads menulis. “Sat­pol PP hanya men­jalankan tugas. Kalau lapak memang melang­gar atu­ran, seharus­nya peda­gang bisa menye­le­saikan­nya den­gan baik, bukan marah-marah begi­tu.”

Namun, seba­gian lain­nya juga mem­inta pemer­in­tah untuk lebih mem­bi­na dan mem­beri solusi bagi para peda­gang kecil agar mere­ka tidak kehi­lan­gan mata penc­a­har­i­an aki­bat pen­ert­iban.

“Semoga ada solusi yang manu­si­awi. Peda­gang juga cari makan, tapi kalau ditert­ibkan tan­pa tem­pat peng­gan­ti, kasi­han mere­ka,” tulis akun lain­nya di kolom komen­tar.

Ung­ga­han dari akun @info_lintassumbar ini juga menye­butkan bah­wa keja­di­an terse­but direkam oleh @rozaldirosman19, yang kemu­di­an mem­bagikan­nya agar men­ja­di per­ha­t­ian pub­lik terkait kon­disi lapan­gan sela­ma pros­es pen­ert­iban. Hing­ga kini, video terse­but sudah diton­ton ribuan kali dan men­ja­di salah satu top­ik hangat di media sosial Sumat­era Barat.

Pen­ert­iban di kawasan Pan­tai Padang bukan hal baru. Pemer­in­tah Kota Padang melalui Sat­pol PP secara rutin melakukan pen­gawasan dan pen­ert­iban ter­hadap aktiv­i­tas peda­gang kaki lima (PKL) yang men­em­pati area pub­lik seper­ti tro­toar, taman, dan ping­gir pan­tai.

Kawasan Pan­tai Padang memang dike­nal seba­gai salah satu ikon wisa­ta uta­ma di ibu kota Provin­si Sumat­era Barat itu. Seti­ap sore hing­ga malam, kawasan ini selalu ramai oleh war­ga yang bero­lahra­ga, bersan­tai, atau menikmati kulin­er pan­tai. Namun, meningkat­nya jum­lah peda­gang ser­ing kali menim­bulkan masalah seper­ti kemac­etan, sam­pah, dan keti­dak­ter­at­u­ran tata ruang.

Langkah tegas pemer­in­tah melalui Sat­pol PP diang­gap per­lu untuk men­ja­ga kenya­manan dan kein­da­han kawasan wisa­ta terse­but. Mes­ki demikian, pen­dekatan huma­n­is dan per­suasif tetap men­ja­di per­ha­t­ian agar tidak menim­bulkan kon­flik antara aparat dan masyarakat.

  Empat Hari Menembus Bencana Demi Bertemu Keluarga

Saat petu­gas men­ert­ibkan lapak, peda­gang tidak ter­i­ma lalu berusa­ha meny­erang petu­gas, namun berhasil diga­galkan dan situ­asi kem­bali terk­endali tan­pa kor­ban.

Seba­gai tin­dak lan­jut, Pemer­in­tah Kota Padang dihara­p­kan dap­at mem­perku­at koor­di­nasi antara dinas terkait, seper­ti Dinas Perda­gan­gan dan Dinas Pari­wisa­ta, untuk men­cari solusi yang berim­bang antara kepentin­gan penataan kota dan kese­jahter­aan peda­gang kecil.

Penga­mat kebi­jakan pub­lik dari Uni­ver­si­tas Negeri Padang, dalam wawan­cara ter­pisah den­gan media lokal, meni­lai bah­wa keja­di­an seper­ti ini menun­jukkan per­lun­ya pen­dekatan yang lebih komu­nikatif.

“Pen­ert­iban itu pent­ing, tapi komu­nikasi den­gan masyarakat harus dit­ingkatkan. Jan­gan sam­pai tin­dakan di lapan­gan jus­tru menim­bulkan cit­ra negatif bagi pemer­in­tah,” ujarnya.

Pemer­in­tah Kota Padang juga diim­bau menyi­ap­kan zona kulin­er res­mi bagi peda­gang kecil agar mere­ka tetap bisa berjualan tan­pa melang­gar atu­ran. Upaya seper­ti ini dini­lai dap­at men­gu­ran­gi poten­si ben­tu­ran di lapan­gan.

Keja­di­an di Pan­tai Padang ini men­ja­di pela­jaran pent­ing bagi semua pihak—baik aparat pene­gak per­at­u­ran daer­ah maupun masyarakat. Ketert­iban kota harus dija­ga, tetapi kead­i­lan sosial dan keber­pi­hakan ter­hadap raky­at kecil juga wajib diper­hatikan.

Berun­tung, insi­d­en pada Rabu sore itu berhasil dik­enda­likan tan­pa kor­ban. Namun, kete­gan­gan yang ter­ja­di men­ja­di pengin­gat bah­wa komu­nikasi antara pemer­in­tah dan masyarakat san­gat pent­ing untuk men­ja­ga har­moni di ruang pub­lik.

Den­gan pen­dekatan yang lebih dial­o­gis dan solu­tif, dihara­p­kan keja­di­an seru­pa tidak teru­lang lagi di masa depan, teruta­ma di kawasan wisa­ta yang men­ja­di kebang­gaan masyarakat Padang dan Sumat­era Barat.

Reporter: Tim Redak­si SniperNew.id
Sum­ber: Ung­ga­han Threads akun @info_lintassumbar (video oleh @rozaldirosman19)
Tang­gal Ter­bit: 9 Okto­ber 2025
Edi­tor: (Ahm/abd).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *